20 October 2018

India Anugerahkan Dr Abdul Kalam Awards 2018 kepada Agus Indra Udayana

KONFRONTASI - India sepertinya ada hati buat Indonesia sejak dahulu kala. Era Presiden Soekarno & Jawaharlal Nehru sampai kini di tahun 2018 ini. Representasinya untuk negeri ini mungkin saat ini ialah setelah salah satu putera terbaiknya yang bergerak dengan “hati” di bidang perdamaian dunia, kemanusiaan dan sosial yakni Dr ( HC) Agus Indra Udayana dari  Bali baru saja menerima anugerah bergengsi yakni Dr Abdul Kalam Award 2018.

Dedikasi award ini diperuntukkan kepada para anak-anak bangsa di sepenjuru dunia yang konsen dengan perdamaian dan hubungan baik sesama manusia. Sedang, Dr Abdul Kalam Award ialah nama dari sosok legendaris India, Presiden India sekaligus Bapak Nuklir India, dan Dr ( HC ) Agus Indra Udayana tampaknya bukan seseorang yang asing bagi hubungan persaudaraan atau perdamaian di Indonesia atau tingkat dunia.

Founder dari Ashram Gandhi Puri Denpasar ini sudah menunjukkan itikad baik dan nurani yang memancar dengan cara menciptakan “ Shantisena-shantisena” terbaik dan berkelas dunia sejak semasa kuliah.

Agus Indra Udayana sudah sering  mendampingi KH Abdurahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, Network Mahatma Gandhi di sepenjuru dunia, Ibu Gedong Oka dll nya dalam rangka komunikasi dan membangun hubungan lintas agama dan persatuan dunia atas nama-nama kemanusiaan.

Sebelum  diganjar dengan Dr Abdul Kalam Award 2018, beliau juga sudah menerima  Anugerah Jamnalal Bajaj Award 2011, dimana Anugerah ini juga tak kalah bergengsinya, hanya beberapa orang saja di dunia yang menerimanya.

Sampai saat ini, Guruji  Agus Indra Udayana masih di India, untuk menyambung  beberapa kepentingan persahabatan Indonesia-India, juga seminar-seminar perdamaian yang dihadiri oleh  budayawan, seniman dan para pejabat tinggi di India.

Dr Abdul Kalam Award 2018 yang di serahkan oleh Menteri Dalam Negeri India, Mr Hansraj Air dan anggota parlemen India, Ramdas Tadas ini semakin mengukuhkan dan menguatkan Agus Indra Udayana, bahwa perjuangannya dalam sunyi dan kadangkala sendiri ini didengar oleh Tuhan yang Maha Baik.

Tetap konsisten dengan program-program yang terukur dan tidak terlalu membumbung tinggi mimpinya, tetap membumi dan menguatkan akar, sembari tetap tajam menatap arah-arah cahaya matahari. Inilah prinsip dari beliau.

Beberapa  program nya ialah Astakamala Initiative yang sudah mengirim beberapa putra Nusantara ke India, lalu ada Dharma Ashram Taruna dan yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan yakni Sacred Village Festival 2018 di mana Agus Indra Udayana di bantu para praktisi Yoga dan kebudayaan dari India dan Indonesia semisal  Anjasmara Prasetya, Dikha AGP, Bona Alit, Harshita Takur, Vinit Sharma dan masih banyak lainnya.[Ilhan Erda]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...