16 November 2018

Gebyar Indonesia Dalam "Asian Food and Cultural Festival-2014" di Ukaraina

Konfrontasi - Gebyar Indonesia dalam acara kuliner dan budaya gabungan negara-negara Asia yang diberi nama "Asian Food and Cultural Festival-2014" ke-2 berlangsung digelar di gedung Ukrainian House, Kyiv, akhir pekan.

Korfung Pensosbud KBRI Ukraina, Judika Madhuri, Selasa (11/11) menyebutkan acara Asian Food and Cultural Festival diadakan negara di Asia bekerjasama dengan International Diplomatic Club (IDC). Sebagaimana dilansir Antara London

Festival menghadirkan aneka ragam kuliner, lukisan dan benda budaya, serta pertunjukan film dokumenter dan pergelaran tari dan budaya dari enam negara Asia peserta yakni Indonesia, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Pakistan dan Viet Nam.

Acara diawali dengan rangkaian opening ceremony berupa kata sambutan dari Duta Besar Malaysia sebagai Chairman of the main Committe festival tahun ini, perwakilan Kemlu Ukraina sebagai Guest of Honor dan IDC serta pengguntingan pita oleh enam Duta Besar Asia peserta festival dan Guest of Honor, Yury Lutivinov dari Kemlu Ukraina.

Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke booth serta rangkaian pertunjukan tari, musik, lagu tradisional dan budaya negara peserta .

Disela pertunjukan diadakan lucky draws dengan menyediakan 18 hadiah berupa barang seni dan budaya yang berasal dari sumbangan setiap Kedutaan peserta festival.

Penjualan raffles tickets disumbangkan ke pihak yang membutuhkan yang pada AFCF 2013 lalu, disalurkan kepada Ukraine Red Cross, Warm a Family Project di Crimea dan pembiayaan operasi mata seorang veteran perang Ukraina.

Gerai Warung Indonesia dikoordinir Dharma Wanita Persatuan KBRI Kyiv menampilkan kuliner khas Indonesia diantaranya Nasi Goreng, soto mie Bogor, gado-gado, sate ayam Ponorogo, coto Makassar, roti jala kari kambing, serta jajanan tradisional seperti lumpia Semarang, kue lapis pepe, panada, dan dadar gulung yang. tandas sebelum waktu penutupan festival.

Sementara Art Exhibition, Indonesia menempatkan karya ukir patung Garuda Wisnu, patung Dewi Saraswati, tenun ikat sumbawa, dan topeng Rangde. Panggung pertunjukan bergantian di isi para penampil tari, lagu dan food demo dari masing-masing Kedutaan.

Indonesia mempersembahkan Tari Batik yang dimainkan dengan apik dan luwes lima mahasiswi jurusan bahasa Indonesia Kyiv National University Taras Shevchenko.

Seniman dan guru seni KBRI Kyiv, Agus Prasetyo, menunjukkan keterampilan memainkan alat musik tradisional angklung, di iringi staf KBRI, Prabowo Himawan menyanyikan lagu rakyat "Ukraina", yang memukai pengunjung.

Selain itu, KBRI Kyiv juga menggelar demo membatik dipandu Elmira, desainer dan guru seni lukis Ukraina yang tahun 2008 belajar membatik selama setahun di Yogyakarta melalui program Darmasiswa.

Demo membatik tidak hanya menyita perhatian ibu rumah tangga dan pemudi Ukraina, tetapi juga anak-anak yang ikut antri karena tertarik untuk mencoba melukis di atas kain dengan menggunakan canting dengan lilin malam.

Di penghujung acara, Indonesia kembali menyita perhatian penonton, dimana Dubes RI Kyiv memberikan kursus interaktif singkat tari Sajojo dan kemudian memimpin pengunjung berbaur menari bersama.

Dubes RI Kyiv, Niniek Kun Naryatie, menjadi salah satu motor dan penggagas kegiatan ini menyatakan AFCF dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya dan kuliner khas Asia di kalangan masyarakat Ukraina.

Selain untuk memupuk saling pengertian, menumbuhkan minat masyarakat terhadap budaya Asia serta meningkatkan people to people contact tanpa melupakan kewajiban sosial membantu sesama dengan menyalurkan seluruh keuntungan penjualan kepada pihak yang membutuhkan.

Head of Department on Middle East and South Asian Countries Kementerian Luar Negeri Ukraina, Yury Lutovinov menyatakan penghargaan kepada Dubes negara peserta festival yang mengorganisir festival unik dan berharga bagi masyarakat Ukraina.

Dengan kegiatan ini masyarakat Ukraina dapat mengenal keanekaragaman budaya berbagai bangsa di Asia.

AFCF menjadi acara tahunan menghadirkan berbagai ribuan pengunjung yang berasal dari kalangan masyarakat umum dan diplomatik yang tidak menyia-nyiakan kesempatan langka yang diselenggarakan setiap musim gugur di Ukraina.

First Lady Ukraina, Maryna Poroshenko disela kesibukannya mengirimkan surat yang dibacakan pada pembukaan acara yang dalam suratnya, menyatakan apresiasi dan terima kasih kepada penyelenggara khususnya dalam masa sulit di Ukraina, kegiatan kebudayaan merupakan dukungan sosial yang memainkan peran penting dalam memperdalam hubungan kerjasama internasional dan kebudayaan antara masyarakat Asia dan Ukraina.(akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...