17 January 2019

Global

AS Mulai Tarik Pasukan dari Suriah

KONFRONTASI-Presiden Donald Trump memulai penarikan sepenuhnya pasukan Amerika Serikat dari Suriah, dengan menyatakan pada Rabu (19/12) bahwa mereka berhasil dalam tugas mengalahkan IS dan tidak lagi diperlukan di negara itu.

Myanmar Pelit Informasi, PBB Geregetan

KONFRONTASI-Dewan Keamanan (DK) PBB geregetan dalam menghadapi Myanmar. Tidak hanya pelit berbagi informasi tentang dugaan genosida di Negara Bagian Rakhine, Myanmar juga tidak serius mengatasi krisis Rohingya. Senin (17/12) DK PBB kembali mendesak junta militer Myanmar agar menanggapi serius temuan di lapangan soal genosida.

Setelah para petinggi PBB melawat ke Myanmar, junta militer memberikan lampu hijau kepada organisasi internasional tersebut untuk membangun kembali Rakhine. Pasca kekerasan bersenjata yang membuat kaum Rohingya kabur ke luar negeri, Myanmar belum memulihkan Rakhine. Akses menuju kawasan yang mayoritas penghuninya Rohingya itu juga sangat terbatas.

Namun, UN News melaporkan bahwa Myanmar kini mengizinkan PBB masuk Rakhine. Itu berkat lobi yang dilakukan Direktur The United Nations Development Programme (UNDP) Regional Asia Haolian Xu dan Wakil Direktur UNHCR Regional Bernard Doyle terhadap pemerintah Myanmar.

"Kami menyambut baik izin yang diberikan oleh pemerintah. Kami akan fokus pada proyek kecil lebih dulu," ujar seorang perwakilan delegasi PBB itu. Menurut dia, Haolian dan Doyle berada di Myanmar pada 10-14 Desember. Ternyata pertemuan itu membuahkan kesepakatan yang signifikan.

Sejauh ini, Rakhine masih tertutup bagi masyarakat umum. Padahal, Myanmar sudah meneken nota kesepahaman dengan PBB soal pembukaan akses di Rakhine. Namun, pemerintah yang dikuasai junta militer itu tidak pernah serius membenahi Rakhine. Karena itulah, saat ini DK PBB kembali merumuskan resolusi untuk Myanmar.

Kisah Pilu Imelda Cortez, Korban Perkosaan yang Masuk Penjara Karena Dituduh Aborsi

KONFRONTASI-Bukan hal yang mudah bagi Imelda Cortez mendekam di penjara selama delapan belas bulan. Ia pun tidak bisa menahan haru saat bisa kembali menghirup udara bebas Senin (17/12).

Korban pemerkosaan itu jadi pesakitan. Dia dijebloskan ke bui karena dianggap sengaja menggugurkan bayinya. Di El Salvador, aborsi dilarang keras.

Alkohol Picu 5 Persen Kematian Global

KONFRONTASI-Minum terlalu banyak alkohol menyebabkan kematian tiga juta orang di seluruh dunia pada tahun 2016, demikian sebuah laporan dan penemuan terbaru. Angka ini berarti bahwa minum berlebihan bertanggung jawab atas lebih dari 5 persen dari semua kematian global.

Laporan status global tentang alkohol dan kesehatan 2018 diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 21 September lalu.

Lebih dari seperempat kematian terjadi sebagai akibat dari cedera, menjadikannya penyebab utama kematian.

Ini diikuti oleh 21 persen kematian akibat gangguan pencernaan dan 19 persen karena penyakit kardiovaskular. Sisa dari daftar termasuk penyakit menular, kanker, gangguan mental, dan lain-lainnya.

Temuan ini juga mengidentifikasi demografi kunci berdasarkan jenis kelamin, usia, kebangsaan dan banyak lagi.

Lebih dari 75 persen kematian terdiri dari peminum pria, membuat mereka menjadi mayoritas yang jelas. Secara keseluruhan, diperkirakan 237 juta pria dan 46 juta wanita di seluruh dunia menghadapi gangguan terkait alkohol.

Kematian terkonsentrasi di sekitar kelompok usia yang lebih muda karena lebih dari 13 persen kematian melibatkan mereka yang berusia 20-an.

Para penulis juga mencatat minum episodik berat sangat tinggi di kalangan peminum yang lebih muda yaitu mereka yang remaja (15-19 tahun) dan mereka yang dewasa muda (20-24 tahun).

Saudi Ajak Indonesia Gabung ke Koalisi Antiterorisme

KONFRONTASI-Semua negara saat ini gencar melakukan upaya pemberantasan terorisme. Tidak hanya menjadi urusan negara itu sendiri, upaya membentuk aliansi antarnegara untuk memberantas kejahatan luar biasa tersebut juga aktif dilakukan. Salah satu yang agresif adalah Arab Saudi.

Negara paling berpengaruh di Timur Tengah itu mensponsori berdirinya koalisi militer negara-negara Islam untuk memberantas terorisme (Islamic Military Counter Terrorism Coalition/IMCTC) pada November 2017.

Remaja Suriah Dianiaya dan Diperlakukan Rasis di Sekolah AS

KONFRONTASI-Seorang remaja Suriah dirawat di rumah sakit setelah menghadapi serangan rasis di sekolah menengah tempatnya belajar pekan lalu.

Seyma (15), yang memakai jilbab, dipukul oleh murid lain di toilet Chartier Valley High School di Pittsburgh, Pennsylvania, pada Jumat (14/12), kata seorang warga negara Turki yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

Remaja putri tersebut pingsan setelah serangan itu dan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Hentikan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Muslim Uighur

KONFRONTASI - Fakta penindasan yang dialami Muslim Uighur di Xinjiang, China Barat kembali hangat, pelakunya tak lain adalah otoritas pemerintahan China, melalui aparatnya pemerintah China melakukan penangkapan dan penyiksaan besar-besaran terhadap Muslim Uighur, mereka ditindas di luar batas kemanusiaan, secara benderang peristiwa ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus segera dihentikan.

Puluhan Polisi Sao Paulo Dipecat Karena Terima Upeti dari Pengedar Obat Bius

KONFRONTASI- Lebih 50 petugas kepolisian yang berpatroli di kawasan yang sama di Sao Paulo ditangkap pada Selasa (18/12).

Kiat Agen Rusia Membantu Trump Memenangi Pemilu 2016

KONFRONTASI -  Komite Intelijen Senat Amerika Serikat pada Senin (17/12/2018) lalu merilis laporan mengenai agen-agen Rusia yang memanfaatkan media sosial untuk membantu Donald Trump memenangi pemilu dan menduduki Gedung Putih.

Dilansir dari The Washington Post dalam liputannya berjudul New Report on Russian disinformation, prepared for the Senate, shows the operation’s scale and sweep melaporkan analisis jutaan posting yang disediakan oleh perusahaan teknologi besar kepada Komite Intelijen Senat AS.

Kemungkinan Trump Ekstradisi Ulama Fethullah Gulen

KONFRONTASI -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada rekan sejawatnya dari Turki, Tayyip Erdogan, bahwa Washington "akan melihat" kemungkinan mengekstradisi ulama, yang Ankara tuduh berada di balik usaha kudeta tahun 2016, kata Gedung Putih, Selasa (18/12/2018).

Namun, Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tidak menyatakan komitmen soal kemungkinan ekstradisi.

 

"Apa yang dia katakan hanyalah bahwa kami akan melihatnya," kata Sarah Sanders, juru bicara Gedung Putih kepada wartawan.

Pages