13 November 2019

Gambaran Sejarah Mengerikan Yang Meramal Kiamat Pada Masa Lampau

KONFRONTASI - Augsburg Book of Miraculous Signs mengungkapkan cerita masyarakat abad ke-16 yang dicengkeram kecemasan - perasaan yang juga bisa kita kaitkan dengan situasi abad 21, tulis Rebecca Laurence.

Belalang raksasa berkerumun di sekitar gunung laut. Paus dan binatang buas besar menggelepar di tengah lautan yang penuh badai. Dan, langit hitam menurunkan hujan es dan darah. Penglihatan aneh dan mengerikan ini ditemukan di dalam Augsburg Book of Miraculous Signs yang disebut juga sebagai Kitab Keajaiban.

Ini adalah manuskrip dengan ilustrasi indah yang dibuat di sebuah kota di Jerman pada pertengahan abad ke-16, namun baru-baru ini ditemukan dan sekarang disusun kembali dalam sebuah edisi baru, oleh Till-Holger Borchert dan Joshua P Waterman.  

Bola-bola emas

"Saya ingat ketika pertama kali melihat gambar secara langsung," kata Till-Holger Borchert kepada BBC Culture, "Saya sangat terpesona dengan kombinasi kesederhanaan dan keindahan yang secara sistematis menggambarkan malapetaka sepanjang masa."

"Gambar memukau ini pastinya disampaikan kepada para pembaca - yang melihat pertama kali dengan rasa kagum akan perkembangan bencana dan keajaiban dari awal sejarah sampai akhir zaman, seperti yang kemudian dipahami," catat Waterman.

Bagian pertama buku ini menyangkut Perjanjian Lama, sementara yang kedua berisi kisah yang terkait zaman purba sampai pertengahan tahun 1500an, saat buku itu diproduksi. Buku berakhir dengan cerita dari Kitab Wahyu.  

Merasakan sensasi terbakar 
Setiap gambar, seperti 1009 - Burning torch, disertai dengan keterangan yang suram: "Pada tahun 910 SM, matahari menjadi gelap dan bulan terlihat seperti darah, dan sebuah gempa besar terjadi, dan di sana jatuhlah dari langit dengan suara nyaring dan memekakkan obor besar yang terbakar. Ini diikuti dengan kematian banyak orang dan kelaparan di seluruh Jerman dan Italia. Lebih banyak orang meninggal daripada yang hidup."

Mengacu pada ramalan kuno, alkitabiah dan kontemporer dalam urutan kronologis, Kitab Keajaiban ini membangun struktur mapan yang serupa dengan buku-buku ramalan kontemporer lainnya. Ini adalah tradisi yang menyoroti periode penataan sejarah melalui tanda dan visi akhir zaman. "Saat mempelajari seri ilustrasi yang unik ini," kata Waterman, "penting untuk mengingat prinsip penataan sejarah dunia Kristen."

"Obsesi abad 16 terhadap tanda-tanda ajaib dimulai dalam agama, khususnya dalam pergolakan Reformasi Protestan," catatnya. Borchert setuju. "Dewan-dewan abad pertengahan telah meninggalkan Kekristenan dalam keadaan tidak kukuh, dan Reformasi mencoba untuk mengisi kekosongan itu," jelasnya.

"Ada perasaan umum dan mendesak tentang kehidupan akhirat dan cara terbaik untuk menjamin nasib seseorang." Munculnya perasaan yang meluas dan cepat tentang kemungkinan munculnya bencana "menciptakan lingkungan kegelisahan di mana tanda-tanda ajaib itu memainkan peran penting."  

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...