18 February 2020

Ekbis

Terkuak! Misteri Gagalnya Nara Hotel Listing di Bursa

KONFRONTASI -   Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menunda pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) PT Nara Hotel Internasional Tbk (NARA) yang semestinya dilakukan pencatatan (listing) pada Jumat ini (7/2/2020).

BEI menegaskan, salah satu alasan penundaan ini adalah adanya komplain dari pemegang saham publik saat pemesanan atau pooling.

Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna dan Direksi BEI Laksono W. Widodo dalam pengumuman pada Kamis malam mengatakan BEI menunda mencatatkan efek Nara Hotel hingga pengumuman lebih lanjut.

RR: BPJS Amburadul Karena SBY Ogah-ogahan Saat Awal Pendirian

KONFRONTASI-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan amburadul lantaran pendirian lembaga ini tidak serius di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). UU yang dibuat SBY dinilai seperti setengah hati memberi jaminan kesehatan jaminan pada rakyat.

Begitu kata ekonom senior, DR. Rizal Ramli saat diskusi dengan tema "BPJS Bagi Rakyat, Manfaat atau Mudharat" di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

'Ambyar’ Sudah Angka Keramat Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen yang Mati-matian Dijaga Pemerintah

Oleh: Edy  Mulyadi

 

 

EKONOMI Indonesia adalah ekonomi gelembung. Ekonomi yang dibangun dengan gelembung-gelembung persepsi, ‘doping’, dan artifisial. Angka pertumbuhan yang mandeg di 5% ternyata buah dari persepsi yang dibangun dengan ‘public relations‘ (PR) dan perilaku tak elok dalam berbisnis. Terungkapnya skandal mega korupsi Jiwasraya, Asabri, Garuda, Bumiputera, dan sederet BUMN raksasa lain adalah beberapa contoh saja dari gelembung-gelembung ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi RI di Bawah 5%, Halo Pemerintah ke Mana?

KONFRONTASI -   Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia boleh dibilang mengecewakan. Pada kuartal terakhir 2019, ekonomi Tanah Air tumbuh di bawah 5%.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi terbaru, Pada kuartal IV-2019, pertumbuhan ekonomi tercatat 4,97% year-on-year (YoY). Di bawah konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yaitu 5,04% sekaligus menjadi catatan terendah sejak kuartal IV-2016.

Ular dan Kura-kura Dominasi Impor Hewan Hidup RI dari China

KONFRONTASI -    Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto tengah menyiapkan peraturan menteri (permen) untuk melarang impor hewan hidup asal China. Berdasarkan data historis, impor hewan hidup asal China mayoritas berjenis reptil, termasuk ular dan kura-kura.

Agus mengungkapkan larangan impor hewan hidup dikeluarkan sesuai hasil rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan ini. Larangan itu merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran wabah Virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan, China.

Corona Merebak, Ekonomi RI Panas Dingin

KONFRONTASI-Penyebaran virus corona yang tak kunjung reda bahkan semakin meluas tak pelak membuat pemerintah Indonesia panas-dingin. Bagaimana tidak, Cina, negara pusat penyebaran virus mematikan itu, adalah mitra utama Indonesia dalam segala lini bisnis. Ketergantungan ekonomi antara kedua negara ini sangat besar.

Bulog akan Respon Beras Renceng ke Saudi

KONFRONTASI-Perum Bulog akan mengekspor beras kemasan renceng ke Arab Saudi pekan depan guna memenuhi kebutuhan konsumsi pangan warga negara Indonesia yang bekerja di sana, maupun yang tengah beribadah umroh dan haji di negara tersebut.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan ekspor beras renceng kemasan 250 gram tersebut sebanyak delapan kontainer. Sebelumnya, perusahaan importir Arab Saudi telah berkunjung ke Kantor Bulog, melakukan uji rasa, hingga akhirnya melakukan kontrak pembelian beras dengan Bulog.

Pesawat Cargo dari China Wajib Diisolasi

KONFRONTASI-Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, memperketat penerbangan kargo dari China dengan mengeluarkan surat edaran yang salah satu butirnya menyebutkan bahwa pesawat kargo dari China harus ditempatkan di area khusus dan terisolasi.

Wabah Corona Bisa Hantam Pasar Minyak Global

KONFRONTASI-Wabah virus Corona diyakini bakal memberikan pukulan keras terhadap pasar minyak global, karena akan mempengaruhi produksi serta permintaan produsen minyak terbesar di dunia. Perwakilan produsen minyak dunia yakni OPEC dan sekutunya diharapkan dapat mengambil tindakan, untuk menopang harga minyak dunia.

Peruri Menangkan Tender Cetak Mata Uang Peru

KONFRONTASI- Perusahaan Umum (Perum) Peruri memenangkan proyek dari Banco Central De Reserva Del Peru (BCRP), Bank Sentral Peru untuk mencetak mata uang Soles. Ini ditandai perjanjian kerjasama pencetakan mata uang Peru tersebut.

Penandatanganan dilakukan Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri dan Javier Gutierrez Gonzales, Manager of Currency Management Departement Banco Central De Reserva Del Peru (BCRP) di kantor BCRP, Lima, Peru.

Pages