Idul Fitri Dalam Kekurangan Gizi dan Pembunuhan Bayi-bayi di Yaman

Juftazani
 
 
Perang saudara?
Inikah hasil dari persaudaraan Islam yang diturunkan 14 abad lalu
Kepada bangsa Arab?
85.000 anak di bawah usia lima tahun
Telah menemui kematiannya antara 2015 dan  2018
Hanya tiga tahun perang di Yaman
Semua kewajaran dan kemakmuran porak-poranda
 
 
Di saat yang suci hari Raya Idul Fitri ini
Masih saja umat Islam diperdaya
Orang munafik dan kafir-kafir penjajah
Sampai kapan kalian hidup dalam kubangan penderitaan dan kehinaan
Hanya untuk mempertahankan sekelumit ta’assub jahiliyah
Taassub beragama yang rendah
Antara sunni dan syiah?
Akhiri hidup berkubang darah dan bangkai saudaramu sendiri?
O Tuhan, sungguh air mata ini jatuh tiada tertahan
Di akhir Ramadhan yang penuh pengampunan
Generasi tunas bangsa Arab yang cerdas di Yaman, Suriah, Palestina, Libya atau dimana saja
Dikorbankan hanya untuk segenggam kegagahan
Dan kesombongan sebagai bangsa Arab
Melupakan pesan-pesan yang agung dari Allah 'Azza wajalla
 
 
O pemimpin negeri-negeri yang penuh berkah
Kembalilah ke jalan Allah
Masih saja kalian berkutat dengan remah-remah dalam urusan agama
Melupakan hal-hal besar sebagai warisan Tuhan dan kekasihNya
Kalian melupakan warisan yang sangat besar itu
Kalian terjang tiang-tiang ajaran agamamu
Hingga kalian dihinakan
Hilang rahmat bagi semesta alam di negerimu sendiri
Angkatlah kembali marwahmu sebagai umat manusia yang mulia
Yang dikirimkan Allah ke muka bumi
Sebagai penghancur belenggu ketertindasan dan penjajahan
Sayang kalian sendiri yang membelenggu dengan ta’assub jahiliyah kalian
Yang sungguh ketinggalan zaman
 
 
Di hari Idul Fitri yang teramat indah untuk dinikmati dan disyukuri ini
Bangsa-bangsa hidup dalam kedamaian, kehormatan dan kebahagiaan
Tapi kalian menikmati hidup penuh bangkai-bangkai permusuhan, perpecahan
Dan kehilangan gizi bagi banyak generasi
Angkatlah kembali wajah martabatmu sebagai umat Islam yang hanif
Penuh kelembutan dan kasih sayang dari langit
Sayang, kalian menampiknya
Dan memilih hidup sebagai hewan yang melata dan hina
Ingatlah kembali pesan Nabimu
Pesan nenek moyangmu Ibrahim Dan Muhammad
Hiduplah penuh terhormat
Dan Idul fitri 1441 ini adalah waktu yang sangat sempat
Kembali ke jalan hayat
Di dunia sampai ke akhirat
 
 
 
Tangerang, 23 Mei 2020
------------------------------
Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akan terbit novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon"Juftazani
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA