24 May 2018

Global

Militerisasi LCS Berlanjut, China Kembali Sebar Sistem Rudal

KONFRONTASI -  China diam-diam kembali meningkatkan operasi militernya di Laut China Selatan (LCS). Negeri Tirai Bambu itu secara diam-diam telah menyebarkan sistem rudal canggih ke udara di salah satu pulau yang diperebutkan di LCS.

Dari Jerman, Pangeran Khaled Serukan Kudeta Raja Salman

KONFRONTASI- Pangeran Khaled bin Farhan menyerukan kudeta terhadap Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Pangeran Saudi yang mendapatkan suaka di Jerman itu memberi seruan kepada pangeran-pangeran Saudi lainnya yang merupakan pamannya, seperti Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran Muqrin bin Abdulaziz.

Seperti dilansir Press TV, Rabu (23/5/2018), seruan bertujuan mencegah struktur berkuasa saat ini yang dipimpin putra Raja Salman, Pangeran Mohammed bin Salman, merusak Kerajaan Saudi. Seruan itu disampaikan dalam komentar portal berita Middle East Eye yang dirilis Senin (21/5) lalu.

Dalam seruannya, Pangeran Khaled meminta Pangeran Ahmed dan Pangeran Muqrin menggunakan pengaruh mereka di kalangan anggota Kerajaan dan militer Saudi untuk melakukan kudeta terhadap Kerajaan Saudi. 

Pangeran Khaled mengatakan perubahan diperlukan untuk menyelamatkan Kerajaan Saudi dari arahan 'irasional, tak terduga, dan bodoh'. Raja Salman secara mengejutkan menunjuk Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS menjadi putra mahkota Saudi pada Juni 2017.

MBS pun menggantikan Putra Mahkota Saudi sebelumnya, Pangeran Muhammed bin Nayef. Pangeran Khaled menyebut naiknya MBS secara drastis memicu pertanyaan.

"Jika Raja Salman dalam kondisi kesehatan yang baik, hal-hal tidak akan mencapai tahap ini. Ketika kita melihat kebijakan publik di Arab Saudi, kita bisa melihat bahwa Raja Salman sepenuhnya absen dari layar atau dari panggung politik di Arab Saudi," sebut Khaled.

MBS kini menjabat Menteri Pertahanan Saudi dan dipandang sebagai tokoh paling berpengaruh di Saudi. Gebrakan yang dibuatnya menaikkan dinamika, baik di dalam maupun luar Saudi.

Akhir 2017, dilakukan penangkapan ratusan pangeran dan pengusaha Saudi dalam operasi yang disebut 'kampanye antikorupsi'. Total US$ 100 miliar disita dari orang-orang yang ditangkap, sebagai pertukaran atas pembebasan mereka.

Namun, setelah dibebaskan, sebut Pangeran Khaled, orang-orang itu bukan benar-benar bebas. Menurutnya, orang-orang yang baru dibebaskan itu dipantau dengan alat yang dipasang di kaki, kemudian telepon genggamnya dipantau dan mereka dilarang pergi ke luar Saudi.

"Jadi mereka hidup dalam situasi yang sangat memalukan," sebutnya.

Pangeran Khaled menyebut operasi penangkapan massal itu memicu banyak kebencian di kalangan keluarga Kerajaan Saudi terhadap MBS sendiri. "Keluarga merasakannya sebagai pelecehan," sebutnya. 

"Ada banyak kemarahan di dalam keluarga kerajaan," klaim Pangeran Khaled.

Pangeran Khaled menyebut seruan kudeta itu didukung '99 persen anggota keluarga kerajaan, dinas keamanan dan militer akan berdiri di belakang mereka'. 

"Saya menerima sejumlah besar email dari kalangan kepolisian dan militer yang mendukung seruan saya," klaimnya lagi.

MBS juga dipandang sebagai arsitek dari operasi militer pimpinan Saudi di Yaman selama tiga tahun terakhir, yang telah menewaskan dan membuat puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Selain itu, Pangeran Khaled juga menyebut Pangeran Mohammed bin Salman memiliki masalah psikologis. Namun dia tak mau menyebutkan secara detail masalah psikologis yang dimaksudnya.

"Di sekolah, dia memiliki masalah psikologis dan saya lebih baik tidak membahasnya terlalu detail, tapi kesehatan mental bisa berdampak pada seseorang secara keseluruhan, dan saya bisa melihat dengan jelas bahwa setelah dia memegang kekuasaan dan cara dia berurusan dengan politik, mencerminkan masalah psikologisnya," ucap Pangeran Khaled dalam wawancara dengan portal berita Middle East Eye, seperti dilansir pada Rabu (23/5/2018).

Pangeran Khaled melihat masalah psikologis itu muncul karena MBS belum berpengalaman. Selain itu, masalah psikologis MBS juga muncul terkait sepupunya yang ditangkap.

"Tapi ketika dia masih muda, dalam keluarga kerajaan, dia tidak punya status. Dia hanya anggota keluarga biasa. Saudara-saudaranya punya posisi lebih tinggi, dan mereka memiliki suara di dalam lingkungan elite penguasa Saudi. Tentu saja, sepupu-sepupunya lebih tua, lebih berpengalaman, posisinya lebih bagus, lebih berpendidikan dan hal lainnya," sebut Pangeran Khaled yang kini mengasingkan diri di Jerman.

"Jadi saya pikir dia (MBS-red) mulai memiliki masalah psikologis, karena salah satu sepupunya yang ditangkap, ketika dia (MBS-red) bertemu dengannya, dia (MBS-red) harus meminta izin bertemu, dan mungkin pangeran itu akan bertemu dengannya, atau tidak. Jadi ini memicu masalah psikologis di dalam dirinya (MBS-red) dan sekarang ini, dia sedang membalas dendam terhadap sepupu-sepupunya," tudingnya.

Pangeran Khaled mengaku mengenal dan kerap berurusan dengan Raja Salman di masa lalu. Namun untuk MBS, Pangeran Khaled mengaku tidak pernah bertemu atau berurusan langsung dengannya. 

Diakui Pangeran Khaled bahwa dirinya memiliki dendam pribadi terhadap Raja Salman, saat dia menjabat Emir Riyadh yang berwenang mengurusi setiap masalah keluarga kerajaan. Pangeran Khaled menyebut Raja Salman seorang rasis, karena memaksa ayahnya bercerai dengan ibunya yang berasal dari Mesir dan memaksa saudara perempuannya bercerai dengan suaminya yang berasal dari Kuwait.

Seruan Pangeran Khaled ini mencuat di tengah menghilangnya MBS dari publik secara misterius sejak aksi baku tembak dan ledakan di luar Istana Kerajaan Saudi di Riyadh, bulan lalu. Sejumlah sumber mengklaim bahwa insiden 21 April yang disebut otoritas Saudi sebagai penembakan drone kecil, sebenarnya merupakan upaya kudeta oleh keluarga Kerajaan Saudi yang menentang Raja Salman.

Mahathir Potong Gaji Menteri, Malaysia era Najib Razak Utang Rp3.593 Trilyun

KONFRONTASI- Para analis mengungkapkan dI indonesia gaji menteri, presiden,wapres dan DPR beserta para pimpinan memperoleh kenaikan gaji atau fasilitas atau tunjangan meski utang terus bertambah sampai lebih dari Rp5000 trilyun dengan kurs Rp14.000/dolar AS. Era reformasi RI  penuh masalah, tumpukan utang dan disparitas ekonomi serta ketidakadilan.

Iran Anggap Menlu AS Terjebak Dalam Khayalan Lama

KONFRONTASI-Setelah seorang panglima Pengawal Revolusi mengungkapkan kekesalan kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo sehari lalu dengan menyatakan rakyat Iran ingin menampar wajahnya, gilian Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif yang mengungkapkan kegusarannya kepada Mike Pompeo.

Kolera Jangkiti Nigeria, Belasan Tewas, Ratusan Terinfeksi

KONFRONTASI-Wabah kolera telah menewaskan 12 orang dan kemungkinan telah menginfeksi setidaknya 134 orang lainnya di negara bagian Nigawa, Nigeria timur laut, menurut seorang pejabat medis pada Rabu.

"Sejauh ini 12 orang telah meninggal karena penyakit itu dan terdapat banyak kasus lagi," kata Ezra Sakawa, direktur medis rumah sakit umum untuk Kota Mubi, tempat penyakit itu menyerang.

"Kami kekurangan tenaga untuk menghadapi wabah yang begitu besar," kata Sakawa, sambil menambahkan bahwa para perawat juga terinfeksi.

Astaga! - David Friedman, Dubes AS Tengah Berpose dengan Poster Kuil Yahudi Menggantikan Masjid al-Aqsa

KONFRONTASI -  Duta Besar (dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel David Friedman berpose dengan poster kaki langit Yerusalem yang dibuat dengan komputer. Poster itu menunjukkan kuil Yahudi menggantikan Masjid al-Aqsa dengan ditempatkan di atas situs suci umat Islam tersebut.

Dua Diplomat AS Diusir dari Venezuela

KONFRONTASI - 2 diplomat Amerika Serikat (AS) diusir dari Venezuela. Presiden Venezuela, Nicholas Maduro yang baru saja memenangkan pemilihan umum di negaranya mengumumkan pengusiran 2 diplomat Amerika Serikat (AS).

Maduro mempersona non gratakan 2 orang top diplomat AS karena dituding melakukan perlawanan terhadap Pemerintah Venezuela yaitu Todd Robinson dan Brian Naranjo.

Pengumuman persona non grata terhadap 2 diplomat AS ini diumumkan Maduro melalui pidatonya di televisi pada Selasa (22/5).

Rakyat Iran Bakal Permalukan Menlu AS

KONFRONTASI-Wakil Komandan Basis Garda Revolusi Sarollah Iran, Ismail Kowsari, pada Selasa mencemooh ancaman Amerika Serikat (AS) memperketat sanksi dengan mengatakan bahwa rakyat di Republik Islam Iran akan menanggapi dengan membuat malu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pompeo pada Senin (21/5) di Washington DC meyatakan bahwa akan memberlakukan hukuman baru, jika Teheran tidak melakukan perubahan besar, termasuk meninggalkan program nuklirnya dan menarik diri dari perang saudara Suriah.

Dua minggu setelah Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran, Pemerintah AS mengancam memaksakan "sanksi terkuat dalam sejarah" sekaligus menetapkan Washington dan Teheran dalam posisi konfrontasi.

"Rakyat Iran harus bersatu dalam menghadapi ini dan mereka akan mempermalukan Menteri Luar Negeri Amerika dan siapa saja yang mendukung mereka," kata Ismail Kowsari di Tehran, yang dilaporkan Kantor Berita Buruh Iran (ILNA) dan dikutip Reuters.

Membatasi kemampuan misil Iran adalah salah satu tuntutan utama Mike Pompeo, yang sebelumnya menjabat Direktur Pusat Agen Intelijen AS (CIA)..

"Siapa Anda dan Amerika untuk memberitahu kita membatasi jangkauan misil balistik?" kata Kowsari.

Ia menimpali, "Sejarah menunjukkan bahwa dengan serangan di Hiroshima dan Nagasaki, maka Amerika adalah penjahat teratas berkaitan dengan misil."

Dua Penerjun Payung Tewas, Tabrakan di Ketinggian 1.500 Meter

KONFRONTASI- Dua orang penerjun payung tewas setelah bertabrakan di udara usai melompat dari sebuah pesawat terbang di ketinggian 5.000 kaki atau sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

Sebuah video yang tersebar di media sosial memperlihatkan kedua penerjun payung itu "beradu kepala" di langit wilayah Tatarstan, Rusia. Akibat kecepatan tinggi usai melompat dari pesawat, tabrakan itu membuat kedua orang tersebut kehilangan kesadaran.

Malam Ramadhan, Serangan Bom Meledak di Tiga wilayah Thailand Selatan

  

KONFRONTASI  – Ledakan bom yang terjadi di tiga wilayah Thailand bagian selatan pada Sabtu malam (20/5/2018), sedikitnya 2 orang luka-luka.

 

Dilansir Thai PBS, pada pukul 19:00, terjadi ledakan bom empat tempat pertama di Bandar Pattani, salah satu provinsi di Thailand selatan. Bom tersebut menghancurkan empat ATM bank, sedikitnya 2 orang terluka-luka warga sipil.

 

Pages