Idul Fitri Dalam Genangan Darah Dan Airmata (3

Juftazani
 
 
Beri aku pelontar
Akan aku gugurkan seribu pesawat Israel yang suka mengebom seenak perutnya
Tanpa mengenal setiap bangsa Palestina adalah manusia
Sama seperti anak-anak Israel di Tiberias, Akko, Safed, Nazaret, Haifa, Tel Aviv atau Yerussalem
Tak ada beda anak-anak Isreal dan anak-anak Palestina
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di atas dunia yang sangat fana
 
 
 
Beri aku kebebasan untuk mengungkapkan bahwa setiap manusia dilahirkan sama
Kebebasan untuk mati disebabkan rindu dan terbakar oleh cinta
Yang menggelora di tanah kami, saat malam penuh berlumuran darah,
Di tanah Palestina kita menemukan rasa sakit, centang perenang, dan kesedihan
Yang telah terpendam berpuluh abad
 
 
 
Beri kami trisula atau tombak segitiga
Untuk melawan kesombongan tentara zionis Israel yang sangat congkak
Di malam-malam yang penuh penulisan puisi dengan tangis dan airmata
Rasanya jiwaku berontak
Ingin segera mengejar haikal ketidak adilan
Dan menghancurkannya di depan mahkamah internasional di kota Denhaag
Tapi kota Denhaag juga bagian dari Haifa, Safed, Nazaret atau Tel Aviv
Maka mimpi membayangkan sebuah haikal ketidak adilan’
Dihancurkan di depan mahkamah internasional
Tatanan dunia kini diplot dan dirancang di bawah pola-pola berpikir yang tidak adil
Campakkan saja haikal itu ke sungai Eufrat
Lupakan untuk selamanya, sementara praktek ketimpangan terus berlarut
Di tanah-tanah seperti Jericho, Gaza, Yerussalem, Hebron, Ramallah, Yericho atau Nablus
 
 
 
Tiba-tiba dari timur berlari seorang lelaki berperawakan lembut
Dan berkata:
Beri aku seribu doa, keramah-tamahan dan penghargaan yang indah
Kepada setiap orang Israel
Aku luruhkan hati mereka dengan puisi dan cinta yang menggugah dari ayat-ayat Torah, Mazmur dan Injil
Aku akan menciptakan bunga-bunga mekar diseluruh tanah Palestina dan Israel
Dan ketika orang-orang memberikannya pelontar, tombak bercula dan pedang
Ia buang semuanya ke tengah gurun pasir yang sepi
Dan lalu berkata: aku akan membuat setiap orang
Menyaksikan hal yang tak terlihat sesuai tingkatan kadar cahayanya
Semakin lama ia membersihkan cermin
Kian jelas ia saksikan kesatuan, kasih dan cinta di antara semua manusia
Apakah Yahudi atau Palestina, semuanya pasti mau masuk ke surga
 
 
 
Berikanlah kata lembut dan raut muka yang jernih kepada semua manusia
Maka mereka pasti menginginkan perjalanan petualangan menuju surga
Pemilik surga senantiasa menari di dalam hati setiap manusia
Gugahlah mereka untuk bangun bersamaNya
Lalu menari dan bercerita tentang langit dan bumi
Dalam satu hari bersama Cinta
Bukan mengirim bom atau pelontar untuk saling memusnahkan antara sesama
Pesan di hari Idul Fitri 1441 Hijriyah untuk semua
Agar kita terjauh dari penghancuran yang menumpuk genangan darah
Dan tumpahan airmata
 
 
Tangerang, 24 Mei 2020
----------------------------
Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akan terbit novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon"Juftazani

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA