Aku Tulis Puisi Ini

Juftazani
 
 
 
Pemerintahan yang kukenal saat baru mengenal dunia
Memorak-porandakan tatanan kemerdekaan insan
Menerbangkan mimpi-mimpi nun sampai ke surga
Mengusik tidur malamku, mengganggu ketenangan jiwaku
Dan membentur jendela batinku
 
 
 
Wahai penguasa, bermimpilah
Selama kalian masih bisa membeli harga diri
Orang-orang yang lupa diri
Walau seluruh warga negara telah kau beli dengan sempurna
Suara kebenaran tak akan pernah dapat dibungkam
Api perlawanan tak mengenal padam
Hingga kau runtuh dihantam badai gelombang
Saat itu nyawamu berada dalam ‘sakarat’
Semua catatan burukmu
Dipertontonkan nyata di depan walau kedua matamu terpejam
 
 
 
Aku tulis puisi ini
Karena semua harus satu suara
Bila tidak patuh pada penguasa
Jangankan suara, nyawapun akan ditebang
Tubuhmu akan dilindas kendaraan berlapis baja
 
 
 
Hei, aku tulis puisi ini
Karena rakyat dilarang berpendapat
Sementara di pelosok-pelosok desa terjadi keagaduhan
Dan tidak ada akal sehat
Kebijakan-kebijakan prematur penguasa
Yang keluar hanya dipikirkan dalam satu detik dijadikan undang-undang
Aku tulis puisi ini untuk menyadarkan seluruh anak-anak bangsa
Bangunlah dari tidur nyenyak kalian
Kalau perlu angkat suara
Bila suara tak didengar
Demo ke tengah kota
Jika demo tak mendapat respon
Perlu pula kau pikirkan
Untuk angkat senjata
 
 
 
Jabodetabek, 23 Januari 2020
 
 
 
 
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...