23 May 2019

Tokoh

An Open Letter to the President From DR. Rizal Ramli

Dear President Widodo: 

Over the past few days, Indonesia has experienced a series of traumatic and saddening events. The police have responded to hundreds of thousands of demonstrators, expressing their right of assembly and to protest against what they believe to be fraudulent elections, with brutal force. Innocent people have been beaten or fired upon, many severely wounded, while others have been tragically killed.

Rizal Rami Tak Ingin Negara Diatur dengan Cara Otoriter

KONFRONTASI -  Ekonom, Rizal Ramli menilai bahwa kondisi negara saat ini tengah menjalankan sistem otoritarian. Dan ia menegaskan tak mau sistem semacam itu dilanjutkan oleh pemerintah dalam mengelola negara.

Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa, Massa Tuntut Jokowi Mundur’’

KONFRONTASI -   Mobil komando untuk aksi mulai bergerak di Jalan Wahid Hasyim ke arah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun massa masih bertahan di perempatan Jalan MH Thamrin di samping gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu malam, 22 Mei 2019. Sementara itu massa yang ada di Mal Sarinah masih tetap bertahan. Massa mengibarkan bendera merah putih di dua lantai gedung Sarinah, sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya massa meneriakkan yel yel turunkan Jokowi.

Orasi Rizal Ramli: Insya Allah Kebenaran akan Ditegakkan untuk Wujudkan Perubahan

Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar

Saudara -saudara, bangsa kita di persimpangan jalan. Apakah kita meneruskan cara-cara curang, cara-cara yang tidak adil dan cara-cara yang semakin otoriter?

Kita semua berjuang dengan susah payah,agar negara kita menjadi negara demokratis yang bertanggung jawab dan ngayomi rakyatnya. Saya pada waktu muda, umur 22 tahun diadili dan ditangkap, di penjarakan di Suka Miskin karena ingin Indonesia yang demokratis, Indonesia yang adil.

Rizal Ramli: Makar Hanya Bisa Dilakukan Organisasi Bersenjata

KONFRONTASI- Mantan Menteri Koordinator Perekonomian RI Rizal Ramli, melepas seribu lebih peserta aksi 22 Mei yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di Rumah Perjuangan Rakyat, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu 22 Mei 2019.

"Jangan pakai undang-undang tentang perbuatan makar. Dalam istilah bahasa asing, makar adalah kudeta. Upaya kudeta hanya bisa dilakukan oleh organisasi bersenjata. Bagaimana warga tanpa senjata bisa melakukan kudeta," kata Rizal dalam orasinya.

Rizal Ramli Dihadapan Peserta Aksi 22 Mei: Hak Berkumpul dan Kebebasan Berpendapat Dijamin Undang-undang

KONFRONTASI - Sikap sejumlah lembaga yang berupaya menggagalkan jalannya Aksi 22 Mei menuai protes. Penggagalan itu dalam bentuk penghadangan kendaraan transportasi peserta di berbagai daerah yang akan menuju Jakarta.

Demikian disampaikan Tokoh Nasional, Rizal Ramli di hadapan seribu lebih peserta Aksi 22 Mei yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat atau GNKR di Rumah Perjuangan Rakyat, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu siang, 22 Mei 2019.

Pegang Selongsong Peluru, Amien Rais: Tito Anda Bertanggung Jawab!

KONFRONTASI - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Raisangkat bicara terkait kerusuhan yang terjadi pada aksi demonstrasi 22 Mei 2019.

Rekaman pernyataan Amien Rais diunggah melalui akun jejaring sosial Instagram @amienraisofficial. Dituliskan, Amien Rais memberikan pernyataan di Masjid Jami Al Makmur, Tanah Abang, pada 22 Mei 2019. 

Dalam video itu, Amien Rais, yang mengenakan baju koko putih, mengaku menangis, bersedih tapi juga marah, karena polisi dinilai menembak umat Islam secara ugal-ugalan.

Sarinah Square

Oleh: Syahganda Nainggolan

 

Ketika jumhur hidayat mengundang secara terbuka  unuk demo di bawaslu, aksi-aksi awal, saya bertanya padanya, dari mana Tahrir Aquare? Seorang aktifis di sebelah  dia mengatakan di sinilah, di Sarinah. Pertanyaan saya intinya di mana perjuangan berpusat?

Para Jenderal Senior Turun Gunung Aksi 22 Mei, Ada Apa?

 

Oleh: Harsubeno Arief

 

 

Para jenderal senior dari tiga angkatan TNI dan Polri dipastikan akan ikut turun dalam unjuk rasa di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Selasa dan Rabu (21-22/5).

Tertembak di Dada, Farhan Tewas Saat Bentrok Tanah Abang

KONFRONTASI -   Bentrok sepanjang malam di beberapa titik si Jakarta memakan korban jiwa bernama Farhan Syafero (30).

Korban yang tinggal di Kampung Rawakalong, Kelurahan Grogol, Kota Depok tewas akibat tertembak di depan Pasar Blok A Tanah Abang.

Direktur RS Budi Kemuliaan Fahrul W Arbi mengatakan, saat ini korban tewas tersebut sudah dibawa ke RSCM Cipto Mangunkusumo.

“Korban waktu datang belum meninggal,” ujar Fahrul di RS Budi Kemuliaan, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Pages