3 April 2020

Global

Dituding Pimpin Kartel Narkoba, Maduro Bongkar Plot Jahat AS

KONFRONTASI- Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang menjadi musuh bersama dunia saat ini, Amerika Serikat justru "berulah". Pemerintahan Presiden Donald Trump di Amerika Serikat pada 26 Maret lalu mengeluarkan tuduhan serius kepada sederet pejabat top Venezuela, termasuk Presiden Venezuela Nicholas Maduro.

Rusia Mulai Uji Coba Vaksin Corona

KONFRONTASI-Rusia dilaporkan telah menguji beberapa vaksin dan delapan obat untuk mengobati sindrom pernafasan akut yang parah, virus Corona 2 atau SARS-CoV-2 yang biasa dikenal sebagai Covid-19. Rusia mengikuti langkah China dan Amerika Serikat (AS), yang telah terlebih dahulu memulai uji coba vaksin Covid-19.

Wakil Perdana Menteri Rusia, Tatyana Golikova mengatakan, dokter menemukan antibodi untuk virus tersebut dalam darah 11 pasien yang pulih pada akhir Maret.

Kawasan Kumuh Mumbai Mulai Disengat Corona

KONFRONTASI- Pemerintah India melaporkan kasus virus corona pertama di kawasan kumuh Mumbai. Jutaan warga permukiman kumuh terbesar di Asia itu kini terancam.

"Tujuh anggota keluarga pasien tersebut telah dikarantina dan akan menjalani tes," kata Juru Bicara Municipal Corporation Mumbai, Rabu (1/4).

Area kumuh dan padat penduduk yang disebut Dharavi itu membentang seluas 613 hektare dan dihuni lebih dari 1,5 juta jiwa.

4 Dokter Muslim Ini Meninggal Dalam Perang Melawan Corona di Inggris

KONFRONTASI- Empat orang dokter Inggris  meninggal dunia saat bertugas berhari-hari menangani para pasien corona.

Para dokter itu terjangkiti Covid-19 dari pasien-pasiennya. Kebetulan, keempat dokter  tersebut adalah muslim.

Keempat dokter tersebut masing-masing dr. Alfa Sa'adu; dr. Diamandemen el-Hawrani, dr. Adil El Tayar dan dr. Habib Zaidi. Mereka adalah imigran atau keturunan imigran dari  Afrika, Asia dan Timur Tengah.

Laporan Intelijen AS: China Umumkan Data Palsu Terkait Kematian Akibat Corona

KONFRONTASI-Para pejabat China dituding menyembunyikan tingkat penyebaran wabah virus corona di negara itu. Demikian sebuah laporan intelijen Amerika Serikat yang diajukan pekan lalu ke Gedung Putih

Intelijen AS menyebut China tidak melaporkan angka kematian dan angka kasus. Demikian dilaporkan Bloomberg kemarin.

Bloomberg menulis, dua pejabat, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan laporan itu menyimpulkan bahwa jumlah orang China yang terkait dengan infeksi virus corona itu palsu dan mengurangi angka kematian sebenarnya.

Jangan Sembarangan Konsumsi Chloroquine untuk Obati Corona

KONFRONTASI-Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan agar orang tidak mengonsumsi obat antimalaria chloroquine fosfat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit ikan di akuarium sebagai pengobatan terhadap kasus COVID-19. Dilansir dari Times Now News, peringatan itu menyusul penyalahgunaan obat di Arizona, yang menyebabkan satu kematian dan satu orang kritis.

Iran Anggap Sanksi AS di Tengah Pandemi Corona Sebagai Terorisme Medis

KONFRONTASI-Sanksi Amerika Serikat (AS) yang berlanjut terhadap Iran mewakili "terorisme medis" ketika Teheran melanjutkan pertempurannya dengan pandemi virus Corona COVID-19. Demikian pernyataan yang dikeluarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyed Abbas Mousavi.

Mousavi mengatakan pemerintah Presiden Donald Trump tidak dalam posisi untuk mengkritik penangangan Iran terhadap krisis, mengingat kegagalannya untuk menahan pandemi.

Pentagon Tolak Evakuasi 100 Awak Kapal Induk yang Terpapar Corona

KONFRONTASI-Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Mark Esper, mengatakan terlalu dini untuk mengevakuasi sebuah kapal induk di mana lebih dari 100 awak kapal terinfeksi COVID-19. Padahal, kapten kapal telah mengirimkan permintaan untuk mengkarantina seluruh awak.

Ditanya tentang mengeluarkan lebih dari 4.000 pelaut di atas kapal USS Theodore Roosevelt, Esper mengatakan itu hal itu terlalu dini.

"Saya tidak berpikir poin itu pada saat ini," kata Esper.

Corona Renggut Lebih dari 30 Ribu Nyawa di Eropa

KONFRONTASI-Kantor berita yang berbasis di Prancis, AFP, melaporkan lebih dari 30 ribu orang di Eropa meninggal akibat pandemi virus Corona baru, COVID-19. Italia menyumbang lebih dari sepertiga dari jumlah kematian tersebut.

Menurut AFP, hanya empat hari yang lalu jumlah korban meninggal akibat COVID-19 mencapai 30 ribu di seluruh dunia. Angka ini menunjukkan seberapa cepat meningkatnya kematian akibat pandemi Corona dan seberapa dahsyatnya negara-negara Eropa begitu menderita akibat penyakit ini.

Infeksi Corona di Jepang Tebus 2.000 Kasus

KONFRONTASI-Infeksi virus corona di Jepang mencapai 2.000 kasus pada Selasa (31/3). Hal itu menurut perhitungan Reuters berdasarkan data kementerian dan laporan media.

Seperti dilaporkan Kyodo News, sebuah pusat pelayanan orang-orang dengan disabilitas di Prefektur Chibadi timur Tokyo, ditemukan tujuh kasus infeksi corona pada Selasa, sehingga totalnya menjadi 93. Menurut laporan kantor berita Kyodo dan penyiar publik NHK, lebih banyak kasus infeksi corona baru (Covid-19) ditemukan di tempat lain seperti di prefektur Ehime, Fukui, Kagawa, dan Tokushima.

Pages