Opini

Presiden Gadungan

Oleh: M Rizal Fadillah

 

Presiden gadungan adalah terjemahan dari "Fake President". Bukan Presiden sebenarnya. Ini bisa berarti Presiden tidak kompeten baik sebagai Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan. Ia bisa sebagai boneka yang dimainkan oleh orang, kelompok, atau kekuatan lain. "Fake President" dapat juga identik dengan Presiden abal abal.

Jokowi Mundur Atau Dimundurkan?

Oleh:  M Rizal Fadillah

 

Pilihan sulit untuk Pak Presiden tapi inilah realita yang harus diterima. Sebagai figur politik seorang Presiden mestilah siap untuk mengambil atau diambil langkah politik. Ada naik ada turun. Mengikuti alur dinamika yang berfluktuasi antara kemampuan, kepercayaan, dan kesalahan. Tidak konstan berada pada kepastian dan agenda sendiri.

Mahasiswa Geruduk DPR. Ah, Yang Bener nih Berita? Gerudukan Mahasiswa Bukti Mereka Bermoral-Etis, Berupaya Tegakkan Keadilan dan Kebenaran

Oleh Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Beda mahasiswa sekarang (abad 21) dengan mahasiswa dulu (abad 20). Setidaknya ada dua faktor. Pertama, mahasiswa sekarang umumnya lebih berorientasi pada kerja. Cepat lulus, IP bagus, dapat pekerjaan, punya duit, lalu cari mertua. Gak sabar untuk segera hidup mapan. 

Cak Nun : Indonesia tidak bisa Jadi Seperti China

KONFRONTASI -   Emha Ainun Najib atau biasa dipanggil Cak Nun pernah menjelaskan di Maiyah betapa besar perbedaan dan keadaan yang ada di Indonesia dan China, perbedaan tersebut pula yang membedakan kemajuan negara Indonesia dan China.

(jft/Media Suara Indonesia)

Tenaga Kerja Tiongkok

Oleh:  Ginandjar Kartasasmita
 

Dalam perjalanan di pesawat Garuda, saya melihat-lihat majalah The Economist terbitan 23 April 2016. Ada sebuah artikel yang menarik saya mengenai hubungan Myanmar-Tiongkok.

Dalam artikel itu dibahas betapa hubungan Myanmar dengan Tiongkok, dua negara yang berbatasan dan terkait dalam tali-temali sejarah yang panjang, belakangan ini memasuki fase baru. Hal itu terkait proses demokratisasi di Myanmar dengan kemenangan NLD yang dipimpin Aung San Suu Kyi di pemilu lalu.

Kecurangan Pilpres 2019 (Ringkasan artikel Kemewahan Politik Petahana dan Kecurangan Piplres 2019)

Oleh: Abdurrahman Syebubakar  
         

 

 

Mengingat daya rusak-nya yang sangat luas dan berjangka panjang, membongkar kecurangan pemilu/pilpres menjadi suatu kebutuhan mendesak. Tidak saja untuk menggugat legitimasi politikus yang dimenangkan. Tetapi juga untuk mengingatkan publik agar terhindar dari terulangnya kejahatan politik elektoral di masa yang akan datang.

Tolak RUU Pengganti Dan Bubarkan BPIP !

Oleh: M Rizal Fadillah

 

.
Semangat untuk membatalkan RUU HIP luar biasa besar. Pemerintah dan DPR tidak akan berani mengambil risiko untuk memaksakan pembahasan RUU berbau Komunis ini. Rakyat akan melawan dengan desakan yang lebih kuat. MUI telah mengultimatum dengan membebaskan umat berbuat menurut ijtihadnya. Mungkin pula MUI mengeluarkan semacam resolusi jihad.

Lobster Oh Lobster

Oleh : Agnes Marcellina

 

Perbincangan mengenai lobster semakin menjadi hot topik, semakin digoreng semakin panas dan semua orang sepertinya ikut nimbrung membicarakannya sampai kepada ibu ibu di medsos dan facebook ikut tertarik dengan si sexy lobster bahkan banyak juga yang japri. Webinar banyak digelar dengan judul judul lobster, pembicaranya macam macam , mulai dari professor sampai ke masyarakat awam. Beberapa hari ini bahkan media terkenal membawa bawa isu lobster ini ke urusan politik dan menjadi polemik seperti biasa ada pro dan kontra.

Islam Wasathiyah: Moderasi Islam Indonesia

Oleh: Azyumardi Azra, CBE

 

 

Karakter atau jati diri Islam Indonesia adalah moderasi, yang dalam bahasa Qur’ani disebut wasathiyah. Moderasi Islam Indonesia terwujud dalam tawasuth, tawazun, ta’adul dan tasamuh dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam terminologi kajian Islam internasional, Islam wasathiyah sering diterjemahkan sebagai ‘justly-balanced Islam’—‘Islam berkeseimbangan secara adil’—atau juga ‘middle path Islam’—‘Islam jalan tengah’.

Pages