Jika kutahu semua yang benar-benar indah dan abadi

Juftazani

 

Aku dalam kamar yang berdinding cahaya di sebuah bintang
Sejauh mata memandang hanya burung-burung bertuliskan banyak kalimat yang terukir di sayap yang sangat lebar dengan sangat indahnya
Allah, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar dan ada satu kalimat yang selalu beriringan 
Diiringi orkes bintang yang melebihi keindahan orkes London Philharmony atau orkes Bethoven 
Tak pernah kudengar kemerduan aransmen orkestrasi Schubert atau geding Jawa yang tenang dan gending Bali yang penuh kejutan 
semuanya tidak merdu di sini, karena keindahan dan kemerduannya di bawah standar musik langit
Di sini setiap saat selalu kudengar orkestrasi yang menggemuruh, kadang sepi mengalun seperti seseorang memetik melodi dengan iringan piano dari ‘Arsynya yang sunyi 
Melebihi sunyinya dentingan air di pegunungan
Semuanya terlalu indah untuk kugambarkan
O, Allah Tuhanku
Jika kutahu semua yang benar-benar indah dan abadi 
Sudah lama aku ingin kembali ke sini
Tapi kekurangan pengetahuanku tentang kehidupan yang sunyi dan abadi 
Menjadikan aku pasrah dan seakan kurang peduli dengan kehadiran hari-hariku di sini
Padahal inilah kehidupan yang sungguh menakjubkan dan menggemparkan!
Allah! Allah! Allaaaah..
Tiada kerinduan dan kakangenan kecuali kepadaMu
Yang ternyata lebih menyayangi seluruh makhlukMu
Sejak dunia terkembang sampai aku kembali ke hadiratMu, ya Ilahi
Untuk anak istri, sahabat dan murid-muridku, salam dariku
Taufik AHmad Dardiri di alam sana 

 

Tangerang, 8 Oktober 2020   

--------------------

Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akan terbit novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...