Idul Fitri Dalam Genangan Darah Dan Airmata (6

Juftazani
 
 
 
O tirani! Berton-ton bom yang kalian tembakkan ke bumi kami
Tak akan menghancurkan jiwa kami
Walaupun berpuluh generasi kami telah kalian musnahkan
Hingga setiap Idul Fitri dan Idul Adha yang kami lalui
Kami rayakan dengan genangan darah dan airmata
Kami akan terus hidup
Ruh kami terus mengejar kalian
Kami ada di pesawat pembom kalian
Kami ada di jantung kalian
Kami hidup dalam darah kalian
Kami hadir di kampung-kampung di seluruh Palestina yang kalian rampok dan kuasai
Kami akan terus menuntut keadilan
Walau hanya bersenjata batu dan ketapel
 
 
 
Wahai tirani
Jika kalian memiliki senjata canggih dan tak tertandingi
Kami mempunyai semangat abadi tak pernah dapat kalian musnahkan
Walau Jerusalem Barat, Gaza dan Tepi Barat kalian duduki
Kami tak dapat kalian pisahkan karena di sana ada jiwa kami
Hanya sebentar kalian hidup menetap di sana
Tak lama kalian pun pergi dan takkan pernah kembali
 
Jiwa dan semangat kami adalah kristal cair yang bisa lumer dan membentuk kembali
Kalian tembak mati 10 anak-anak kami
1000 anak-anak datang menggantikan generasi kami yang hilang
Dan kembali melawan dengan membawa batu dan ketapel di depan tank baja kalian
Kalian tewaskan 10 ibunda kami
100 ibunda datang ke sini dan melahirkan 1000 anak-anak yang gagah perkasa
Tak gentar dengan pesawat pembom kalian karena mereka generasi tak takut mati
Di hari Idul Fitri saat kami merayakan dengan genangan darah dan airmata
Kalian kehilangan 1000 generasi karena doa-doa kami meruntuhkan mental bertempur kalian
Kami kedatangan 10.000 generasi yang segar dan berani
Kami didatangkan dari cahaya
Tak satu kalian pun mampu memusnahkannya
Kalian secuil api sangat rapuh karena menepuk dada
Bersiaplah untuk kalah
Karena sesungguhnya kalian adalah kaum pengecut
Ruh kalian jahat dan tak pernah mau bertanggungjawab
 
 
Tangerang, 28 Mei 2020
 
----------------------------
Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akan terbit novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon"Juftazani

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA