Nasional

Presiden Tandatangani PP Tentang Tarif Biaya Nikah Yang Baru

KONFRONTASI - Setelah ditunggu-tunggu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menandatangi peraturan pemerintah (PP) tentang tarif biaya nikah yang baru.

Rencananya aturan ini secara resmi dipublikasi hari ini. Dengan adanya rencana ini, sudah tidak ada lagi pungutan nikah yang ditanggung masyarakat.
 
Aturan baru tarif pencatatan nikah itu tertuang dalam PP 48/2014 tentang Perubahan atas PP 47/2004 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Kemenag (Kementerian Agama).

Pengamat Sebut Tiga Kekeliruan Hatta di Debat

KONFRONTASI-Pengamat politik dari Universitas Airlangga Haryadi, menyebutkan ada tiga kesalahan yang dilakukan calon wakil presiden Hatta Rajasa dalam debat calon presiden dan cawapres, Sabtu (5/7) malam.

Menurutnya, ini merupakan sebuah kesalahan yang tak patut dilakukan seorang yang berpengalaman di pemerintahan dan terakhir memegang jabatan Menteri Koordinator Perekonomian.

Kata Pengamat, Jokwi-JK Berikan Performa Terbaik di Debat

KONFRONTASI-Penampilan pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, pada debat capres-cawpares terakhir, Sabtu (5/7) malam, dinilai memberikan performa baik, dari runutan debat sebelumnya.

"Penampilan Jokowi-JK  pada debat terakhir jauh lebih baik dari rentetan debat sebelumnya. Penyampaian dan penguasaan materi mengimbangi  Prabowo Hatta," ujar Pengamat Politik UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago kepada pers di Jakarta, Minggu (6/7).

Pembunuhan Anggota Brimob, Polisi Periksa 6 Saksi dan Keterangan Sopir Taksi

KONFRONTASI-Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya telah memeriksa enam saksi terkait kasus pembunuhan Bharada Rizky Dwi Wicaksono, 20 tahun, anggota Korps Brigade Mobil. Enam orang itu termasuk senior Rizky yang memesankan taksi. "Saat ini belum ada yang kami simpulkan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto pada Kamis, 3 Juli 2014.
 

Prabowo Kalahkan Jokowi dalam Debat Capres Terakhir. Prabowo Hampir Pasti Menang, Didukung Warga NU dan Muhammadiyah

KONFRONTASI- Calon presiden (capres) Prabowo Subianto dianggap lebih unggul dari capres Joko Widodo (Jokowi) dalam acara debat tahap kelima, Sabtu (5/7/2014) malam.

Keunggulan Prabowo ditunjukan dengan sikap-sikap ksatria sepanjang jalannya debat. Hal ini berbeda dengan capres Jokowi.

"Prabowo ksatria tulen. Sepanjang debat dia tunjukkan sikap untuk siap menang dan siap kalah dalam pilpres," ujar Pengamat politik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra di Jakarta, Minggu (6/7/2014).

Titik Rawan Jalur Mudik di Jawa Tengah yang Perlu Diwaspadai

KONFRONTASI-Sejumlah perbaikan jalan, terutama di wilayah Pantai Utara (Pantura) dipastikan tidak akan dapat selesai tepat waktu. Akibatnya, ada sejumlah titik rawan yang patut diwaspadai oleh pengguna jalan saat mudik Lebaran.

Berdasarkan data Dir Lantas Polda Jawa Tengah pada kesiapan Lebaran 2014, ada sekitar 27 titik rawan jalur mudik di Jawa Tengah yang harus diwaspadai, baik berada di jalan nasional maupun provinsi.

Jokowi-JK Dinilai Unggul di Debat Terakhir

KONFRONTASI-Pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut dua, yaitu Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) menang telak dalam debat terakhir yang digelar Sabtu (5/7) malam. Pantauan pembicaraan dalam Sosial Media (Sosmed) menyebutkan dari enam segmen debat, total percakapan tentang Prabowo-Hatta sebesar 22.584. Sementara Jokowi-JK mencapai 64.297.

Di Akhir Debat, Jokowi Terlihat Kaku Saat Baca Doa

KONFRONTASI-Calon presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) sempat menyelipkan sebuah doa sapu jagad dalam pernyataan penutupnya di acara debat Capres-cawapres tahap kelima.

Doa yang dibaca oleh Jokowi ini disampaikan sekaligus untuk menyakinkan kepada publik tentang identitas muslim yang selama ini diperdebatkan.

"Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adzabannar," kata Jokowi sambil menutup pidatonya di acara debat Capres-cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (5/7/2014).

Netralitas media bantu dinginkan suhu politik

KONFRONTASI-Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, Dr Arif Satrian, mengatakan, saat ini masyarakat membutuhkan netralitas media sehingga dapat membantu mendinginkan suhu politik yang memanas akibat kampanye hitam.

"Ini meredam gejolak Pemilu Presiden ini kita perlu semakin banyak media yang netral," kata Satrian, di Bogor, Sabtu.

Dia mengatakan, pemilihan presiden satu proses demokrasi yang diharapkan dapat mendewasakan masyarakat dalam berpolitik.

Pages