Ekbis

Pemerintah Simpan Bom Waktu Bernama Utang

KONFRONTASI-Pemerintah sedang menyimpan bom waktu bagi bangsa Indonesia hingga 10 tahun ke depan. Pasalnya, rakyat harus menanggung beban akibat melebarnya defisit APBN 2020 penambahan utang.

Begitu disampaikan Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho, menanggapi pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani bahwa besaran defisit anggaran fiskal tahun ini akan menjadi beban pemerintah selama 10 tahun ke depan.

Pengunjung Takut Corona, Mall di Jakarta Masih Sepi

KONFRONTASI-Pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta telah kembali beroperasi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap transisi, sejak Senin (15/6).

Meski kembali dibuka, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, jumlah pengunjung mal di ibukota hanya berkisar 30-40 persen.

"Untuk mal itu kisarannya sekitar 30 persen untuk weekdays, kalau weekend 30-40 persen," ujarnya dilansir RMOL.id, Selasa (23/6).

Ekonomi RI Alami Turbulensi, Iwan Sumule: Sri Mulyani Sudah Saatnya Mundur

KONFRONTASI-Ekonomi Indonesia akan terus mengalami turbolensi di tahun ini. Gerak lajunya bahkan ramai diprediksi akan minus.

Hanya saja prediksi yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani berbeda dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

Jika Sri Mulyani memprediksi laju ekonomi Indonesia akan minus 3,1 persen hingga minus 3,8 persen di kuartal II 2020, maka prediksi mencengangkan disampaikan oleh Suhariyanto. Angkanya tembus minus 7 persen.

BPK Segera Audit Anggaran Covid-19 Secara Menyeluruh

KONFRONTASI-Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) menerima banyak permintaan untuk melakukan audit terhadap seluruh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang digunakan untuk program penanganan virus corona baru (Covid-19).

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti hal tersbut. Rencananya, pada awal Juli 2020 BPK-RI akan segera mengeksekusinya.

Terjadi Boikot produk Tingkok di Seantero negeri, India bukan tandingan China dalam perang dagang

KONFRONTASI -  Terjadinya pertempuran dengan tangan kosong di perbatasan yang menewaskan 20 tentara India memicu kemarahan publik di negara itu. Seruan boikot produk China semakin nyaring di seantero negeri.

Dilansir dari Indian Express, Minggu (21/6/2020), pemerintah India tengah berupaya menekan Beijing dengan mendorong warganya melakukan boikot pada barang-barang buatan dari China. Wacana memulai perang dagang dengan China juga mulai disuarakan publik India.

Data PLN: Konsumsi Listrik Mei 2020 Turun 10,73 Persen

Konfrontasi - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik pada Mei 2020 mencapai 18,63 Terra Watt hour (TWh) atau mengalami penurunan 10,73 persen dibandingkan Mei 2019 (year on year) yang 20,63 TWh.

Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau April 2020 (month to month), yang tercatat 19,39 TWh, konsumsi listrik pada Mei juga turun 4,08 persen.

Pengelola Mall di Depok Dilarang Gelar Acara yang Undang Kerumunan

KONFRONTASI-Seluruh pengelola mal di Kota Depok diingatkan untuk mematuhi aturan yang berlaku selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besa (PSBB) Proporsional yang berlaku hingga 2 Juli mendatang. Misalnya, tidak membuat agenda apapun yang memicu terjadinya kerumunan.

Satpol PP akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan ke seluruh mal di Kota Depok. Tentunya sebagai upaya dalam mencegah penyebaran Coronavirus atau Covid-19. Jika ditemukan masih ada yang melanggar maka Pemerintah Kota Depok akan memberikan teguran pada pengelola mal.

Pangan dan Pertanian Jadi Sektor Paling Kuat Saat Pandemi Virus Corona

Konfrontasi - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa sektor pangan dan pertanian merupakan zona ekonomi yang paling kuat bertahan dari dampak pandemi Covid-19. Sebaliknya, sektor jasa dan manufaktur menjadi zona yang paling terpukul.

Persentase penurunan pertumbuhan ekonomi untuk sektor pangan dan pertanian hanya 0,9 persen dari 4,1 persen. Sementara sektor jasa dan manufaktur mengalami penurunan dari 7,2 persen menjadi 2,4 persen.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai data tersebut mengindikasikan bahwa pertanian adalah zona ekonomi yang paling tangguh terhadap interupsi Covid-19. Terlebih ada banyak faktor yang menjadi penguat.

Ditinjau dari sisi epidemiologi, virus corona mayoritas menyebar di perkotaan atau kawasan padat penduduk. Artinya, pertanian yang mayoritas tidak berada di perkotaan relatif lebih aman.

"Jauh dari kerumunan, jauh juga dari COVID-19. Maka kota lebih banyak kasusnya dibandingkan kabupaten," kata dia melalui keterangan pers yang diterima, Sabtu (20/6/2020).

Data tersebut akan dijadikan landasan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memaksimalkan sektor pertanian dan ketahanan pangan dengan pemanfaatan teknologi digital.

Dari sisi ketahanan pangan, target Jabar adalah swasembada dengan mengurangi impor secara bertahap. Kemudian, perdagangan antar daerah juga akan lebih dikendalikan dengan tidak bergantung pada mekanisme pasar.

"Ketahanan pangan ini juga berpengaruh terhadap inflasi yang kuncinya adalah jaminan pasokan dan mata rantai diperbaiki. Jangan sampai orang Bogor beli telur di Jakarta padahal telurnya berasal dari Sukabumi," kata dia.

Pages