Global

Donald Trump Hapus Perlakuan Khusus untuk Hong Kong, Ribuan Mahasiswa Kena Imbasnya

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai memerintahkan untuk menghapus perlakuan khusus bagi Hong Kong.

Ini merupakan respons atas upaya China memberlakukan undang-undang (UU) keamanan nasional di wilayah semi-otonomi tersebut.

Menurut dia, China melanggar otonomi Hong Kong dengan memberlakukan UU Keamanan.

"Kami akan mengambil tindakan untuk mencabut perlakuan istimewa Hong Kong," katanya, seraya menambahkan, AS juga akan menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang dianggap bertanggung jawab.

Hassan Rouhani Larang Penggunaan Semua Teknologi Buatan Israel

KONFRONTASI -  Presiden Iran Hassan Rouhani secara resmi melarang kerjasama teknologi dengan Israel. Larangan itu juga mencakup penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras dari negara berpenduduk mayoritas Yahudi tersebut.

Larangan tersebut merupakan tindak lanjut dari rancangan undang-undang (RUU) tentang larangan penggunaan semua teknologi Israel. RUU itu telah menjadi undang-undang (UU) setelah disahkan Parlemen dan Dewan Wali—badan pengawas yang memastikan hukum sesuai Islam—di Teheran pekan lalu.

Usai AS Terbangkan B-1B Lancer, Kini Giliran Tiongkok Kirim 2 Kapal Induk ke Laut China Selatan

KONFRONTASI -  Dilaporkan pula bahwa setiap invasi di Kepulauan Pratas tidak lagi menjadi bagian dari rencana Tiongkok, karena sudah memiliki pulau buatan di dekat Laut China Selatan.

"Baik Pratas dan Pulau Taiping dalam rantai Kepulauan Spratly telah kehilangan kepentingan geostrategis sejak Tiongkok mengembangkan delapan pulau buatan," kata Lu Li-Shih selaku mantan Akademi Angkatan Laut Taiwan dalam wawancara dengan SCMP.

Sungguh Ironis, Dulu Jadi Pendiri Partai Bersatu Menang Pemilu 2018, Mahathir Mohamad & Empat Politisi Lainnya Justru Didepak dari Partai

KONFRONTASI -   Di tengah situasi pandemi yang sedang dialami dunia, Malaysia justru mengalami gejolak politik.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan empat anggota parlemen lainnya dipecat dari Partai Pribumi Bersatu pada Kamis (28/5).

Melansir Channelnewsasia.com, dalam surat yang ditujukan kepada Mahathir, Sekretaris Eksekutif Bersatu Muhammad Suhaimi Yahya mengatakan, Mahathir dipecat karena melanggar Pasal 10.2.2 dan 10.2.3 konstitusi partai.

Jaksa Tidak Beri Dakwaan atas Kematian George Floyd Hanya Sebut 'Keadilan akan Ditegakkan'

Konfrontasi - Jaksa penuntut yang menangani kasus kematian George Floyd pada Kamis (28/5/2020) meminta masyarakat Minneapolis, Amerika Serikat untuk bersabar sementara mereka menyelidiki kasus yang telah mengguncang kota dan bangsa itu.

George Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun, meninggal setelah ditangkap polisi dan dijatuhkan ke tanah. Lehernya ditekan oleh lutut salah satu petugas yang menangkapnya.

Kematiannya memicu kemarahan dan protes di seluruh negeri, demonstrasi yang masih berlanjut sampai Kamis.

Di Minneapolis, ratusan orang berkumpul di luar departemen kepolisian Third Precinct. Beberapa pendemo membawa papan tanda dan beberapa dari mereka melemparkan batu.

Polisi merespons pendemo dengan gas air mata, peluru karet ditembakkan ke arah pendemo yang melempar batu.

Sebelumnya, Jaksa Wilayah Hennepin Michael Freeman, yang memberi kabar terbaru kepada wartawan tentang kasus ini, mengatakan dia harus memeriksa semua bukti sebelum mengajukan tuntutan.

"Tugas saya pada akhirnya adalah membuktikan bahwa dia melanggar Undang Undang pidana. Dan ada bukti lain (juga) yang tidak mendukung tuduhan pidana.

Kita perlu memeriksa semua bukti itu dan mengambil keputusan yang bermakna dan kita melakukan itu kemampuan terbaik kita. "

Sekitar 90 menit kemudian, kantor Freeman merilis pernyataan, dan mengatakan kepada CNN bahwa Freeman salah bicara tentang "bukti lain" itu.

"Bukti yang tidak mendukung kasus kami perlu diperiksa dengan cermat untuk memahami gambaran lengkap tentang apa yang sebenarnya terjadi," bunyi pernyataan itu.

"Ini terjadi dalam setiap kasus."

Selama konferensi pers, jaksa federal Erica MacDonald mengatakan kepada wartawan bahwa dia berharap bisa memberi mereka penjelasan tentang perkembangan baru dalam kasus ini tetapi tidak bisa pada saat ini.

"Kami akan menyelidikinya secepat mungkin, sebaik tuntutan keadilan," kata Freeman kepada wartawan. "Video itu mengerikan. Dan tidak ada orang yang mau melakukan itu."

Baik MacDonald dan Freeman mengatakan penyelidikan membutuhkan lebih banyak waktu.

"Saya meminta setiap orang untuk tetap tenang dan biarkan kami melakukan penyelidikan ini," katanya. "Prioritas utama kami adalah keadilan akan ditegakkan."

"Terkadang (hal) itu membutuhkan sedikit waktu dan kami meminta warga untuk bersabar," kata Freeman, "Kita harus memperbaiki hal ini."

Sementara itu, seperti dilansir CNN, Departemen Kepolisian Minneapolis minggu ini memecat empat petugas yang terlibat dalam penangkapan Floyd. Insiden ini juga sedang diselidiki oleh otoritas lokal, negara bagian dan bahkan federal.

Menurut Freeman, empat petugas yang terlibat dalam kematian Floyd itu telah mengajukan hak Amandemen Kelima mereka untuk menentang tuduhan terhadap diri mereka.

Petugas Kebun Binatang di Australia Kritis Usai Diterkam Singa

Konfrontasi - Seorang petugas kebun binatang di Australia mengalami luka serius di bagian kepala dan lehernya usai diterkam oleh seekor singa di Kebun Binatang Shoalhaven di Negara Bagian New South Wales (NSW), Jumat (29/5/2020).

Petugas ambulans yang masuk ke dalam kandang singa untuk mengobati korban menggambarkan situasi yang mengenaskan.

Virus Corona Menular Lewat Gigitan Nyamuk? Ini Kata Pakar

Konfrontasi - Para peneliti masih melakukan perkembangan terhadap uji coba vaksin dan obat yang potensial untuk virus corona atau COVID-19. Namun, belum ada kepastian kapan keduanya bisa diberikan dan aman dipakai oleh manusia.

Selain itu, peneliti juga masih memahami cara penularan virus ini. Diketahui, virus corona berasal dari alam dan sebagai idiosyncrasies. Artinya, sumber penularannya masih sangat memungkinkan melalui berbagai cara.

Gerakan Intifadah Tak Bisa Dipadamkan, Rakyat Palestina Terus Melawan

KONFRONTASI -  Rakyat Palestina bersatu, tanpa membedakan usia, jenis kelamin, dan afiliasi politik. Itu menjadi pertunjukan solidaritas. Apapun namanya, intifada atau bukan, yang jelas perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel terus memanas.

Perlawanan terus tumbuh di kalangan generasi muda Palestina. Mereka tahu kalau yang dilawan adalah tentara Israel sebagai kekuatan militer bersenjata canggih. Meski demikian, mereka tidak menyerah.

Pages