14 August 2018

Opini

Ekonomi Indonesia yang Melempem

Kita sudah memasuki tahun ke 6 dengan pertumbuhan ekonomi disekitar angka 5% sejak 2013 . Ekonomi kita yang melempem itu antara lain disebabkan karena terlalu mengandalkan kepada ekspor bahan mentah yaitu hasil tambang batubara dan Crude Oil Palm ( CPO ) serta komoditi lainnya seperti karet dll yang harganya turun sejak 2013 . Bahkan Cacao harganya juga sudah turun drastis sejak pertengahan 2016 . Perekonomian tradisional yang bernilai tambah rendah ini bahkan secara substansial tidak berubah dari sejak jaman kolonial Belanda .

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

Oleh: Dahlan Iskan

Multi tafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma'ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno.

Tafsir 1:
Dua-duanya percaya diri. Berani tidak ambil tokoh dengan rating tinggi.
Jokowi mungkin percaya omongan ini: disandingkan dengan sandal jepit pun akan menang.

Pasangan yang dipilih tidak harus yang bisa menambah suara. Yang penting tidak mengurangi suara.

Jokowi Demi Hukum Harus Mundur dari Jabatan Presiden

Oleh: Chandra Purna Irawan.,SH.,MH.
Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI

Prabowo Agaknya Perlu Membaca kembali Bab Khadijah dan Rasulullah

Oleh : H. ANHAR. SE. MM

Sejatinya pertarungan pilpres 2019 kali ini tidak hanya bicara  untuk 5 tahun kedepan saja 2019 -2024 tetapi, lebih.

Pertarungan kali ini tidak bicara mengenai Jokowi  Vs Prabowo saja tetapi bicara mengenai perebutan kekuasan untuk 15 tahun ke depan, bicara mengenai kontestasi tiga blok politik besar yang setelah berakhirnya Orde Baru tiga blok ini menguasai perpolitikan di Indonesia.

Bagaimana Sandiaga Uno Menjadi Trilyuner?

Oleh: Iman Supriyono
CEO SNF Consulting
IG/TG/Twitter: @imansupri

Di antara kandidat presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 Sandiaga Uno adalah yang hartanya paling banyak. Ia adalah trilyuner. Pertanyaannya, bagaimana ia memperoleh dan melipat gandakan harganya?

Muhasabah di Balik Gempa Bumi

Oleh: Minah, S.Pd.I
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Musibah terus menghampiri Negeri kita. Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan gempa yang menimpa saudara kita di Lombok. Gempa dengan kekuatan 7 skala richter membuat bangunan-bangunan banyak yang roboh dan menimpa korban hingga ratusan. Dan sekarang gempa kecil terkadang datang dengan tiba-tiba. Warga terus berjaga-jaga dan mengungsi, khawatir akan ada gempa susulan.

Perubahan Last Minutes, Sungguh Kejam

Oleh: Bagas Kurniawan
'Aliwa Institute

Perubahan, memang dibutuhkan waktu yang kadang cepat kadang lambat. Ketika perubahan itu begitu cepat, dipastikan respon terhadap perubahan akan semakin memberikan dampak secara cepat pula. Demikian pula perubahan bisa terjadi dengan berbagai bentuk, perubahan kepemimpinan negara (Presiden), perubahan di tubuh parlemen, atau perubahan politik.

Rakyat Legowo Menonton Dramaturgi Pilpres 2019?

Oleh: Chusnatul Jannah
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Jokowi Terjebak dan Jadi Badut Politik

Oleh: Dahlan Watihellu


Terlepas dari definisi politik secara umum, secara khusus saya mendefinisikan politik adalah penipuan secara halus.

Nasib Jokowi Nyaris seperti MH370?

Pemilihan Umum (Pemilu) seolah menjadi gula-gula bagi semut industri survei dan pengamat politik yang kian menjamur. Rakyat sebagai inti demokrasi kebingungan sebab peranan lembaga-lembaga tersebut, meskipun tidak semua, telah melampaui otoritasnya dengan menjelma menjadi "biro jodoh" Capres dan Cawapres, sedangkan pengamatnya menjadi "juru nikah" dengan menyodorkan "nama" cawapres tertentu.

Pages