50 Pengusaha Batu Mulia Ikuti Pameran "Gemstone dan Antique Festival"

Konfrontasi - Sebanyak 50 pengusaha batu mulia dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti pameran "Gemstone dan Antique Festival" di Plasa Simpang Lima Semarang.

"Ada 50 stan yang diisi para pengusaha batu mulia dari berbagai daerah," kata Ketua Panitia "Gemstone dan Antique Festival" Tantie Yulianingsih di Semarang, Kamis (30/4).

Ia menyebutkan para pengusaha batu mulia itu, antara lain berasal dari Aceh, Medan, Pacitan, Solo, Jakarta, Yogyakarta, Purwokerto, Cilacap, dan tentunya Kota Semarang.

Menurut dia, tren batu mulia sekarang ini semakin naik dibuktikan dengan banyaknya penyelenggaraan pameran sehingga pihaknya berinisiatif menggelar pameran tersebut.

Namun, dibandingkan dengan pameran-pameran serupa, kata dia, pameran batu mulia yang berlangsung mulai 29 April-2 Mei mendatang itu bisa lebih "memanjakan" para penggemar batu mulia.

"Tidak hanya pameran batu akik, kami juga menyediakan tempat atau stan untuk melayani pemotongan dan pemolesan batu mulia. Ini yang membedakan dengan pameran lain," katanya.

Tantie mengatakan pihaknya juga mengadakan lomba batu mulia dan lelang batu, serta sertifikasi dan pembuatan memo yang ditangani oleh AvianNoor Gems Laboratorium dari Yogyakarta.

Jadi, kata dia, pameran batu mulia tersebut bisa dikatakan cukup lengkap sehingga diharapkan mampu menyedot banyak pengunjung, terutama kalangan penggemar batu mulia.

"Kami menargetkan setidaknya ada 1.000 pengunjung setiap harinya. Selain batu mulia, kami juga menampilkan barang antik dan pusaka. Belakangan ini kan sedang tren," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha batu mulia dari Aceh, Ampoen Chik (36) mengaku pada pameran itu membawa ratusan batu mulia berbagai varian yang berasal dari Kota Serambi Mekah.

"Saya bawa batu mulia berbagai varian dari Aceh, mulai jenis solar, black jade, hingga giok Aceh. Harganya bervariasi tergantung jenisnya, mulai Rp250 ribu sampai ratusan juta rupiah," katanya.

Meski baru pertama kali mengikuti pameran itu, ia mengaku optimistis batu-batu mulia yang dibawanya itu akan laku keras dalam pameran itu, sebab kualitasnya juga terjamin.

"Pada hari pertama (29/4) pameran, antusias pengunjung cukup tinggi. Ya, mudah-mudahan semakin meningkat antusias masyarakat sampai selesai pameran. Semoga berkah," katanya. (rol/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...