Kolektor Mancanegara Minati Batu Damar Indonesia

KONFRONTASI - Fosil getah damar atau batu yang lebih dikenal dengan nama amber ternyata memiliki nilai ekonomis tinggi. Mineral yang terbentuk secara alami selama proses ribuan tahun ini mampu menarik minat kolektor dari mancanegara.

Seorang pengrajin yang merupakan warga di Kota Subabumi, Jawa Barat, secara khusus membuka bisnis membuat perhiasan dan aksesori dengan menggunakan batu amber ini. Hasil kerajinannya dijual untuk memenuhi permintaan di pasar Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Amber yang diolah oleh perajin di sini memang bukan berasal dari Sukabumi. Bahan baku secara sengaja didatangkan dari tambang-tambang batu bara yang memiliki kandungan fosil getah damar di Pulau Sumatera.

Batu amber ini tergolong unik. Memiliki warna yang menarik seperti merah, kuning, dan biru. Selain itu batu ini tak seberat yang terlihat. Satu gelang yang terdiri dari 10 hingga 13 butir batu amber olahan hanya memiliki berat sekitar 15 gram, sehingga sangat cocok digunakan sebagai perhiasan. Pengrajin menjadikan batu amber ini untuk perhiasan seperti gelang, liontin, anting, dan untaian kalung.

Proses pembuatan pun tergolong mudah. Bongkahan batu dipotong sesuai dengan pola yang diinginkan, lalu dihaluskan. Semua proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang tergolong sederhana. Pengerjaannya tidak terlalu rumit dikarenakan batu amber tidak sekeras batu pada umumnya.

Pemilik CV Buana Raya, Henda Suhenda, mengaku telah merintis usaha kerajinan ini sejak enam tahun yang lalu. Ia bekerja sama dengan agen penyalur batu perhiasan kelas dunia asal AS yang memiliki jaringan pasar yang sangat luas di Amerika dan Eropa.

Kesempatan ini diakui Henda sangat membantunya dalam memasarkan produk perhiasan batu amber hasil kerajinannya. Apalagi pangsa pasar begitu luas dan permintaan cukup tinggi.

Menurut Henda, sejumlah tambang batu bara yang berada di Sumatera selama ini dapat diandalkan sebagai sumber bahan baku. Sebab, batu amber memang biasanya terdapat pada lapisan batu bara yang berasal dari berjuta pohon damar yang mati dan menjadi fosil.

Henda mengaku bahwa dengan usahanya ini ia bisa memperoleh keuntungan cukup besar. Tidak dijelaskan secara rinci nilai keuntungannya, namun menurutnya omzet mencapai puluhan juta rupiah. Ia kini mempekerjakan sebelas pengrajin yang terampil sebagai karyawan di perusahaannya untuk memproduksi sekitar 10 ribu gelang batu amber serta beragam jenis perhiasan lain setiap bulan.

Sayangnya, menurut Henda, peminat produk kerajinannya ini di dalam negeri tidak lebih besar dari konsumen dari luar negeri. Hal ini dikarenakan harga jualnya yang masih dianggap sangat mahal. Oleh karena itu, Henda lebih banyak memasarkan produk perhiasan ini di mancanegara.[VIVA]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA