Kejam Waktu

Oleh; Supri Helmi Tanjung

 

 

Ke mana pergi suara katak ketika hujan semalaman tiba. Teot teblung teot teblung menabuh irama cinta dalam hujan. Air mengalir rindu pun hadir. Pelanpelan kesenyapan lahir lalu mimpi alismatamu mengalir. Tak pernah senyap kerinduanku pada telaga saat bising bisikan tak pernah punah dari keriuhan: pisau yang menghunjam. Lisan yang menikam dalam diam

Ke mana berlarian ikanikan dalam hujan. Ikan sepat yang tak suka berdebat. Berjumpalitan dalam hujan. Tak takut hadangan malam. Ikan bethik yang penuh duri. Nyeri jari tak matimati. Menikmati hujan tak pernah henti. Dalam hujan malam penuh awan aku tak pernah bisa melupakan ranummu ketika nyeri menikam sepi. Bahwa kesetiaan hadir ditemani nyeri yang pandir: tak peduli risih telaga. Tak peduli gelap menggema. Ia selalu melintasi segala mimpi

Ke mana pergi burung tengkek yang suka mengejek. Sembunyi dalam rimbun bambu. Menunggu meninting yang pusing. Seharian belum sarapan karena capung bertahan dalam sembunyi hujan. Ular luwuk pelanpelan merambat. Duri gulomantung tak menghambat ia merayap. Pertempuran sunyi sering terjadi dalam rimbun  penuh duri. Demikianlah, kehidupan saling meniadakan dalam sunyi hujan hingga suara azan dianggap hambar nyanyian

Ke mana harum teki dan wangi ilalang saat hujan menyelinap dalam musim penuh air pasang. Banjir menggenang. Ikan bader, areng-areng, selek, payus yang tak pernah dihargai mendadak berbinar karena bisa lepas dari jebakan pematang. Jejaring di sungai pun dilarang. Apalagi memancing dalam sungai. Kini semua sungai dan telaga sudah dikuasai pemodal. Anakanak berenang di kolam renang bukan di sungai penuh hujan. Lalu aku tak berani lagi bermimpi tentang terasi karena jembret sudah asing kutemui. Burungburung kuntul dan blekok pelanpelan menjauhi air yang penuh nanah jelaga. Beracun sampai ubunubun

Aku tak berani merindukan alismatamu karena waktu begitu kejam menipu 

SHT, 090121
#RumahSeni_AstiRadmila

 

------------------------------------

Penulis ini lahir di  Lamongan, pada  09 September 1966
Berprofesi sebagai Guru di SMP dan SMA di Lamongan
Beberapa tulisannya telah dibukukan, di antaranya:  Karya Buku : 1. Antologi puisi, di antaranya:
A.  Sajadah mawar B. Sajadah Embun C. Untuk Jantung Perempuan D. 67 Tahun di Karet
E. Cinta, Kerja, dan Debu F. Kristal bercahaya dari Surga
Tinggal di Lamongan – Jawa Timur

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...