5 April 2020

Opini

Darurat Sipil karena Covid 19?

Oleh:  Al Chaidar*

 

AE dan Covid 19: Aktivis dan Intelektual Melawan Gigitan Virus Corona

Oleh: Simon Syaefudin

 

AE Priyono. Itulah nama yang hingga kini melekat di hati para intelektual, prodemokrasi, dan aktivis kemanusiaan. AE -- demikian panggilan akrabnya -- adalah orang pertama yang mempublikasikan pemikiran-pemikiran keagamaan brilian dari almarhum Dr. Kuntowijoyo, novelis yang juga dosen UGM tahun 1980-an. Saat itu,  AE masih mahasiswa Fak. Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Yogya.

Status Darurat Sipil, Upaya Pemerintah Lari dari Tanggung Jawab

KONFRONTASI-Pemerintah berencana menerapkan status darurat sipil dalam menghadapi wabah Covid-19. Hal itu disampaikan sendiri oleh Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 lewat video conference dari Istana Bogor, Senin kemarin, 30 Maret 2020. Menurut saya, itu keputusan yang aneh dan berbahaya.

Corona Berjangkit, Utang Bakal Kian Melangit

Oleh: Edy Mulyadi*

Presiden Joko Widodo hari ini (Selasa, 31 Maret 2020) mengumumkan sejumlah kebijakan perlindungan sosial dan stimulus ekonomi guna menghadapi dampak Covid-19. Tentu saja, ini melegakan. Kabar gembiranya, pemerintah bakal mengalokasikan anggaran hingga Rp405 triliun untuk keperluan tersebut.

Ketika Negara Gagal Digulung Virus Corona

KONFRONTASI-Saat ini semua negara di dunia kewalahan menghadapi corona. Tak peduli kaya atau miskin. Tapi, ada beberapa negara yang sering disebut menjadi contoh bagus penanganan wabah corona: Korea Selatan dan Vietnam.

Melihat data penyebaran corona sejauh ini, kita mungkin bisa menambahkan: Bangladesh (167 juta jiwa, 48 positif, 5 meninggal), Sri Lanka (21 juta jiwa, 113 positif, 1 meninggal), Venezuela (30 juta jiwa, 119 positif, 2 meninggal).

Pakar: Darurat Sipil Lahir untuk Redam Pemberontakan Bukan Virus

KONFRONTASI -   Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menilai rencana penerapan darurat sipil untuk menghadapi penyebaran virus corona atau Covid-19 sangat berlebihan. Ia menilai, status darurat sipil tidak diperlukan sama sekali dalam situasi saat ini.

“Kita sudah punya UU Kekarantinaan Kesehatan dan UU Penanggulangan Bencana, Itu cukup,” kata Bivitri saat dihubungi di Jakarta, Senin, 30 Maret 2020.
 

Antara Jokowi, Wabah Virus Cina Covid-19 dan Krisis Ekonomi

Oleh: Syafril Sjofyan

 

 

MANTAN Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Joko Widodo sebagai orang yang ‘koppig’ alias keras kepala. Koppig dalam bahasa Belanda dilafalkan dengan kopeh artinya keras kepala.

Resume Tweet Guru Besar Filologi Universitas Islam Negeri UIN Jakarta

Oleh: Oman Fathurrahman

 

 

"Sejarah mencatat, 3 kali pandemic terjadi akibat wabah mematikan: Wabah Yustinianus (plague of Justinian) 541-542 M, Maut Hitam (Black Death) 1347-1351, dan Wabah Bombay (Bombay plague) 1896-1897. Pandemic abad 6 terkait dengan kematian kl. 25rb sahabat Nabi

Presiden Koppig

Oleh: Syafril Sjofyan*

Mantan Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Joko Widodo sebagai orang yang koppig alias keras kepala (Koppig dalam bahasa belanda dilafalkan dengan kopeh artinya keras kepala). Sikap keras kepala Jokowi itu, kata Novanto, bisa merugikan semua masyarakat. Hal itu terungkap dalam rekaman percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Riza Chalid.  Rekaman diperdengarkan dalam sidang MKD di gedung DPR Rabu tgl 2/12/2015.

Pemerintah Tak Punya Uang Di Tengah Serunya Virus Corona ?

Oleh:   Salamuddin Daeng

 

 

Sumber sumber utama penerimana negara/ Pemerintah di APBN  tahun 2020 untuk mendapatkan pendanaan tampaknya sudah makin kering. Sektor komoditas tak dapat diharapkan lagi. Sektor konsumsi terutam property, otomotif, telah lama melemah. Sementara,  sektor pariwisata sebagian besar diisi turis Tiongkok yang sekarang di-lockdown.

Pages