Idul Fitri Dengan Debu, Mesiu Dan Api Membara Di Suriah

Juftazani
 
 
Gemuruh senjata menyapa dengan kabut putih di ruang-ruang instalasi
Kematian hanya cerita biasa
Gerimis kini mesiu yang lalu lalang di depan mata
Darah dan airmata
Hanyalah warna dalam gelombang
keamarahan zaman kuna
Inilah Idul Fitri bagi kita
Tangis, rasa lapar dan dahaga anak-anak
Di pulau neraka Aleppo, Damaskus, Marat Al-Numan atau di Hamidiyyeh Souq
 
 
Cerita perang akan selalu meninggalkan kesedihan dan kehancuran
Apa yang ada di balik perang brutal dan egois ini
O umat Islam, betapa gobloknya kalian
Berkali-kali kalian terjebak dalam lubang yang sama
Adu domba dan bisik-bisik para penyusup
Dari mulut agen-agen penjajah Eropa atau Amerika
Dan sekarang tambah China
Atau dari orang-orang munafik dari kalangan kalian sendiri
Apa artinya Idul Fitri anak-anak Suriah yang terus ditimpa
Kemalangan dan kesengsaraan tiada akhir
Air yang diminum penuh kotoran kimia
Makan yang kami telan …,
Ah kami tak tega hidup bagaikan kerakap di atas batu
Hidup segan, ke akhirat pun tanggung
 
 
Belajarlah dari sejarah, umat Islam Arab atau Timur Tengah
Sejak kalian pecah dalam perpolitikan antara Ali dan Muawiyah
Cerita lama itu terus digembar-gemborkan Amerika dan Eropa
Dan Israel? Dan Yahudi? Bukan, orang-orang munafik dalam diri
Kaum Muslim menjadi bara dan bensin perseteruan, kebencian
Dan pecahnya perang yang tak berguna bagi kalian dan anak cucu kalian
Tapi mengapa itu kalian lakukan?
 
 
Apalah artinya Idul Fitri bagi bangsa Arab di Timur Tengah
Mereka bertetangga antara kaum yang kenyang dan kaum yang lapar
Tapi tiada uluran tangan Arab Saudi, Kuwait, atau UAE
Bagi anak-anak Suriah, Yaman yang dipenuhi sengsara
Mata anak-anak mereka cekung, tulang menonjol dan hidup
Seperti bangkai kapal tangker yang tenggelam
O, kembalilah ke jalan Islam
Islam akan selalu ada dalam cinta, perdamaian dan kebahagiaan
Sayang bangsa Arab melupakan
Dan betah hidup seperti kapal pecah
Dari Maroko sampai Suriah
 
 
Tangerang, 22 Mei 2020
------------------------------
Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akan terbit novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon"Juftazani

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA