19 December 2018

Enterpreunership

Toko Pakaian Sekolah Ini Bisa Raup Omzet Hingga Rp10 Miliar/Tahun

KONFRONTASI-Bisnis pakaian sekolah tetap menjanjikan, begitu juga di sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Husni Mubaraq (20) pemilik salah satu toko seragam sekolah di kawasan itu mengaku mendapatkan omzet hingga Rp10 miliar per tahunnya.

Ia mengatakan bahwa pembelinya selama ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan  para pedagang di situ sebagian besar menjual secara grosir.

Branding Itu Penting: Belajar dari Kasus Sariwangi

KONFRONTASI-PT Sariwangi AEA yang melahirkan teh Sari Wangi dinyatakan bangkrut oleh pengadilan niaga Jakarta Pusat pada Selasa 16 Oktober 2018. Perusahaan yang didirikan oleh Johan Alexander Supit pada tahun 1962 ini terlilit hutang lebih dari satu trilyun rupiah. Apakah ini berarti kita tidak bisa menikmati teh celup Sari Wangi ?

Membaca Peluang Bisnis dari Ukuran XXL+

KONFRONTASI-Tidak gampang bagi orang dengan ukuran tubuh di atas kebanyakan untuk mendapatkan pakaian yang diinginkannya. Memang, itu lah kenyataannya karena peritel enggan menyediakannya, dengan alasan pasar kecil dan harganya mungkin juga relatif mahal.

Sudah beberapa dekade, mayoritas peritel mengabaikan potensi perdagangan sektor ini yang sesungguhnya menguntungkan (profitable). Tapi sekarang tidak lagi, sejumlah peritel besar mulai melirik bisnis pakaian ukuran plus ini, setelah mereka sadar akan potensinya.

Jack Ma: Tak Cukup IQ dan EQ, Sukses Juga Butuh LQ

KONFRONTASI-Pendiri Alibaba Group Jack Ma berpendapat selain kecerdasan intelektual (IQ) dan emosional (EQ), seseorang membutuhkan love quotient (LQ) untuk bisa sukses dalam usaha.

IQ dibutuhkan untuk mengetahui benar-benar apa yang dikerjakan dan EQ diperlukan untuk bekerjasama dengan orang lain dalam melakukan suatu pekerjaan.

"Tetapi kalau anda ingin dihormati, anda harus memiliki LQ, atau the q of love," kata Ma dalam sebuah diskusi di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Jumat.

Simak Nih, Tips Usaha Kuliner dari Arie Untung

KONFRONTASI-Artis sekaligus pembawa acara Arie Untung berbagi tips tentang usaha kuliner kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo pada kegiatan "Inspirasi Horeka: Kreasi Aneka Dessert Nusantara bersama Frisian Flag" di salah satu pusat perbelanjaan di Sidoarjo, Kamis.

"Dalam bisnis kuliner itu, yang paling utama adalah rasa. Kemudian tempat, yang sebaiknya bisa digunakan untuk berswafoto, mengingat saat ini banyak anak-anak muda yang senang berswafoto," katanya di hadapan puluhan peserta.

Dagang Kopi di Perbatasan RI-Papua Nugini, Badriyah Raup Omset Hingga Rp2 Juta Per Hari

KONFRONTASI -   Senyum mengembang selalu nampak di raut wajah Siti Badriyah. Perempuan berhijab asal Jawa Tengah itu sudah tinggal di kawasan perbatasan Papua sejak umur 7 tahun. Ia membuka usaha makanan dan kopi keliling di tapal batas Indonesia dengan Papua Nugini.

Investasi Emas atau Properti yang Lebih Menguntungkan?

KONFRONTASI-Tak sedikit milenial yang tertarik untuk investasi properti. Penawaran DP 0%, cicilan ringan, hingga harga yang bersahabat menjadi daya tarik tersendiri buat milenial mempunyai hunian. 

Di samping properti, investasi emas dalam bentuk logam mulia dan perhiasan juga dilirik kaum milenial. Perencana keuangan syariah Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc., mengatakan bahwa kedua investasi tersebut bagus tergantung kebutuhan. 

Simak, Saran untuk Pengusaha Pemula agar Terhindar dari Kegagalan Bisnis

KONFRONTASI-Minimnya pemahaman manajemen finansial dan kurangnya jaringan dalam berbisnis membuat banyak pengusaha pemula menelan kegagalan.

Praktisi bisnis profesional sekaligus CEO TVRI Helmy Yahya mengatakan, hampir 90 persen pelaku usaha startup berpotensi gagal mempertahankan bisnisnya.

Umumnya, pelaku start up tidak mendapatkan mentoring. Eksekusi bisnisnya pun hanya berdasar pada observasi yang kurang mendalam.

”Ide saja tidak cukup, perlu bekal ilmu serta pengalaman praktis,’’ ujar Helmy, Kamis (20/9).

Prospek Menjanjikan Budidaya Perikanan

KONFRONTASI-Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) sudah sejak lama menginginkan produksi perikanan global tidak lagi hanya bergantung kepada penangkapan ikan, tetapi juga dalam bidang aquaculture atau budi daya perikanan.

Berdasarkan data FAO pula, kawasan perairan Asia-Pasifik, yang mencakup pula Republik Indonesia, dinyatakan telah berkontribusi terhadap 90 persen produksi perikanan budi daya dunia.

Untuk itu, berbagai langkah yang telah diambil, bukan hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta untuk menggenjot budi daya perikanan, layak diacungi jempol dan diapresiasi.

Misalnya di Bontang, Kalimantan Timur, di mana PT Pupuk Kaltim memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) membantu budi daya keramba jaring apung di perairan Kalimantan Timur, untuk meningkatkan ekspor ikan kerapu.

Antara, Senin (17/9), menyambangi keramba jaring apung milik Koperasi Bontang Eta Maritim yang mengelola budi daya sejumlah komoditas perikanan.

Menurut pembudidaya yang juga Bendahara Koperasi Bontang Eta Maritim, Ismail, pihaknya sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan untuk mengelola budi daya berbagai jenis ikan.

Marsidik Suharianto dari Kompartemen Umum PT Pupuk Kaltim menjelaskan bahwa Ismail salah satu di antara 10 pembudidaya yang telah disekolahkan pihaknya ke Tanjung Lesung, Banten, untuk belajar budi daya sejumlah komoditas perikanan.

"Dia (Ismail, red.) adalah salah satu pahlawan lokal di sini," kata Marsidik Suharianto.

Sejak diberdayakan pada 2016, kini jumlah orang yang menjadi anggota koperasi tersebut antara 70-80 orang.

Marsidik juga menerangkan untuk ikan kerapu telah memanen sebanyak tiga kali komoditas ikan kerapu dengan panen perdana sekitar 3,2 ton, sedangkan total hasil dari ketiga panen mencapai sekitar enam ton.

Untuk pemasaran, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang kemudian hasilnya ada kapal dari Kendari (Sulawesi Tenggara) yang menampung hasil panen itu.

Selanjutnya, panen ikan kerapu tersebut akan dijual ke berbagai pihak, termasuk potensial untuk diekspor, seperti ke Jepang, Hong Kong, dan Thailand, dengan harga sekitar Rp100 ribu per kilogram.

Pihaknya memberikan seluruh permodalan dan bantuan alat serta prasarana, sedangkan sistem bagi hasilnya 50-50 setelah dihitung biaya operasional.

Ia menuturkan bantuan jenis ini meninggalkan paradigma lama yang sifatnya seperti amal. Bantuan dengan mekanisme seperti ini lebih memberdayakan SDM lokal dan berkelanjutan.

Tidak hanya kerapu, Koperasi Bontang Eta Maritim juga memproduksi banyak komoditas sektor kelautannya, antara lain lobster, yang saat ini sering diselundupkan ke luar negeri.

Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Bontang, David Indra, menyatakan sosialisasi dan pemberian pemahaman secara terus-menerus merupakan hal yang penting dalam rangka mencegah penyelundupan lobster.

Banyak melakukan kewaspadaan kepada pembudidaya merupakan salah satu faktor mengapa kasus penyelundupan lobster di daerah Bontang nyaris tidak terdengar dibandingkan dengan daerah lainnya.

Di Koperasi Bontang yang juga menjadi sasaran penyuluhannya, David terus menyosialisasikan bahwa lobster yang berada di bawah ukuran 300 gram dilarang untuk diperjualbelikan.

Sementara itu, Bendahara Koperasi Bontang Eta Maritim, Ismail, juga menyatakan pihaknya mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

Harga lobster mutiara termahal di antara semua jenis lobster yang ada, karena dapat mencapai sekitar Rp900 ribu per kilogramnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kepada para nelayan agar jangan menangkap lobster yang bertelur karena hal tersebut akan menghalangi pengembangbiakan komoditas tersebut sehingga stok yang ada bisa terhambat.

"Coba, tolong kepada para nelayan dan pengepul, (lobster, red.) yang bertelur jangan ditangkap. Biarkan dia bertelur dan menetaskan untuk jutaan lobster yang akan datang," kata dia.

Tentu saja, larangan itu merupakan hal yang penting dalam rangka melestarikan stok kelautan dan perikanan nasional, sehingga pelaku usaha juga tidak hanya berpikir akan produksi tetapi juga kelestarian.

Sainah Bisa Raup Omzet Hingga Rp5 Juta/Hari dari Jualan Baso Tusuk

KONFRONTASI-Dia adalah sosok perempuan mandiri dan tak gampang menyerah pada nasib. Perempuan bernama Sainah ini berjuang keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan tidak mau hanya mengandalkan bantuan orang lain, dia pernah berjualan apa saja asal halal. Tidak selalu berhasil. Hingga akhirnya sukses menjadi pengusaha bakso tusuk.

Jalan seseorang tak selalu mulus. Pahit asin kehidupan dirasakan oleh keluarga Sainah sebelum akhirnya dia menjadi pengusaha sukses Bakso Tusuk Bu Sainah di Bantul.

Pages