22 July 2018

Erwan Wilodilogo: Novel Tan Sin Dip Sebagai Bukti Keluarga Besar Tan Mencintai Loano

KONFRONTASI - Inisiatif dari masyarakat Loano terus bergelora dan tanpa henti. Dengan duet Budayawan Muda Lowano, sekaligus penulis dan tokoh muda nya Erwan Wilodilogo dan Kepala Desa Loano Bpk Sutanto beberapa program dan misi kebudayaan terus digalakkan di tanah yang menyimpan sejarah panjang bagi Purworejo dan nusantara ini.

Kembali ke catatan sebelumnya. Beberapa helatan dan festival yang di otaki oleh Erwan Wilodilogo setelah sukses dengan Gerebeg Lowano, Festival Pasar Kunang, Museum Mini Lowano, Jamasan & Caos Dahar Adipati Gagak Handoko, pembangunan Wisma Sambidjojo & Pendopo Budaya Singgelopuro, Upacara Cheng Ben dll. Kini penulis buku “ Lowano: The Hidden History ini terus berprogres dan berdedikasi untuk Bhumi Lowano yang dicintainya ini.

“Beberapa waktu lalu sudah ada kegiatan silaturahim dari keluarga Tan Sin Dip di seluruh Indonesia ke Loano, dan ada acara Cheng Ben. Kini terus komunikasi dan sudah ada semacam kesepakatan batin antara semua kerabat Trah Tan dan Lowano, bahwa kami akan bersama-sama berkontribusi dan berbakti nyata untuk Bhumi Lowano.” tambah Erwan.

Target sosok 40 tahun yang masih babyface ini ialah segera menyelesaikan buku selanjutnya yakni novel Tan Sin Dip: Kisah Sebuah Cinta yang Terpenjara yang akan di launching bersama dengan keluarga besar Tan di seluruh Indonesia.

“Tanggal 8 April lalu yang hadir dari Surabaya, Semarang, Jakarta, Purworejo, Magelang dll nya. Mohon doa nya kami bisa bersama-sama menciptakan sejarah, peradaban baru yang menjadi alternative pilihan di tengah hilangnya keteladanan sosok-sosok pemimpin yang kharismatik & amanah.” tambah Erwan di amini Kepala Desa Loano.

Banyak diceritakan dan menurut salah satu literen: “Tan Sindip berasal dari pasangan Tan Ing Hwat dan RA Sindip. RA Sindip yang merupakan anak perempuan Adipati Gagak Handoko, menikah dengan Tan Ing Hwat, pemuda Tionghoa. "Mereka mempunyai anak keturunan, namun akhirnya terpisah karena situasi politik saat itu," ( Kurnia Setyawati: Humas Keluarga Tan).

Akhirnya dengan niat dan kebaikan bersama. Semoga berdikarinya desa Loano, muncul nya para inisiator-inisiator kebaikan yang kebetulan juga para pribumi, anak-anak bangsa unggulan harus kita sokong bersama dan majukan ke pentas yang lebih besar agar slogan “desa mawa cara, negara mawa tata" bukan sekedar slogan saja. ( IE/IAN)

Category: 
Loading...