5 April 2020

Tokoh

Nanggung Kalau Cuma Kritik Luhut, Faisal Basri Ditantang Kritik Jokowi Sekalian

KONFRONTASI-Kritikan terhadap sosok Menteri Koordinator Maritim dan Investasi( Marves) Luhut Binsar Pandjaitan tidak hanya dilontarkan Eks Meneg BUMN Said Didu dan Ekonom senior Indef Faisal Basri.

Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara juga menyampaikan kritikan pedas senada.

"Kami setuju dan sangat medukung pernyataan Faisal Basri bahwa LBP (Luhut Binsar Panjaitan) lebih berbahaya dari pada Covid-19," demikian kata Marwan Batubara, Sabtu (4/4).

MAKI Akan Uji Materi Ke Mahkamah Konsitusi Untuk Membatalkan Pasal 27 Perppuu NO. 1 Tahun 2020.

Presiden Republik Indonesia Paduka Yang Mulia ( PYM ) Ir. JOKO WIDODO telah menggunakan kewenangannya dalam bentuk menerbitakan Peraturan Pemerintan Pengganti Undang Undang ( PERPPUU) No..1 tahun 2020 tentang KEBIJAKAN KEUANGAN NEGARA DAN
STABILITAS SISTEM KEUANGAN UNTUK PENANGANAN PANDEMI
CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID- 19) DAN/ATAU
DALAM RANGKA MENGHADAPI ANCAMAN YANG MEMBAHAYAKAN
PEREKONOMIAN NASIONAL DAN/ATAU STABILITAS SISTEM KEUANGAN

Said Didu Banjir Dukungan Gara-gara Diancam Dipidanakan Terkait Komentar ‘Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang Dan Uang’

KONFRONTASI -   

Jagat media sosial Twitter sedang ramai tagar #WeAllStandWithSaidDidu.

Tagar ini muncul setelah Jurubicara Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan, Jodi Mahardi mengancam akan mempidanakan Said Didu karena komentarnya di akun Youtube pribadinya.

Blak-Blakan Erick: RI Butuh 1,5 Juta APD, Jujur BUMN Tak Ada!

KONFRONTASI -     Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan hingga saat ini BUMN masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk dokter dan tenaga medis yang menangani pasien corona, jika terus bertambah.

Erick menjelaskan sudah melakukan simulasi terhadap kemampuan rumah sakit BUMN jika wabah virus corona di Indonesia terus bertambah. Menurut Erick, rumah sakit milik BUMN dan jaringannya mampu menampung sekitar 10.000 pasien.

Duh, Apa Nak Mau Dikata: Ribuan Orang Sudah Positif, Luhut Masih ‘Bercanda’ Corona tak Kuat Cuaca Indonesia

KONFRONTASI -   Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ternyata masih sanggup bercanda dengan wabah virus Corona yang saat ini menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Meskipun jumlah pengidap COVID-19 mencapai angka ribuan, tiap hari kian bertambah, dan jumlah angka kematian mencapai ratusan terus bertambah, baik pasien umum maupun dari kalangan medis, Luhut malah menyebut bila virus Corona alias COVID-19 diperkirakan tidak kuat dengan kondisi cuaca Indonesia.

Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari COVID-19

KONFRONTASI -  Ekonom senior Faisal Basri kritik keras Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Faisal menyebut Luhut lebih berbahaya daripada virus corona.

Faisal sendiri tidak bicara banyak soal apa yang dia maksud Luhut lebih berbahaya dari virus corona dalam cuitannya.

"Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19," cuit Faisal dalam akun Twitter @FaisalBasri, dilihat detikcom, Jumat (3/4/2020).

Viral, WN Malaysia Sebut Indonesia Tidak "Lockdown" Karena Pemerintah Tidak Bisa Jamin Kehidupan Rakyat

KONFRONTASI -   Tidak diberlakukannya lockdown oleh pemerintah Indonesia di tengah wabah virus corona atau Covid-19, nyatanya juga menjadi sorotan negara tetangga.

Dalam sebuah video yang beredar baru-baru ini, seorang wanita warga negara Malaysia, mengungkapkan keterkejutannya dengan meningkatnya wabah Covid-19 di Indonesia."Kita lihat Indonesia, MasyaAllah saya sangat takut sebab tiap hari kasus Covid-19 mereka naik meningkat," ujar wanita dalam video berdurasi tiga menit itu.

Masukan untuk Komisi XI DPR-RI dari Mantan Menkeu Ini

Alhamdulillah akhirnya Presiden Jokowi menerbitkan Perpu No.1/2020. Perpu ini mengingatkan saya  ke era ORBA ketika Bank Indonesia selaku bank sentral dapat memberikan berbagai pinjaman likuiditas ke masyarakat, selain pinjaman dan fasilitas kepada perbankan umum selaku the lender of the last resort.

Rizal Ramli Ingatkan Pemerintah: Tanpa Tata Kelola dan Transparansi yang Benar, Recovery Bond Buka Ruang Skandal Keuangan

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli  mengkritik kebijakan Presiden Jokowi yang memilih menambah utang atau membuat Bank Indonesia menambah peredaran uang dengan bungkus Recovery Bond.

"Dengan cara menambah utang lagi dan/ atau ‘cetak uang’ dengan bungkus Recovery Bond. Nilai rupiah akan semakin jatuh. Pengembalian BLBI dalam bentuk asset, ketika dipaksa jual IMF, recovery rate-nya hanya 25 persen," tandas pria berjuluk 'Rajawali Ngepret' itu.

Warga Gugat Jokowi karena Dinilai Lalai Tangani Corona

KONFRONTASI -    Presiden Joko Widodo digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (1/4) karena dinilai lalai dan terlambat dalam menangani wabah 

Pages