21 November 2018

Enterpreunership

Berdayakan Ekonomi Umat, MUI Gandeng Dua Perusahaan Besar

KONFRONTASI-Dalam rangka meningkatkan perekonomian umat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan "Program Arus Baru Ekonomi Indonesia” bersama dua perusahaan besar, yiatu Medco Group dan BUMN PT. Bahana Artha Ventura (BAV). Langkah ini sebagai tindak lanjut dari Kongres Ekonomi Umat yang telah dibuka Presiden Joko Widodo pada 22-24 April lalu di Jakarta.

Jangan Remehkan Branding!

KONFRONTASI-Branding atau penguatan merek mengambil peran penting dalam proses diterimanya sebuah produk produsen di masyarakat konsumen.

Branding yang merupakan perluasan dari peran marketing di sebuah perusahaan tak boleh dianggap remeh, karena tanpanya produk bukan hanya tak bisa awet diterima konsumen bahkan bisa juga ditolak.

Rustono sang Raja Tempe di Jepang, Eropa dan AS

TOKYO- Rustos’s Tempeh sangat terkenal di luar negeri, terutama Jepang. Siapa sangka, orang yang kini memopulerkan tempe di tiga benua di dunia ini berasal dari Grobogan, Jawa Tengah.

Pria asli Indonesia ini menyediakan stok tempe ke lebih dari 60 tempat di Jepang. Belum termasuk negara-negara lainnya di benua Asia, Eropa, dan Amerika.

Di balik pencapaiannya “menduniakan” tempe, terselip pesan mendalam dari perjuangannya hingga di titik terendah.

HIPMI Dorong Pesantren Jawa Timur Bangun Jiwa 'Enterpreunership'

KONFRONTASI - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur mendorong kalangan pesantren di Jatim untuk terus mengembangkan semangat kewirausahaan.

Pesantren punya peran penting mengingat sebarannya yang merata di berbagai daerah di Jatim dengan jumlah santri yang mencapai ratusan ribu kaum muda.

Pikirkan Masa Depan, Stop Pikirkan Karir, Fokus Pada Tantangan dan Masalah

KONFRONTASI - Untuk menyiapkan masa depan, kita perlu bergeser dari berpikir mengenai pekerjaan dan karir, menjadi berpikir tentang tantangan dan masalah.

Saat Jean-Philippe Michel, seorang pelatih karir yang berbasis di Ottawa, Kanada, bekerja dengan para siswa sekolah menengah, dia tidak menggunakan kata profesi. Begitupun saat dia fokus membantu klien-klien mudanya untuk mencari tahu apa yang ingin mereka lakukan saat dewasa—setidaknya tidak secara langsung.

Untuknya, tidak ada hal seperti menentukan profesi saat sudah dewasa.

Daripada mendorong setiap orang untuk memilih sebuah profesi, katakanlah, arsitek atau insinyur, dia bekerja mundur dari keahlian yang ingin dimiliki masing-masing murid. Jadi daripada berkata, "Saya ingin menjadi dokter", dia akan meminta para murid untuk berbicara mengenai tujuan, dalam hal ini "menggunakan empati di situasi medis".

Mungkin terlihat esoterik, namun dengan memelintir bahasa dapat membantu mencari tujuan yang nyata. Dan terkadang hal itu tidak cocok dengan sebuah profesi atau bahkan pilihan karir yang mungkin Anda pikir Anda inginkan dari awal. Melainkan, Michel berkata bahwa memutuskan keahlian yang ingin Anda gunakan akan mengarah ke karir yang lebih memiliki target—dan dengan demikian akan memberikan anda kepuasan. Hal itu dapat juga berarti bukan sebuah pekerjaan namun serangkaian proyek dan situasi pekerjaan yang mengarahkan anda dari satu hal ke hal berikutnya.

"Mereka perlu bergeser dari berpikir mengenai pekerjaan dan karir menjadi berpikir akan tantangan dan masalah," kata Michel. Lebih gampang dikatakan daripada dikerjakan untuk, katakanlah, Gen X atau bahkan millennial yang lebih tua, namun tidak begitu keluar dari alam berpikir orang yang lebih muda, yang telah mempersempit pilihan studi universitas mereka.

Tujuannya, diatas semuanya, adalah untuk menyiapkan karir generasi berikutnya di masa depan, yang bagi banyak orang akan terdiri banyak pekerjaan mikro yang ditujukan untuk pekerja terampil dengan gaji yang baik, dan bukan bos dan perusahaan tunggal, katanya.

Pada akhirnya, mengembangkan tujuan yang tepat membantu para remaja merencanakan apa yang disebut banyak orang 'karir portofolio'. Jenis karir ini terdiri atas proyek atau peran yang agak berbeda dan akan lebih lazim di dekade berikutnya, kata Michel, yang berbasis di Ottawa, Kanada.

"Mereka harus mengukir ceruk yang lebih spesifik dibandingkan sebelumnya," katanya dengan yakin.

Ingin Sukses? Simak Nasehat dari Pendiri Dell!

Michael Dell

KONFRONTASI-Untuk menggapai sukses dalam dunia usaha ada baiknya kita belajar dari mereka yang telah sukses terlebih dahulu. Ada asyiknya membaca kalimat-kalimat motivasi dari orang-orang sukses. Apalagi sekaliber pendiri raksasa teknologi Dell, siapa lagi kalau bukan Michael Dell.

Michael membangun Dell dari bawah hingga kini kekayaannya mencapai USD 20,8 miliar. Berikut kata-katanya yang inspiratif dihimpun dari berbagai sumber:

Wirausahawan Muda Tak Usah Takut Gagal

KONFRONTASI -    Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS memotivasi kalangan generasi muda untuk tidak perlu takut untuk memulai dan gagal dalam menekuni dunia wirausaha.
"Bisnis itu yang penting harus jalan dulu, jangan menunggu modal datang dan jangan pernah takut gagal," tegas Prakoso saat acara ulang tahun majalah Excellent ke-7 dengan tema "Gerakan Wirausaha Kreatif Nasional Naik Kelas", di Jakarta, Jumat (28/4).

Edi Raup Omzet Rp60 Juta Per Bulan dari Budi Daya Jamur Tiram

KONFRONTASI-Wira usaha jamur tiram nampaknya cukup menjanjikan. Salah satu yang menggeluti usaha ini adalah Edi Gunawan. Dia termasuk pengusaha jamur tiram di Jambi yang sukses.

Berawal dari kelangkaan jamur tiram dan nilai jual yang tinggi di Jambi, Edi Gunawan memberanikan diri untuk mulai membudidaya tanaman tersebut.

Awalnya kecil-kecilan. Kini, omzet dalam sebulan mencapai puluhan juta.

Dilaporkan Jambi Ekspres, Edi membangun usahanya di kediamannya di Jalan Lingkar Barat, RT 07, Kelurahan Bagan Bete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Di areal rumahnya dan lahan yang diperkirakan seluas 7 tumbuk, dia membangun usaha pembibitan dan budi daya jamur tiram.

Mulai dari Sterilisasi Baglog (tempat bibit), ruang inuklasi (pengisian bibit), ruang inkubasi (tempat menyimpan bibit) dan ruang (kumbung) tempat budi daya. Prosesnya sampai siap panen antara 40-50 hari.

Di depan kumbung yang terbuat dari kayu, ayah tiga anak ini bercerita, dirinya menggeluti budi daya jamur tiram sejak 2009. Namun, fokus mulai 2010, dengan berhenti bekerja sebagai suplier pupuk sawit.

Awalnya, pria yang biasa disapa Edi Jamur, ini mengikuti pelatihan. Selanjutnya, mencari informasi di internet dan teman-temannya.

"Waktu itu masih langka. Harganya mencapai Rp 18 ribu. Sedangkan di Jawa Rp 10 ribu. Di situ saya tertarik," ujar pria 41 tahun ini.

Awalnya, dia hanya budidaya dengan modal sekitar Rp 15 juta. Saat itu hanya 2.000-3.000 baglog. Setelah 6 bulan, pria kelahiran 15 Februari 1976 ini memulai untuk pembuatan bibit jamur tiram.

Usahanya terus berkembang. Kini, dia sudah memiliki tiga kumbung yang bisa memuat ribuan baglog.

Setiap hari, dia memanen 40-50 Kg jamur tiram. Dari pembuatan bibit dalam sebulan dia mampu menjual sekitar 15 sampai 20 ribu baglog.

Dagang Martabak di Timor Leste, Pria Asal Banyuwangi Ini Bisa Raup USD400 Per Hari

KONFRONTASI-Pelaku usaha dari Indonesia rasanya perlu menjajaki negara tetangga Republik Demokratik Timor Leste. Soalnya, negara ini memakai mata uang Dolar Amerika Serikat (USD).

Subeki adalah salah satu pelaku usaha dari Indonesia di Timor Leste. Pria asal Banyuwangi Jawa Timur ini meraup dolar dari martabak yang dijualnya.

"Saya asli Banyuwangi, masuk ke Timor Leste pada 2002," kata pria ini di Pos Perbatasan Terpadu Timor Leste, Batugade, Bobonaro, Jumat (7/4/2017).

Tips Menabung Saham Bagi Pemula

Konfrontasi - Tabungan saham adalah salah satu solusi cerdas untuk melakukan investasi jangka panjang. Apabila dicermati, menabung saham tidak seseram dan sesulit yang dipikirkan oleh orang kebanyakan. Bahkan tabungan saham adalah salah satu instrumen investasi yang paling terjamin.

Pages