21 June 2018

Olahraga

Ronaldo Pencetak Gol Internasional Terbanyak

KONFRONTASI-Cristiano Ronaldo menjadi pencetak gol internasional terbanyak sepanjang masa di Eropa dengan 85 gol ketika ia mencetak gol pembukaan Portugal di pertandingan Grup B Piala Dunia melawan Maroko, Rabu.

Ini Biang Kekalahan Mesir atas Rusia, Diwarnai Gol Bunuh Diri Ahmed Fathi, di Menit 47

KONFRONTASI -  Tuan rumah Rusia mengalahkan Mesir 3-1 di matchday kedua babak penyisihan Grup A Piala Dunia 2018. Kemenangan itu membuat Tim Beruang Merah hampir dipastikan lolos ke fase knock-out babak 16 besar.

Di Stadion Saint Petersburg, St Petersburg, Rabu (20/6) pagi WIB, Mesir kembali diperkuat Mohamed Salah yang sebelumnya absen karena cedera bahu. Sementara Rusia punya modal kepercayaan diri setelah menang besar 5-0 melawan Arab Saudi di laga perdana.

Teknologi VAR Tak Digunakan, Brasil Protes FIFA

KONFRONTASI-Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) melayangkan protes kepada FIFA. CBF protes mengapa teknologi video asisten wasit (VAR) tidak digunakan untuk meninjau dua keputusan yang mereka yakini menghambat tim Brasil saat bermain imbang 1-1 dengan Swiss, Ahad (17/6).

Pemain Brasil memprotes keras insiden pendorongan bek Miranda oleh Steven Zuber ketika dia menyundul bola di awal babak kedua pertandingan pembuka Grup E. Mereka juga percaya Gabriel Jesus telah handball di dalam area penalti dan seharusnya mendapat tendangan penalti.

Prediksi Polandia vs Senegal

KONFRONTASI-Polandia mengandalkan Robert Lewandowski, sementara Senegal mengandalkan Sadio Mane. Kedua pemain sama-sama menempati posisi sebagai juru cetak gol, dan menorehkan prestasi menjulang di klub masing-masing.

Polandia menjajal Senegal dalam laga Grup H Piala Dunia 2018, yang diadakan di Spartak Stadium, Moskow, pada Selasa, pukul 18.00 waktu setempat, atau pukul 22.00 WIB. Pertandingan itu siap ditayangkan Trans TV.

Lewandowski yang didapuk sebagai kapten Timnas Polandia mampu mencatatkan prestasi jempolan di babak kualifikasi, dengan membukukan 16 gol dalam 10 pertandingan. Ini berarti setengah dari koleksi gol Timnas Polandia yang seluruhnya berjumlah 28 gol.

Ia juga menyabet predikat sebagai pencetak gol terbanyak di Bundesliga dengan mencetak 29 gol manakala membela Bayern Muenchen, dari 41 pertandingan secara keseluruhan, sebagaimana dikutip dari laman BBC.

Untuk merayakan kehebatan pemain itu, pada malam penyelenggaraan Piala Dunia, kantor pos Polandia merilis lima juta perangko dengan mencantumkan inisial RL9 beserta wajah Robert Lewandowski.

Polandia hanya membukukan dua clean sheets dalam babak kualifikasi, dan mempunyai catatan buruk berkaitan dengan lini pertahanan di antara peserta asal Eropa yang berlaga di Piala Dunia.

Polandia kini benar-benar berhadapan dengan ketajaman striker Liverpool Sadio Mane yang membela Senegal.

Mane mencetak 20 gol bagi The Reds dalam seluruh kompetisi, mencakup 10 gol di ajang Liga Champions. Dia berkolaborasi bersama dengan Roberto Firmino dan Mohamed Salah. Torahan ini hanya berada di bawah capaian Cristiano Ronaldo yang membukukan 15 gol.

Senegal kini dilatih oleh mantan pemain Birmingham City dan gelandang Portsmouth, Aliou Cisse, yang juga menjadi kapten Timnas Senegal dalam Piala Dunia 2002. Saat itu mereka lolos sampai kuarter-final.

Cisse mengatakan, "Sadio Mane pemain yang uni. Ia tidak akan dapat dibandingkan dengan pemain Senegal lainnya...meskipun dua tahun belakangan ia mengalami perubahan, tetapi ia tidak banyak berubah. Ia tetaplah sosokk yang rendah hati dan saya kali pertama bertemu dengan dia pada Olimpiade 2012."

"Senegal bukan hanya Sadio Mane. Ia bermain di klub yang hebat, dan hal ini memberi kontribusi yang positif bagi kami. Ia membela salah satu tim terbaik di Eropa. Ia sungguh pemain yang unik karena ia tidak dapat diprediksi, karena itulah ia pemain hebat. Ia bakal memberi perbedaan dalam mengumpan dan melepaskan tembakan ke gawang lawan. Ia (merupakan) salah satu pemain terbaik di dunia."

Striker Polandia, Robert Lewandowski, yang mencetak satu gol dalam Piala Eropa 2012 dan Piala Eropa 2016, menyatakan, "Saya berharap dapat tampil bugar. Ini kesempatan baik mengukir prestasi. Saya ingin mencetak gol lebih banyak lagi. Dan saya berharap dapat juga mencetak gol di Piala Dunia ini."  
 

Perempuan Kanada Ini Menangkan Lomba Lari Tersulit di Dunia

KONFRONTASI -  Seorang perempuan Kanada di AS telah menjadi perempuan pertama yang menyelesaikan Infinitus 888K (kilometer) –-yang bisa dikatakan sebagai salah satu lomba lari paling sulit di dunia.

Helene Dumais memulai kompetisi pada 24 Mei sekitar pukul 8 pagi di Hutan Nasional Green Mountain di negara bagian Vermont, AS.

Dumais menyelesaikannya dalam waktu 9 hari 22 jam dan 48 menit. Demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Senin (19/6/2018).

Polandia Akan Hadapi Senegal pada Penyisihan Grup Selasa Malam: Adu Tajam Dua Striker

KONFRONTASI -  Polandia akan menghadapi Senegal di pertandingan pertama penyisihan Grup H Piala Dunia 2018. Laga ini akan berlangsung di Stadion Spartak, Selasa (19/6/2018) malam, pukul 22.00 WIB.

Kekuatan Kesebelasan Belgia Terlalu Dominan Bagi Panama

KONFRONTASI -  Belgia tampil menawan dengan menang 3-0 atas Panama, Senin (18/6) malam WIB. Di Fisht Stadium, Sochi, Rusia, sejatinya Belgia lebih diunggulkan menang. Selain skuad mereka dihuni pemain bintang, yang jadi lawan adalah tim debutan di Piala Dunia.

Belgia sempat menemui kebuntuan di babak pertama. Usaha Eden Hazard dan kawan-kawan kerap menemui jalan buntu hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Ini Jadwal, Hasil, Klasemen, Top Skor Sementara Piala Dunia 2018: Hary Kane, Lukaku Tempel Ronaldo

KONFRONTASI -   Kemenangan 3-0 Belgia atas Panama di pertandingan Senin (18/6/2018), membawa striker asal klub Manchester United Romelu Lukaku bersama Diego Costa (Spanyol) dan Denis Cheryshev (Rusia)  membayangi Cristiano Ronaldo dalam peringkat pencetak gol terbanyak sementara. Dua dari tiga gol Belgia dijaringkan Lukaku.

Selain Lukaku, berkat dua golnya saat Inggris menghantam Tunisa 2-1 pada Senin (18/6/2018) , Hary Kane membuat persaingan merebut sepatu emas semakin sengit. Selain itu ada Diego Costa (Spanyol) dan Denis Cheryshev (Rusia)

Timnas Kroasia Pulangkan Kalinic Gara-gara Tolak Bermain

KONFRONTASI-Penyerang tim nasional Kroasia, Nikola Kalinic, dilaporkan bakal dipulangkan dari Piala Dunia 2018, setelah menolak diturunkan dalam laga kontra Nigeria, Minggu (17/6).

Kroasia memang akhirnya memenangi pertandingan dengan skor 2-0 atas Nigeria berkat sebuah gol bunuh diri dan eksekusi penalti Luka Modric.

Dampak Kekalahan Jerman bagi Para Pendukungnya

KONFRONTASI-Kekalahan Jerman dari Meksiko 1-0 berdampak bagi seluruh pendukungnya baik yang datang ke Stadion Luzhniki, Kota Moskow tempat berlangsungnya laga tersebut, maupun di luar bahkan di negara lain yang terpantau melalui media sosial.

Usai laga yang awalnya banyak orang menjagokan Jerman sebagai juara dunia itu, seluruh pendukung Jerman baik warga Jerman maupun warga negara lain seperti Indonesia, Jepang dan China terlihat lesu ketika keluar dari stadion itu.

Mey Ling, warga China yang datang dengan tiga rekan perempuan lainnya dari negeri panda itu mengaku sempat menangis ketika peluit panjang ditiupkan wasit yang memimpin pertandingan Alireza Faghani asal Iran dibantu dua rekan senegaranya yakni Reza Sokhandan dan Mohamadreza Mansouri.

Pendukung asal Indonesia Tanuhardi pun merasakan kekecewaannya karena harapan ingin melihat tim Panzer menang namun yang ditemui kebalikannya, jauh dari perkiraan banyak orang.

Ia mengakui permainan Meksiko bagus dengan serangan baliknya serta kepiawaian Javier Hernandez atau Chicarito yang mampu membuat gerakan tanpa bola sehingga membongkar pertahanan lawan, tetapi masih ada celah untuk bisa mengatasi dengan permainan khas Jerman.

Beberapa kali, lanjutnya, peluang dari anak-anak asuhan Joachim Loew kandas baik di lini pertahanan, tendangan tak terarah hingga beberapa kali diselamatkan oleh penjaga gawang Meksiko.

Mahasiswa asal Indonesia di Rusia yang juga pendukung Jerman, Teja Tjakradiningrat tak beda dengan pendukung lainnya. Kekecewaan itu tak bisa dihindarkan. Apalagi guna menyaksikan dan mendukung tim Jerman ia harus rela menyisihkan uang bulanan guna membeli atribut seperti syal tim Panzer itu.

Teja pun mengaku kesal beberapa kali upaya serangan Jerman kandas di tangan penjaga gawang. Ia menilai penjaga gawang Meksiko Guillermo Ochoa tampil pada peformanya dan dinilainya sebagai pemain terbaik pada laga itu.

Sementara para pendukung asal Jerman yang awal laga hingga gawang Manuel Neuer belum kebobolan dari aksi Hirving Lozano, yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan pendukung Meksiko, masih berteriak sambil mengibarkan bendera negaranya, selanjutnya terdiam.

Sepanjang jalan dari pintu ke luar stadion Luzhniki hingga ke stasiun kereta (metro) tidak banyak gerakan ataupun aktivitas dilakukan mereka. Hanya sesekali berfoto dengan latar stadion tersebut.

Namun, terkadang saat berfoto itu ada saja tingkah usil dari pendukung Meksiko yang langsung masuk dalam kelompok jangkauan yang akan diabadikan, dan langsung mengajak salaman sambil berpelukan.

Di dalam kereta pun mereka lebih banyak terdiam. Sepasang suami-istri yang datang khusus dari Jerman untuk memberikan dukungan, bahkan pipi sang istri dibubuhi gambar bendera negaranya, serta mereka pun membawa bendera, hanya mengatakan kecewa, sambil mengangkat kedua pundaknya.

Mereka pun tak menjawab ketika beberapa orang Argentina yang juga menyaksikan laga itu, berdiri di depannya, bertanya apa penyebab kekalahan tim besutan Joachim Loew itu. Tetap dengan gelengan kepala dan mengangkat pundaknya.

Obrolan kekalahan Jerman dari Meksiko terus berlangsung hingga di dalam rumah makan siap saji. Di situ kumpul beberapa orang yang baru menyaksikan pertandingan. Dengan bahasa Rusia--menurut mahasiswa Indonesia di Rusia yang paham dialek tersebut, mereka pun kecewa dan tak mengira.

Kekecewaan pun diungkapkan mereka yang tidak menonton langsung di Stadion Luzhniki. Terpantau melalui media sosial beberapa pendukung Jerman mengungkapkannya. Sahabat dari Lampung bahkan menulis hari ini tidak ingin melakukan apa-apa lantaran Jerman kalah.

Begitu pun rekan dari Gorontalo, yang memang pendukung fanatik tim Panzer sejak dulu, bahkan dia mengerti setiap pemain dari tahun ke tahun, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Postingnya di media sosial atas kekecewaannya itu mendapat tanggapan beragam. Bagi yang pendukungnya sama, mendapat komentar menyejukkan. Sebaliknya bagi yang tak suka tim Jerman menjadi ajang "pembantaian" melalui kata-kata.

Pages