Nasional

KPI Sebut Klaim Kemenangan Sebagai Penyesatan Informasi

KONFRONTASI-Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan siaran hitung cepat (quick count), real count, klaim kemenangan, dan ucapan selamat secara sepihak kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sampai tanggal 22 Juli mendatang.

Ketua KPU Pusat, Judhariksawan mengatakan penayangan informasi quick count secara terus menerus dan berlebihan telah berdampak munculnya persepsi masyarakat tentang hasil pemilihan presiden. Muaranya, situasi bisa menjadi tidak kondusif.

Pengamat : Koalisi Pendukung Prabowo-Hatta Berpotensi Pecah

KONFRONTASI-Setelah berbagai manuver yang dilakukan untuk mengklaim kemenangan di Pilpres 2014, pasangan Prabowo-Hatta mulai kehilangan momentum setelah sejumlah manuver politik tidak cukup berhasil mengubah persepsi publik. Hal itu mengindikasikan bahwa potensi terbelahnya koalisi pendukung tersebut ada di depan mata.

Kata Pengamat, Golkar Berpotensi Rusak Citra PDIP dan Jokowi

KONFRONTASI-Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Saiful Umam, menilai tidak menutup kemungkinan Golkar akan merapat kepada pasangan Jokowi-JK yang telah memenangkan Pemilihan Presiden versi hitung cepat (Quick Count). Menurut Saiful Umam, gejala tersebut sangat munkin terjadi mengingat Partai Golkar selalu berada dalam pemerintahan sejak lahir di masa Orde Baru.

Koalisi Masyarakat Sipil Setuju Lembaga Survei Segera Diaudit

KONFRONTASI-Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri atas 21 lembaga swadaya masyarakat mendukung agar lembaga survei yang hasilnya saling berbeda hingga membingungkan masyarakat Indonesia untuk segera diaudit.

Siaran pers Koalisi Masyarakat Sipil yang diterima di Jakarta, Jumat (11/7), menyebutkan bahwa pihaknya  menolak segala upaya dan tindakan yang mengarahkan pada situasi rusuh dan kekerasan karena merupakan tindakan antidemokrasi.

Kantor Lembaga Survei JSI Dilempar Molotov

KONFRONTASI-Orang tak dikenal diduga melempar botol molotov di kantor lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI), Jalan Warung Jati Timur, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kanit Reskrim Polsek Pancoran, AKP Suroto membenarkan pihaknya mendapatkan laporan adanya pelemparan bom molotov itu, dini hari tadi.

"Ya, betul ada (laporan pelemparan molotov). Itu di Kantor JSI. Tidak sampai meledak," ujar Suroto saat dihubungi pers, Jumat (11/7).

Peneliti UI : Perbedaan hasil hitung cepat cederai kaidah survei

KONFRONTASI-Perbedaan hasil hitung cepat atau quick count yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei setelah Pilpres 9 Juli 2014, telah mencederai kaidah dan etika penyelenggaraan survei, hal ini disampaikan Direktur Lingkar Studi Efokus Rizal E Halim.

"Setidaknya tiga hal mendasar yang perlu dikritisi dari quick count Pilpres 2014," kata Rizal yang juga peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) menanggapi perbedaan hasil hitung cepat pilpres 2014 di Depok, Jabar, Jumat.

Senjakala Lembaga Survei di Pilpres 2014

KONFRONTASI-Kisruh quick count di pilpres 2014 bakal menjadi preseden buruk bagi seluruh lembaga survei. Rakyat bakal sulit mempercayai independensi dan akurasi kinerja lembaga survei yang ada.

Hal ini diungkapkan peneliti senior The Founding Fathers House (FFH). Dian Permata. Ia mengatakan, kegaduhan para lembaga survei seharusnya tidak perlu terjadi. Kondisi ini semakin membuat rakyat bingung dan tak percaya lagi.

‘’Celakanya, para ‘dewa-dewa’ survei yang bertarung merasa paling benar dan saling serang,’’ katanya kepada pers di Jakarta, Kamis (10/07/2014).

Kubu Prabowo-Hatta Merasa Lebih Pantas Mengklaim Kemenangan

KONFRONTASI-Kubu pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa merasa lebih berhak mengeluarkan klaim sebagai pemenang pemilu presiden (pilpres) dibanding kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kubu Prabowo-Hatta beralasan bahwa mereka memiliki data lengkap hasil penghitungan resmi dari setiap tempat pemungutan suara (TPS).

"Ini data sesungguhnya. Jadi ya kami memiliki referensi bahwa itulah perolehan angka pasangan Prabowo-Hatta," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya kepada wartawan di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Kamis (10/7) malam.

Indikator Politik: Kami dibayar Metro TV

KOFRONTASI-Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengaku hasil surveinya dibiayai oleh Metro tv. Dia menegaskan setiap mempublikasikan hasil quick count harus diberitahukan sumber dana ke publik.

"Untuk konteks Pilpres, kami dibayar Metro TV. Setiap kali, kita melakukan survei quick count dan sejenisnya harus diketahui dananya dan dananya ditanggung Metro TV," kata Burhanuddin kepada wartawan di Hotel Century, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (10/7).

Apa Tujuan Memanipulasi "Quick Count"?, Ini Penjelasan Peneliti

KONFRONTASI-Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mencurigai adanya manipulasi dari beberapa lembaga survei yang menunjukkan hasil berbeda dari hitung cepat yang dilakukan lembaganya. Hasil survei Indikator menempatkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul dengan 52,95 persen, sementara Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 47,66 persen.

Pages