22 July 2018

Ganti Presiden Membahana. Rakyat Kapok Pilih Jokowi ?

KONFRONTASI - Guna menghentikan laju Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019, Jaringan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) tengah mempersiapkan “Gerakan Sejuta Kaos”. ''Rakyat kapok pilih Jokowi, isu ganti presiden dan kasosnya pun membahana, meluas sebagai perlawanan budaya kepada  Jokowi yang mengecewakan karena ekonomi gagal dan tak amanah,'' kata Andrianto, aktivis Prodem.

Kaos yang diproduksi adalah kaos bertanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden. "Kita sedang mempersiapkan ‘Gerakan Sejuta Kaos #2019GantiPresiden’ sebagai gerakan politik untuk menghentikan Jokowi menjadi presiden lagi," ujar Ketua Majelis Jaringan Aktivis Prodem Syafti 'Ucok' Hidayat Selasa (10/4).

Gerakan ini merupakan bentuk kekecewaan aktivis Prodem yang sebelumnya mendukung Joko Widodo. Mereka melakukan tobat nasuha setelah Jokowi mengingkari janji-janji politik.

 

 

“Bahkan Jokowi telah membuat kondisi ekonomi rakyat semakin terpuruk,” tukasnya.

Pada petengahan Maret lalu, para aktivis Prodem menjadikan Silang Monas depan Istana Negara sebagai lokasi tobat nasuha. Mereka berkumpul dan menyampaikan penyesalan mereka karena pernah mendukung Jokowi sebagai Presiden RI.

 

 

Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi kecaman pada pemerintahan Jokowi. Antara lain berbunyi, "Bersihkan NKRI dari Antek-antek Neolib", "Lindungi Buruh Indonesia, Stop Buruh Asing", juga "Hapus UU ITE, UU MD3, UU Ormas".

Spanduk lain bertuliskan "Tolak UU Produk Haram Demokrasi" dan "Trisakti dan Nawacita Omong Kosong".

Jokowi pakai kaos ganti presiden, sindiran atau rekayasa kaos Jokowi oleh para aktivis pergerakan ?

Kemampuan dan lomunikasi bahasa Inggris Jokowi yang jelek, kompetensinya yang buruk untuk menghadapi  globalisasi, membuat netisen dan warga menyudutkannya di media sosial dengan sindiran dan kritik ala emak-emak, bapak-bapak dan mahasiswa serta generasi milineal yang kecewa.  Kinerja dan prestasi era pemerintahan Jokowi yang limbung, tak jelas arah orientasi kerjanya menjadi indikator nyata pemerintahan Jokowi sangat lemah, malah telah gagal, sehingga elektabilitas Jokowi anjlok. Terpuruknya ekonomi dan isu  agama membuat Jokowi makin tidak disukai rakyat dan konstitutennya

 

"Tinggal satu tahun lagi. 2019 kita akan menyongsong presiden baru. Dari semua janji-janji Jokowi adalah janji-janji palsu," ujar Agus “Lenon” Edy Santoso yang menjadi orator dalam aksi itu.[ian/rml]

Category: 
Loading...