Ekbis

Laporan Klaim Pengangguran AS Positif, Harga Emas Meredup

KONFRONTASI-Positifnya laporan klaim pengangguran AS dan menguatnya harga saham-saham membuat emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir jatuh pada Kamis (Jumat pagi WIB).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember, kehilangan sembilan dolar AS, atau 0,73 persen, menjadi menetap di 1.226,9 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Persediaan Meningkat, Harga Minyak Tergerus

KONFRONTASI-Meningkatnya persedian komersial AS membuat harga minyak mentah dunia turun pada Kamis (Jumat pagi WIB). Sebuah laporan mengatakan OPEC mungkin tidak mengurangi produksinya untuk menghadapi pasar yang kelebihan pasokan.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, turun 1,35 dolar AS menjadi 93,07 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP.

Pertumbuhan Miliarder Indonesia Lampaui India dan Tiongkok

KONFRONTASI-Hasil penelitian WealthInsight menyebutkan, Indonesia berada di posisi pertama dalam daftar 10 negara dengan persentase pertumbuhan miliarder tertinggi di dunia.

Pada 2013, jumlah miliarder Indonesia mencapai 37.000. Angka ini kemudian tumbuh 22,6% menjadi lebih 45.300 orang pada 2014. Pertumbuhan miliarder Indonesia melampaui India yang tercatat 17,1% dan Tiongkok yang hanya 7,9%.

Pinjaman Luar Negeri Bertambah Rp23,8 triliun, Total Utang Pemerintah Indonesia Rp2.500,94 triliun

KONFRONTASI - Rapat Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran DPR RI menyepakati postur pinjaman luar negeri dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 yang diusulkan oleh pemerintah sebesar Rp23,8 triliun.

"Kami menerima usulan pemerintah," kata Ketua Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan RAPBN 2015 Yasona Laoly saat memimpin rapat dengan pemerintah di Jakarta, Kamis.

JK: Tak Banyak yang Diurus Saja Bisa Tumbuh Luar Biasa

KONFRONTASI - Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla yakin bahwa pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 7 hingga 8 persen. Saat ini saja perekonomian Indonesia sudah tumbuh mencapai 5 persen.

"Kita punya berbagai macam kendala, subsidi tinggi, impor naik, ekspor turun, keputusan lambat, lahan susah tapi bisa tumbuh 5 persen. Tidak banyak yang diurus saja bisa tumbuh luar biasa. Kalau kita tekan subsidi, perbaiki perizinan, perbaiki soal lahan, kita bisa tumbuh 7-8 persen," ujar JK di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Kamis (18/9).

Kata Jokowi, Pengusaha Janga Simpan Uang Dibawa Bantal

KONFRONTASI - Presiden terpilih Joko Widodo meminta pengusaha untuk tidak menyampan uangnya dibawah bantal, tapi giat berinvestasi. "Saya titip jangan simpan uang di bawah bantal, jangan di deposito. Gunakan untuk berproduksi secepat-cepatnya. Ini peluang. Kalau segera memulai, nanti kita akan melihat. Kita ingin memperbaiki," kata Jokowi

dalam acara Roadmap Perekonomian Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Rieke: Pasar Besar Harus Mengungtungkan Indonesia

KONFRONTASI - Anggota DPR Fraksi PDI Perjuanga, Rieke Diah Pitaloka mengatakan Budaya harus diperkuat dalam menghadapi pasar bebas Asean atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang. Sebab, pasar bebas harus menguntungkan bangsa Indonesia sendiri.

"Dalam klausul pasar bebas Asean, disepakti tentang kerjasama dalam bidang kebudayaan, kerjasama tentang kebudayaan. Kenapa kebudayaan ini jadi penting, sebab tujuan kita bernegara menurut Bung Karno sesuai cita-cita kita bersama adalah menuju sebuah bangsa yang bertrisakti," kata Rieke, Kamis (18/9/2014).

Rupiah Tembus Rp12.000/dolar, Gubernur BI: Ngak Apa-apa

KONFRONTASI - Terkait nilai tukar rupiah yang pada Kamis melewati Rp12.000 per dolar AS, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan  tidak perlu dikhawatirkan karena masih sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia.

"Nggak apa-apa, kalau saya lihat kemarin itu masih ada di Rp11.900 per dolar AS. Seandainya ada satu dinamika nilai tukar, itu masih sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia," kata Agus saat ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Kamis.

Hidayat Dampingi SBY ke Luar Negeri, Dahlan Ditunjuk jadi Ad Interim Menteri Perindustrian

KONFRONTASI - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sebagai Ad Interim (pejabat sementara waktu) Menteri Perindustrian. Keputusan tersebut diambil SBY lantaran saat ini Menteri Perindustrian, MS Hidayat tengah mendampinginya melakukan kunjungan ke luar negeri.

Dengan begitu, tugas-tugas Hidayat selama pergi mendampingi SBY, bakal diserahkan pada Dahlan. Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Dahlan membenarkan kabar itu, meski awalnya sempat tak mau mengumbarnya.

Dahlan: Penyelamatan PT Merpati Buntu

KONFRONTASI - Semua opsi telah diterapkan, namun Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku kesulitan untuk menyelamatkan PT Merpati Nusantara Airline (Merpati). "Boleh dikatakan buntu, karena opsi-opsi sudah disiapkan seperti kuasi reorganisasi, menjual aset perusahaan sudah tidak memungkinkan dilakukan," kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Kantor Pusat PT Djakarta Lloyd (Persero), Jakarta, Kamis.

Pages