19 December 2018

Nasional

Membandingkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan Tetangga Asia, Itu Lebih Adil

Tahun lalu, kita masih ingat, media di Indonesia ramai dengan polemik tentang seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Bruto/GDP) Indonesia dibandingkan negara-negara di Dunia. Sebenarnya diawali pada November 2016, diawali dengan pidato Presiden Jokowi pada acara Rapimnas Partai Amanat Nasional (13/11/2016), yang mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh tertinggi ketiga di Dunia setelah China dan India.Saat itu, akhir tahun 2016, klaim tersebut belum menuai polemik, sampai Jokowi mengulanginya beberapa kali lagi di pidatonya tahun 2017.

Johannes Kotjo Divonis Ringan, KPK Ajukan Banding

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta terhadap pemegang saham Blakgold Natural Resources (BNR) Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo.

Rizal Ramli: Harus Dipahami, Jejak Sejarah Indonesia

KONFRONTASI- Pada acara Launching “Jejak Sejarah Indonesia”, peta sejarah grafis oleh Fortuga ITB di Musium Nasional, Jakarta,   tokoh nasional DR. Rizal Ramli (RR) mengatakan : “Masyarakat yang tidak memahami sejarah masa lalu dan kebudayaannya, bagaikan rumah tanpa atap. Bisa kebanjiran sampah budaya asing.” ''Kalau yang masuk itu budaya yang bagus: kreatifitas, inovasi, keuletan, maka  itu bagus, benderang,''katanya.

KPK Ungkap 14 Dugaan Proyek Fiktif di Waskita Karya

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merinci 14 proyek terkait kasus korupsi pekerjaan fiktif pada PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang dilakukan oleh empat subkontraktor.

Boeing Diminta Ikut Bantu Temukan Jasad Para Korban Lion Air JT610

KONFRONTASI-Tim pengacara para korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 yang dipimpin Kabateck LLP meminta The Boeing Company, produsen Boeing 737 MAX 8, membantu Indonesia menemukan sisa jasad korban yang hingga saat ini belum ditemukan.

Bisakah Jokowi Menang di Pilpres 2019?

KONFRONTASI- Bisakah Jokowi menang di Pilpres 2019?  Kelas menengan ke bawah makin merosot dan dikejar pajak, dunia usaha lesu dan anjlok. Para pengusaha Tionghoa level menengah sudah terpuruk, banyak pabrik mandeg. Jokowi  masih ngungun, dan Prabowo bagaimanapun terus naik daun.

Narasi Jokowi: Usai Fakultas Kelapa Sawit, Terbit Petai & Jengkol

KONFRONTASI- Pernyataan Presiden Joko Widodo soal kelapa sawit menjadi buah bibir publik. Narasi Presiden tampak tak konsisten. Mulanya mendorong pendirian Fakultas Kelapa Sawit, namun kini justru mendorong petani kelapa sawit beralih menanam jengkol dan petai. Ada apa Pak Jokowi?

Kredibilitas Jokowi Digerus Defisit Neraca Perdagangan, Gagal Ekonomi

KONFRONTASI-  Sedih kita, Jokowi gagal ekonomi. Salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan ekonomi adalah mampu menciptakan neraca perdagangan yang positif. Belakangan ini pencapaian neraca perdagangan Indonesia terus merosot, seolah memperlihatkan kualitas dan kredibilitas kepemimpinan nasional.

Suko Sudarso: Rakyat Kehilangan Harapan dan Ini Sudah Lampu Kuning

KONFRONTASI- Tokoh nasionalis senior Suko Sudarso yang juga Mantan Komandan Barisan Soekarno, mengingatkan publik bahwa kini sudah lampu kuning bagi Jokowi menuju Pilpres 2019 karena masyarakat kehilangan harapan pada Jokowi, terjadinya kemunduran sosial-budaya dan demokrasi, memburuknya ekonomi,  melemahnya daya beli rakyat, membengkaknya utang, defisit neraca berjalan, kerusakan lingkungan dan melebarnya jurang kaya miskin serta perpecahan masyarakat (fragmentasi sosial) yang mengkhawatirkan.

Kiai PBNU Ceramahi Ketum PSI soal Poligami

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menolak praktik poligami. Pernyataannya menuai polemik. Ada yang setuju, ada yang menolak. Nah, untuk urusan poligami para kiai turun tangan menengahi. Grace diceramahin.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bereaksi dan meluruskan polemik soal poligami. "Islam memang tidak memerintahkan poligami. Namun jelas membolehkan poligami," kata Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan PBNUKH Robikin Emhas kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Pages