20 June 2018

Global

Ingin Dominasi Antariksa, Trump Perintahkan Pendirian Cabang Keenam Militer

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengatakan, dia memerintahkan pendirian cabang keenam militer untuk mempermudah dominasi Amerika pada bidang antariksa.

"Ini tidak cukup hanya memiliki kehadiran seorang Amerika di ruang angkasa. Kita harus memiliki dominasi Amerika di luar angkasa," kata Trump sebelum pertemuan Dewan Antariksa Nasional.

"Kami akan memiliki Angkatan Udara dan kami akan memiliki `Angkatan Antarika`". Terpisah tetapi setara. Itu akan menjadi sesuatu. Sangat penting," katanya kemudian.

Kekerasan Meningkat, Gaza di Ambang Perang

KONFRONTASI-Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah memperingatkan bahwa peningkatan kekerasan di Jalur Gaza menempatkan wilayah itu ke zona perang. Ia mendesak Israel dan Hamas untuk segera melakukan gencatan seperti 2014 silam, mengingat pasokan bantuan ke Gaza juga mulai menipis. 

Mantan Menteri Israel Ini Dituding Jadi Mata-mata Iran

Gonen Segev (tengah), seorang dokter yang menjabat menteri energi Israel pada 1990-an

KONFRONTASI -  Seorang mantan menteri Israel dituduh telah melakukan kegiatan mata-mata untuk seteru mereka, Iran.

Menurut Shin Bet, dinas keamanan dalam negeri Israel, Gonen Segev, seorang dokter yang menjabat menteri energi Israel pada 1990-an, diduga direkrut oleh intelijen Iran ketika tinggal di Nigeria.

Pertempuran Sengit Bergolak di Bandara Krusial Yaman

KONFRONTASI-Pertempuran sengit meletus antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dengan pemberontak Houthi di sekitar bandara krusial di Hudaida, Yaman, Selasa 19 Juni 2018.

Para komandan pro-pemerintah mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa "bala bantuan besar" telah tiba di dekat bandara. Ini merupakan hari ketujuh dalam serangan pemerintah di Hudaida.

Tak Henti Tuai Kritikan, Trump Bergeming dan Teruskan Kebijakan Imigrasi Tanpa Toleransi

KONFRONTASI -   Meski terus mendapat kritik tajam, Pemerintah AS mempertahankan kebijakan terhadap para imigran di perbatasan dengan Meksiko, termasuk memisahkan para orang tua dengan anak-anaknya.

Menteri Dalam Negeri AS Kirstjen Nielsen mengatakan pihaknya hanya menjalankan UU imigrasi yang ketat.

Kurangi Polusi, Beijing Mulai Batasi Kendaraan Bermotor

KONFRONTASI-Pemerintah Kota Beijing mengeluarkan kebijakan baru untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota China itu guna memperlancar arus lalu lintas di jalan raya dan mengurangi dampak polusi udara.

Dengan adanya kebijakan yang berlaku efektif per 1 November 2019 itu, maka masyarakat tidak akan leluasa mengemudikan kendaraan yang tidak teregistrasi di Beijing.

Walah, Sepupu Ratu Elizabeth II akan Menikah dengan Sesama Jenis

KONFRONTASI-Setelah Pangeran Harry, satu lagi anggota keluarga Ratu Elizabeth II yang siap menggelar pernikahan. Lord Ivar Mountbatten berencana mengikat janji dengan pasangan sesama jenisnya.

Lord Ivar Mountbatten adalah sepupu Ratu Elizabeth II. Pernikahannya diumumkan oleh situs Daily Mail pada Senin (18/6).

Lord Ivar Mountbatten akan menikahi James Coyle di kapel privat daerah Devon, Inggris, akhir musim panas. Ini adalah kali pertama seseorang yang memiliki hubungan dengan Kerajaan Inggris menikah sesama jenis.

Menlu Yunani dan Makedonia Tandatangani Persetujuan Republik Makedonia Utara

KONFRONTASI -  Menteri Luar Negeri (Menlu) Yunani Nikos Kotzias dan Menlu Makedonia Nikola Dimitrov telah menandatangani persetujuan awal yang bersejarah mengenai nama Makedonia. Kesepakatan perubahan nama itu ditandatangani di daerah Danau Prespes, dekat perbatasan kedua negara, Minggu (17/6/2018).

PM Yunani Alexi Tsipras dan PM Makedonia Zoran Zaev, menyaksikan penandatanganan tersebut yang akan mengubah nama negara kecil di Balkan itu menjadi Republik Makedonia Utara.

Berhijab di London Dianggap Lebih Mudah Ketimbang di Kairo

KONFRONTASI -  "Lebih mudah mengenakan hijab di London daripada di Kairo." Seperti itulah Dalia Anan, 47 tahun, perempuan asal Mesir, menggambarkan pengalamannya sebagai seorang perempuan yang mengenakan jilbab.

Dalia adalah seorang insinyur yang bekerja di industri TI. Dia pindah ke Inggris dua tahun lalu agar bisa bersama anak-anaknya yang sedang belajar di London.

"Saya lebih merasa dihakimi di Mesir dibandingkan di sini," katanya.

Tetapi kenyataan ini memang terjadi belum lama. Sebelumnya di Mesir yang sebagian besar penduduknya Muslim, jilbab merupakan hal yang biasa saja.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir terjadi perubahan, terutama di kalangan perempuan kalangan atas.

"Setelah jam tertentu di malam hari, (jika mengenakan jilbab) Anda tidak diizinkan masuk sejumlah rumah makan atau di tempat-tempat yang dipandang "bergaya", terutama di pantai utara," kata Dalia.

'Kelas bawah'

Tempat wisata pantai utara sepanjang Laut Tengah adalah tujuan wisata utama warga Kairo saat liburan musim panas dan juga daerah yang digemari selama liburan Idulfitri.

Dalia mengatakan ia mengalami dilarang masuk ke dua buah rumah makan kelas atas di salah satu tempat wisata teratas pantai utara musim panas lalu karena hijabnya.ab dikaitkan dengan kelas bawah, kata Dina Hisham.

Dina Hisham, 23 tahun, warga Mesir yang tinggal di Kanada mengatakan: "Saya tidak pernah membayangkan hal tersebut terjadi di Mesir: saya harus terlebih dulu menanyakan apakah tempat tertentu menerima perempuan berhijab".

Sejumlah perempuan juga melaporkan tidak diizinkan berenang dengan pakaian "burkini" yang menutupi seluruh tubuh atau pakaian selam scuba di beberapa tempat wisata."Masalahnya adalah hijab secara tidak sadar dikelompokkan sebagai 'kelas bawah' dan karenanya dilarang di beberapa tempat yang diperuntukkan hanya untuk kelas atas," kata Dina.

Di Mesir, Dina menjelaskan, "kelas atas sekarang mengacu kepada orang-orang yang memiliki banyak uang, berbahasa Inggris daripada Arab dan 'berpikiran terbuka', yang berarti mereka minum alkohol dan mengenakan pakaian terbuka".

Meskipun tempat-tempat yang menolak hijab telah dimintai komentar, mereka tetap belum menjawab.

Bom Mobil Guncang Afghanistan Timur, 20 Orang Tewas

KONFRONTASI-Satu bom mobil membunuh sedikitnya 20 orang yang berada di suatu pertemuan gerilyawan Taliban dan pasukan bersenjata Afghanistan di Nangarhar, kota di bagian timur negara itu, pada Sabtu, kata seorang pejabat.

Peristiwa tersebut terjadi manakala tentara dan kaum militan di tempat lain di negara itu merayakan gencatan senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Puluhan militan Taliban yang tak bersenjata sebelumnya memasuki ibu kota Afghanistan dan kota-kota lain untuk merayakan Idul Fitri setelah bulan puasa Ramadhan berakhir. Tentara dan para militan berangkulan dan melakukan swafoto dengan menggunakan telepon seluler mereka.

Tetapi di beberapa provinsi para pejuang itu membawa peluncur-peluncur roket, granat dan amunisi lain.

Juru bicara kantor gubernur Nangarhar, Attaullah Khogyani, membenarkan terjadi serangan dengan menggunakan sebuah bom mobil di kota Ghazi Aminullah Khan, di jalan utama Torkham-Jalalabad. Sebelumnya dia mengatakan ledakan berasal dari granat yang diluncurkan dengan roket.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Afghanistan juga menghadapi pemberontakan yang dilakukan IS dan jejaring Haqqani yang bretalian deengan Taliban.

Pages