Idul Fitri Dalam Genangan Darah Dan Airmata (2

Juftazani
 


Adinda,
Di hari yang fitri 1441 Hijriyah ini
Mimpi atau pemandangan apakah yang telah kau lihat
Dalam nyenyak tidurmu
Kelak kita juga akan pulang dan bersama di surga
Kami kakak-kakakmu benar-benar kehilangan atas kepergianmu
Adinda, peluklah aku dalam hari terakhirmu
Aku tak kuasa menahan guguran airmata
Menggenangi pipi yang tirus ini

 

Ingat adinda, hari ini adalah saat gema takbir, tahlil dan tahmid
Memenuhi langit dunia
Hari-hari ini kita bukanlah melawan tirani kemaren sore
Tapi melawan kekuatan raksasa dunia
yang kekuatannya terintegrasi dari barat sampai ke timur
Jika mereka menyeberangi lautan, hanya sejengkal mata kakinya
Adinda, namun kita bersandar pada kekuatan abadi yang kekal
Kekuatan dahsyat jika Dia datang, semua kekuasaan
Akan tersapu seperti tersapunya semua pemukiman di daratan
Dihempas tsunami yang menggila menghancurkan semua kekuatan dan kekuasaan


Teruskanlah tidurmu Adinda
Kanda akan tetap berjuang, berdoa dan mendidih darah keadilanku
Menuntut seluruh tanah Palestina kembali ke pangkuan kita
Sebagai generasi yang sah dan pantas memakmurkan tanah ini


 
Adinda,
Akan kuantarkan kau ke tanah merah yang baru saja digali
Sebagai tempat tidurmu yang indah sebelum hari kebangkitan tiba
Peluk cium dari kanda Muhammad Aflah
untuk adindaku Muhammad Asja', singa Palestina yang tiada duanya
Selamat jalan selamat menikmati tidur panjang
Di tempat istirahatmu yang baru
Damai Palestina
Damailah dunia !

 

Tangerang, 24 Mei 2020
----------------------------

Juftazani, penyair, penulis novel "De Atjeh Oorlog", alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akan terbit novel keduanya: "De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon"Juftazani

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA