18 August 2018

Global

Tak Ada Bukti Rusia Racuni Skripal

KONFRONTASI-Empat bulan setelah serangan racun saraf mantan perwira intelijen Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya di Salisbury, Inggris, penyelidik masih meraba-raba dalam kegelapan tanpa ada petunjuk yang pasti.

Rangka Jembatan Ambruk, Delapan Orang Tewas di China

KONFRONTASI-Sedikitnya delapan orang tewas dan tiga lainnya cedera akibat tertimpa rangka jembatan di Provinsi Hangzhou, China, Jumat (27/7) malam.

Korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat, demikian media resmi setempat, Sabtu.

Rangka bagian atas jembatan di Desa Langgan, Kabupaten Tonglu, Provinsi Hangzho, tiba-tiba ambruk pada pukul 19.40 waktu setempat (18.40 WIB).

Sejumlah saksi mata menuturkan bahwa terjadi hujan deras disertai petir saat rangka atas jembatan ambruk.

Pemilu Kamboja Tanpa Oposisi yang Kuat

KONFRONTASI- Para sukarelawan menyapu kelas dan menyusun meja di SD Toul Kork, Phnom Penh yang akan menjadi tempat pemberian suara dalam pemilu Kamboja.

"Saya yakin warga akan berbondong-bondong memberi suara," kata Yos Vanthan, ketua komite pemilu di SD itu, seperti dikutip Reuters, Sabtu (28/7). 

Pernyataan itu dikeluarkan setelah lawan-lawan politik Perdana Menteri Hun Sen menyerukan aksi boikot pemilu yang akan digelar pada Minggu (29/7) karena tidak diikuti oleh oposisi yang kuat. Mereka menyebut pemilu kali ini tidak sah. 

Kekhawatiran ini muncul karena jumlah pemilih yang kecil akan mengancam legitimasi Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang berkuasa. 

Memberi suara dalam pemilu tidak wajib di Kamboja tetapi pihak berwenang telah memperingatkan warga yang ikut memboikot akan dianggap sebagai "pengkhianat". 

Sebanyak 19 parpol ikut berlaga melawan CPP pimpinan Hun Sen, namun tidak satupun parpol itu merupakan pengkritik keras perdana menteri yang telah berkuasa selama 33 tahun ini. 

Oposisi terkuat, Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) yang kalah tipis dalam pemilu 2013, dibubarkan oleh Mahkamah Agung tahun lalu dan sebagian besar anggota parlemen dari partai itu dilarang berpolitik selama lima tahun. 

Sejumlah pimpinan CNRP mengasingkan diri ke luar negeri sementara ketua partai, Kem Sokha, dipenjara pada September dalam kasus pengkhianatan. Hun Sen yang telah memimpin Kamboja selama 33 tahun kini tidak memiliki lawan berat. 

PM Australia Tak Percaya Trump akan Serang Iran Bulan Depan

 

KONFRONTASI-Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan ia tidak memiliki alasan untuk percaya Presiden Amerika Serikat (AS) sedang merencanakan untuk membom fasilitas nuklir Iran.

ABC Australia melaporkan pada hari Jumat bahwa para menteri senior di pemerintahan Turnbull sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa AS membom fasilitas nuklir Iran, mungkin pada awal bulan depan.

Laporan itu mengutip sumber keamanan senior yang mengatakan fasilitas pertahanan rahasia Australia dapat digunakan untuk membantu Amerika mengumpulkan data intelijen dan mengidentifikasi target untuk membantu misi pemboman Iran mereka, dan bahwa badan-badan intelijen Inggris juga bisa digunakan.

Tapi Turnbull telah menolak laporan itu sebagai sebuah spekulasi. Ia bahkan mengatakan tidak memiliki alasan untuk percaya Trump sedang mempersiapkan konfrontasi militer.

"Saya melihat sebuah cerita hari ini mengklaim bahwa, di ABC, dan mengutip sumber-sumber senior pemerintah Australia," katanya. 

"Itu spekulasi, itu mengutip sumber anonim," tegasnya seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (28/7/2018).

Dia mengatakan sikap Trump terhadap Iran sudah diketahui, tetapi laporan ABC tidak mendapat manfaat dari "konsultasi" dengan kantornya, atau dengan kantor menteri pertahanan atau menteri luar negeri.

Retorika permusuhan antara Washington dan Teheran telah meningkat secara dramatis minggu ini dalam perang kata-kata antara Trump dan Presiden Iran, Hassan Rouhani.

Setelah presiden Rouhani memperingatkan AS seharusnya tidak "bermain dengan ekor singa", Trump menanggapi dengan mengatakan Iran akan menderita konsekuensi yang parah jika mengancam AS lagi.

Komandan militer senior Iran, Qassem Suleimani, membalas ancaman tweet Trump, membandingkan Trump dengan seorang penjudi dan pemilik kabaret. Suleimani mengatakan Iran akan menjadi orang yang "mengakhiri" perang antara kedua negara mereka.

Belarus Berikan Bebas Visa 30 Hari Bagi Wisatawan Indonesia

KONFRONTASI-Kabar baik untuk pelancong yang berniat pergi ke Belarus, negara tersebut kini memberlakukan bebas visa hingga 30 hari untuk Indonesia.

Belasan Tenaga Medis di Nikaragua Dipecat Gara-gara Ikut Demo

KONFRONTASI - Belasan dokter,perawat dan staf teknis di sebuah rumah sakit umum di Nikaragua dipecat. Mereka mendapatkan pemutusan hubungan kerja karena merawat para demonstran anti pemerintah yang terluka dan diduga mendukung aksi tersebut.

"Mereka yang dipecat tanpa pembenaran hukum bekerja di Rumah Sakit Oscar Danilo Rosales di kota barat laut Leon," ujar kepala departemen bedah dan endoskopi Javier Pastora seperti dikutip dari AFP, Sabtu (28/7/2018).
Rumah sakit tersebut dijalankan oleh kementerian kesehatan Nikaragua.

Pastora, yang telah bekerja di sistem kesehatan masyarakat Nikaragua selama 33 tahun, mengatakan bahwa anggota staf dipecat karena dianggap mendukung para pengunjuk rasa dengan merewat para demonstran.

"Mereka mengatakan kami adalah orang-orang yang menunjukkan solidaritas dan dukungan untuk perjuangan rakyat," katanya.

Pastora mengatakan setidaknya sembilan spesialis medis termasuk di antara mereka yang dipecat.
Sementara itu, seorang dokter mengaku dipecat saat tengah melakukan operasi.

"Saya tengah melakukan operasi ketika mereka dari sumber daya manusia datang untuk mengatakan bahwa saya tidak bisa lagi bertugas karena saya dipecat," kata salah seorang petugas medis yang dipecat, ahli bedah kanker Aaron Delgado.

Seorang dokter anak yang diberhentikan, Edgar Zuniga, menyebut pemecatan itu dilakukan dengan "sewenang-wenang."

"Mereka dipecat karena berpikir berbeda, karena mengatakan Nikaragua membutuhkan demokrasi, kebebasan, bahwa penindasan dan pembunuhan harus dihentikan dan harus ada dialog," katanya.

Staf dan warga di Leon mengadakan protes di depan rumah sakit menuntut para dokter, perawat dan staf medik yang dipecat untuk dikembalikan.

Leon dulunya adalah benteng dukungan bagi gerakan Sandinista yang dipimpin Ortega. Namun saat kerusuhan pecah, kota itu beberapa kali diserbu oleh polisi anti huru hara dan para militer pro pemerintah untuk menumpas aksi protes.
Kelompok-kelompok HAM mengatakan lebih dari 2.000 orang telah terluka di seluruh negeri sejak bentrokan meletus pertengahan April.

Banyak dari mereka mendapatkan perawatan medis untuk luka mereka dari sukarelawan di luar sistem kesehatan negara, yang dikatakan telah menerima perintah untuk menolaknya.

Tuduhan ini memperkuat laporan bahwa mereka yang dianggap mendukung aksi protes yang menyerukan pemecatan Presiden Daniel Ortega dianiaya oleh pemerintah dan simpatisannya.

1.500 Pengungsi Tewas di Laut Tengah Sepanjang 2018

KONFRONTASI-Sedikit-dikitnya 1.500 pengungsi tewas di Laut Tengah sepanjang 2018, sementara jalur Libya menuju Italia menjadi yang paling mematikan, kata badan perpindahan PBB Organisasi Migrasi Internasional (IOM) pada Jumat.

Buaya Gentayangan, Kerangkeng Disebar di Phuket

KONFRONTASI-Sejumlah kerangkeng disebar di bagian barat pulau Phuket, Thailand, demi menangkap seekor buaya hidup-hidup, kata seorang pejabat senior pemerintah pada Jumat (27/7).

Paket Mencurigakan di Trump Tower Diselidiki

KONFRONTASI-Polisi masih menyelidiki beberapa paket mencurigakan yang ditemukan di Trump Tower di Manhattan pada Jumat, kata Departemen Kepolisian New York (NYPD).

Lebih dari 7.000 Anak Jadi Korban Konflik Suriah

KONFRONTASI-Wakil Khusus PBB Urusan Anak-Anak dan Konflik Bersenjata Virginia Gamba pada Jumat (27/7) mengatakan PBB telah memverifikasi lebih dari 7.000 anak meninggal atau cacat akibat konflik Suriah sejak peristiwa itu meletus pada Maret 2011.

Pages