3 April 2020

Gandrung dan Barong Using Akan Tampil di "Frankfurt Book Fair"

Konfrontasi - Kesenian khas Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berupa gandrung dan barong using akan tampil pada ajang "Frankfurt Book Fair" di Jerman, 28 hingga 30 Agustus 2015.

"Kesenian Banyuwangi menjadi salah satu pengisi perhelatan budaya Indonesia yang menjadi tamu kehormatan pada Frankfurt Book Fair 2015. Ini adalah kohormatan dan kebanggaan bagi daerah yang diundang khusus mewakili Indonesia pada ajang internasional," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Yanuar Bramuda di Banyuwangi, Selasa (25/8).

Dalam keterangan tertulisnya dia menjelaskan bahwa Frankfurt Book Fair merupakan ajang internasional yang sangat bergensi. Pameran buku terbesar di dunia itu diikuti 100 negara dan tahun lalu dikunjungi 275.000 orang.

Menurut dia, selama di Jerman, tim kesenian gandrung dan barong uUsing akan tampil tiga hari berturut-turut, tepatnya di Museumsurferfest, Frankfurt bersama dengan penampilan beberapa musisi kenamaan Tanah Air, seperti Djaduk Ferianto dan Kua Etnika, Dwiki Dharmawan, dan J-Flow.

"Ini memang momen spesial, kesenian Banyuwangi diberi jadwal untuk tampil selama tiga hari berturut-turut. Ini kesempatan untuk mengenalkan budaya lokal ke publik global. Ini juga menjadi sarana promosi wisata budaya Banyuwangi," ujarnya.

Dalam penampilan di Jerman nanti, lanjut Bramuda, tim kesenian gandrung dan barong using akan membawakan sejumlah tarian, antara lain Barong Using Prejeng, Barong Using Gandrung, Jakripah, Pitik-pitikan formasi arak-arakan, Paman Iris, dan Jaran Goyang.

Tim Banyuwangi yang berangkat terdiri atas 11 orang. Mereka antara lain penari gandrung, seniman, budayawan, pelawak, penari, pengrawit, dan pembaca lontar. Tim ini dipimpin oleh pegiat budaya Using Aekanu Hariyono yang ditunjuk langsung oleh Goenawan Mohamad, budayawan yang juga Ketua Komite Nasional Indonesia untuk Frankfurt Book Fair.

"Penari gandrung senior Temu Mustari juga menjadi salah satu personel tim yang ikut berangkat ke Jerman," ujar Bramuda.

Sebagai persiapan, sebelumnya grup seni gandrung dan barong using Banyuwangi telah melakukan latihan bersama dengan tim seninam Djaduk Ferianto, Dwiki Dharmawan, dan pengisi acara yang lain di Teater Salihara Jakarta.

Latihan itu, katanya, dipantau oleh Slamet Raharjo dan etnomusikolog dan seniman tari Endo Suanda. Tim dari Banyuwangi berangkat 25 Agustus dan akan kembali ke Tanah Air pada 31 Agustus.

"Semua properti untuk tampil juga dibawa langsung dari Banyuwangi ke Jerman mulai barong using, pitik-pitikan, jaranan buto, kendang, gong, kethuk, angklung paglak, patrol, sampai jedhor pantus," katanya. (akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...