Bulan pun Malu-malu

OLEH: HANIF KRISTIANTO
31/01/2018 Vol. 245

Semenjak senja merah merona
Maghrib tiba diringi sayup adzan
Syaitan tungang langgang
Siang pun berganti malam

Bulan pun malu-malu
Malam ini banyak yang mengintainya
Dari balik tirai kehidupan
Manusia terpesona fenomena alam

Riuh manusia menyaksikan
Detik demi detik bulan menutup diri
Pudar sinarnya
Meredup beberapa waktunya

Teringat Ibrahim berkisah
Perjalananya mencari Tuhan yang disembah
Dikira bulan bersinar itu tuhan
Kenapa tuhan pun hilang?
Berganti matahari bersinar terang

Ibrahim tak lantas menyerah
Semua planet dan bintang gemintang
Bulan dan matahari merupakan makhluk
Pada Allah saja mereka tunduk

Siapa yang kuasa mengatur semua?
Tak satu pun alam semesta benturan satu sama lainnya
Siapa yang memposisikan matahari, bumi, dan bulan?
Sampai gerhana itu pun tiba

Dialah….
Tiada Tuhan yang layak diibadahi
Melainkan Allah Yang Esa
Tiada sekutu baginya
Bagi jiwa perindu surga

Siapa yang menyembah bulan
Bulan pun sirna tak beri manfaat apa-apa
Siapa yang menyembah matahari
Sinarnya akan hilang tatkala malam tiba
Siapa yang menyembah pepohonan
Dahan dan rantingnya akan tumbang
Siapa yang menyembah bebatuan
Batu pun pecah dihantam gelombang

Jangan salah sembah
Sembah Yang Kuasa saja
Dialah Allah
Tuhan seru sekalian alam

Dan bulan pun malu-malu
Menyaksikan manusia yang jauh dari-Mu
Dan bulan pun malu-malu
Menyaksikan manusia yang tak beribadah pada-Mu
Bersama malunya bulan
Malam ini terjadi gerhana
Satu tanda di antara tanda kebesaran-Nya
________
#yukmikir
#onlyone
#gerhanabulan
#gerhanamatahari
#islamkaffah
#puisiindonesia
#sastranusantara
#sastraindonesia

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...