18 August 2018

Disbudpar Sleman Kembali Gelar Agenda Pelangi Budaya Bumi Merapi

KONFRONTASI  -  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman akan kembali menggelar agenda Pelangi Budaya Bumi Merapi, 23-25 September 2016 mendatang.
Even ini menurut rencana akan diramaikan dengan karnaval dan gelar potensi seni budaya.
Kepala Disbudpar Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi, mengatakan penyelenggaraan even ini tak lepas dari keragaman potensi seni budaya dan pariwisata yang dimiliki Sleman.
Potensi itu tersebar di kawasan Bumi Merapi yang tumbuh berkembang sebahai bagian dari harmoni kehidupan masyatakat Sleman.
"Tentunya, hal ini patut dieksplore sebagai daya dukung kepariwisataan Sleman melalui even khusus seperti Pelangi Budaya Bumi Merapi ini," kata Ayu, Jumat (16/9/2016).
Agenda ini menurutnya juga menjadi bentuk sinergi urusan kebudayaan dan pariwisata Sleman. Di mana, di dalamnya dikemas secara kolaboratif dengan Festival Kesenian Sleman (FKS) dan Festival Bregada Tradisional.
Diharapkan dengan adanya kolaborasi tersebut akan menjadi suguhan dan tontonan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang berkunjung ke Sleman.
"Komunitas bregada belakang semakin bermunculan. Memang tidak ada hubungan dengan bregada Keraton namun lebih ke arah kreativitas seni. Ini juga ingin kami eksplore lebih jauh dan menampilkannya," sambung Ayu.
Pelangi Budaya Bumi Merapi dipusatkan di Lapangan Denggung. Rencananya, event akan dibuka oleh Bupati Sleman pada 23 September ilanjut dengan kirab festival potensi kesenian unggulan dari 17 kecamatan.
Pada 24 September, dilangsungkan Festival Bregada Prajurit Radisiopnal dan pentas seni unggulan.
Puncaknya, pada 25 September, ada karnaval Pelangi Budaya Bumi Merapi di Lapangan Denggung.
Ayu mengatakan, karnaval puncak akan diikuti sekitar 50 kontingen seni dan budaya, 10 kontingren museum, dan 7 kontingen perwakilan luar daerah.
Di antaranya dari Riau, Lampung, Papua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan juga Bali.
Selain itu juga diramaikan dengan pertunjukan teatrikal, parade upacara adat dan merti desa, maupun festival batik.
"Nanti juga akan ada pertunjukan tayub massal dengan 40 orang penari putri yang atraktif dan interaktif," kata dia.(Juft/Banjarmasin)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...