De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon – 66

                                                           Episode 66
                                                       Fragmen Pertama
                                    Teuku Umar, Pejuang Bersiasat Kancil   

Akibat dari tragedi di kapal Bengkulen dan perampasan kapal Nicero, gubernemen kaphe-kaphe Belanda di Kutaraja menjadi marah. Deijkerhoff yang menggantikan Jhr.C.H.A Van der Wijck mengumumkan :”Barangsiapa yang dapat menangkap Umar, maka akan diberi hadian 25.000 ringgit.
Si Kancil Teuku Umar yang kini di pihak kaphe-kaphe Belanda tapi sedang bermasalah, sedang mengadakan perhitungan dengan  banyak orang, dengan banyak lembaga, dengan banyak pihak, terutama pihak kapal Hok Canton pada titimangsa 1886. Teuku Umar selain sebagai seorang pejuang, mujahidin, prajurit elit tanah Perlawanan, ia juga seorang pedagang lada yang cekatan dan memiliki perhitungan-perhitungan yang baik tentang dunia perdagangan lada di zamannya. Itulah Teuku Umar, yang masih memiliki jiwa pedagang sebagaimana nenek-moyangnya Datuk Machudum yang merantau ke tepi sungai Woja kurang satu abad sebelum lahirnya.  

Pada titimangsa 14 Juli 1886 Kapal Hok Canton berlabuh di Pantai Rigah. Kapal yang dinakhodai Hansen berlabuh di situ untuk membeli lada. Hansen sudah mengetahui kelakuan Teuku Umar di kapal Bengkulen dan peristiwa pembunuhan  awak kapal Nicero, Hansen tertarik untuk mendapatkan uang  25.000 ringit yang dijanjikan pemerintah kaphe-kaphe Belanda. Agar usahanya berhasil, Hansen meminta Teuku Umar mengambil uang pembelian senjata dengan pembayaran lada di kapal Hok Canton, yang dinakhodainya. Jika Teuku Umar naik ke kapal Hok Canton, Hansen akan segera menangkapnya hidup-hidup dan menyerahkannnya kepada Belanda.

Teuku Umar mencium bau konspirasi atau ada sesuatu yang janggal dengan permintaan Hansen. Hansen berusaha keras kepada Umar ketika terjadi pembicaraan lewat utusannya bahwa Teuku Umar harus datang sendiri ke kapal Hok Canton untuk mengambil uang pembelian senjata. Maka penciuman Teuku Umar yang begitu tajam, menjadi keyakinan Teuku Umar untuk menciptakan skenario baru di luar rencana Hansen.  Teuku Umar menyusupkan seorang  Panglima beserta 40 orang prajuritnya ke kapal Hok Canton. Sehingga sampai Hansen tersadar, bahwa dia dan seluruh kapalnya tengah dikepung.

Teuku Umar menuntut sisa pembayaran  lada yang dijualnya sebanyak $ 5 ribu sedang senjata yang didrop Hansen dalam pembelian lada itu telah diambil. Hansen bukannya membayar tagihan Teuku Umar, justru  memerintahkan anak buahnya menangkap Umar. Namun Teuku Umar sangat cepat bertindak dan memberi isyarat kepada para prajurit mujahdin untuk melumpuhkan Hansen dan seluruh isi kapal. Ternyata upaya Teuku Umar tidak mulus begitu saja, dua orang kulit putih yang ditawan itu mengadakan perlawanan. Oleh prajurit Teuku Umar keduanya ditembak mati. Bahkan Hansen pun sempat melawan dan dipukuli, ditembak hingga menderita luka-luka berat, yang berakhir dengan kematiannya di tahanan kapal. Teuku Umar membawa harta rampasan dari kapal Hok Canton. Demikianlah, Teuku Umar mencium orang yang ingin menculiknya untuk diserahkan ke pihak kaphe-kaphe Belanda, justru keinginan penculikan itu berakibat fatal bagi Hansen, pemilik kapal Hok Canton.  Dan kaphe-kaphe Belanda gagal menjalankan skenarionya lewat Hansen untuk menangkap Teukur Umar yang berhadiah  $ 25 ribu.

Jajaran pemerintahan kolonial Inggris di Penang mengeritik pemerintah kaphe-kaphe Belanda yang tak mampu menjaga keamanan di wilayahnya sendiri. Agaknya Teuku Umar ingin menarik simpati negara-negara besar seperti Inggris, Denmark, Amerika Serikat dan lain-lain tentang buruknya keamananan di Aceh. Simpati itu, dengan tujuan agar negara-negara besar tersebut ikut masuk ke Aceh dan berpihak kepada Teuku Umar untuk melawan kaphe-kaphe Belanda.  Pemerintah kaphe-kaphe Belanda semakin memperlihatkan rasa bencinya kepada Teuku Umar yang kini semakin berubah dan berulah. Dari penawanan kapal Hok Canton, Teuku Umar memperoleh uang tebusan sekitar  $ 25.000,-. Sesuatu yang sebenarnya juga tengah diincar oleh Raja Teunom, namun Raja Teunom cukuplah dengan apa yang diperolehnya dari tawanan kapal Nicero, dan Umar memperoleh uang  pula dari kapal Hok Canton.

Bagaimana  Teuku Umar menjalankan sebuah komedi yang menggelikan hati, karena telah menjadi kepercayaan pemerintah Belanda terhadap Umar, pelan-pelan Teuku Umar mengganti staf-staf yang terdiri dari perwira Belanda dengan orang Aceh sendiri.  Setelah staf penting itu digantikan, Teuku Umar kemudian melanjutkan penyerangan terhadap posisi-posisi mujahidin Aceh dengan cara tipu-tipu, Teuku Umar melakukan perang-perangan, alias perangnya anak-anak kecil yang sering berpura-pura mati atau berpura-pura tewas dan juga berpura-pura kalah dalam pertempuran.  Caranya? Teuku Umar benar-benar menyerang posisi mujahidin Aceh, tetapi pasukan mujahidin Aceh kabur melarikan diri. Dan Umar juga menyebarkan tenetaranya kepada para pemimpin Aceh lainnya untuk mengadakan negosiasi sepihak, bukan atas nama kaphe-kaphe Belanda. Yang benar-benar dilakukan Teuku Umar dengan serius adalah  menyerang para Uleebalang sering berbuat zalim dan memeras  rakyat yang tak punya apa-apa. Ini jatuh pada  Mat Amin, yang sering menyengsarakan rakyat.  

Sementara itu Teuku Umar pun sering mendapat nasehat dari Cut Nyak Dhien agar kembali ke garis semula. Bergabung dengan mujahidin-mujahidin Tanah Perlawanan dan kembali menggempur kaphe-kaphe Belanda dalam semua lini pertahanannya di seluruh wilayah di Aceh.  

“Umar, kembalilah berjuang bersama rakyat Aceh, karena rakyat Aceh sudah lama menunggumu dan menderita karena tuan berpihak ke kaphe-kaphe Belanda itu!” Ujar Cut Nyak Dhien.

Mendengar ucapan Cut Nyak Dhien itu, Umar pun tersentuh hatinya. Itu dilakukan Cut Nyak Dhien semata-mata karena Cut Nyak Dhien adalah seorang wanita yang kuat memegang prinsip, taat kepada agama. Dan yang paling masuk akal Teuku Umar adalah ketika Cut Nyak Dhien menerangkan tentang  kehidupan akhirat dan perjuangan suci dalam melawan kaphe-kaphe Belanda.

Dan semua itu terjadi setelah kaphe-kaphe Belanda menghadiahkan penghargaan yang besar sebagai Teuku Umar Johan Pahlawan, berupa 800 pucuk senjta dengan 25 ribu butir peluru, dan juga sejumlah uang yang nilainya sangat banyak. Uang itu pun ditambah dengan hasil tawanan kapal Hok Canton sebanyak $ 25.000. Tatkala Teuku Umar benar-benar kembali ke garis perjuangan awal, dimana penggabungan kembali seluruh staf dan prajuritnya menyatu dengan para mujahidin Aceh, Teuku Umar   membagi-bagikan senjata seperti layaknya membagi-bagikan kue.  Pekerjaan Rumah pertama yang dikerjakan  Teuku Umar adalah  merebut kembali daerah VI Mukim .  Teuku Umar meninggalkan rumah besar hadiah kaphe-kaphe Belanda yang ditempatinya di Kutaraja, dan ia kembali menghuni rumahnya di Lampisang.

Kali ini bukan rakyat Aceh serta para mujahidin Tanah Perlawanan yang berteriak-teriak tentang Pengkhiatan Teuku Umar. Tetapi pihak kaphe-kaphe Belanda dengan suara lantang,  dengan berbagai berita pada 'headline' di koran-koran di Batavia atau Koran-koran yang terbit di Nederland tentang pengkhianatan orang yang telah dijuluki dan dihadiahi Belanda dengan gelar paling terhormat, Teuku Umar Johan Pahlawan.   Kemarahan di mana-mana dan rasa malu yang demikian hebat. Itu terasa sekali di Batavia, di Nederland bahkan di Kutaraja akibat rasa malu yang sangat gubernur jenderal militer dan sipil penuh untuk Aceh, Jenderal   Deijkerhoof langsung diberhentikan tanpa hormat.  Lalu  Letjen Vetter dinaikkan ke tampuk kekuasaan di Kutaraja. Dengan segera gubernur Aceh yang baru ini langsung   mengeluarkan pengumuman ke seluruh pemerintahan kaphe-kaphe Belanda di Kutaraja dan seluruh Aceh bahwa  gelar kehormatan yang telah dilekatkan ke Teuku Umar  sebagai Panglima Besar Perang Kompeni serta gelar  Johan Pahlawan Teuku Umar dicabut. Vetter juga mencabut Teuku Umar sebagai Ulee Balang Leupung dan ia meminta Teuku Umar agar mengembalikan seluruh senjata yang telah diberikan pemerintah sebelumnya, mengembalikan semua uang yang telah dihadiahkan, juga peluru dan beberapa pemberian lainnya secara cuma-cuma. (Bersambung)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA