Budaya

Ini Kata Mendikbud Nadiem: Mulai Senin Siswa Bisa Belajar dari Rumah lewat TVRI

KONFRONTASI -    Mengatasi keterbatasan akses jaringan internet dan juga bahan pembelajaran daring selama wabah Covid-19, Mendikbud Nadiem Makarim menggandeng TVRI menginisiasi program " Belajar dari Rumah". "Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19," ujar Nadiem Makarim pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis (9/4/2020).

Puisi Apocalypso 25

 

Juftazani

 

Berbaring di bawah awan hitam corona
Malaikat Izrail mempreteli nyawa-nyawa
Saat itu ruh yang sekarat menyesal
Api kehidupan pun padam
Corona telah menyelesaikan satu episode
Apocalypso mulai pandemi dan menggerogoti
Manusia yang selalu berakrobatik bersimulakrum
Untuk sebuah kehidupan

 

Negeri Kematian

Oleh : Arif W

 

Negeri ini sudah siap dengan ribuan kantong mayat
Begini masih kalian anggap terlambat?

 

Teruslah kau pelototi angka-angka
Karena dia sudah punya rumusnya sendiri
Dan tak perlu bertanya berapa yang sebenarnya
Apakah itu penting buatmu?

 

Apa bedanya banyak dan sedikit buatmu?
Apa manfaatnya realita dan fiktif buatmu?
Apa bedanya?
Kau bisa apa?

 

Hidup dan mati pun sudah ada rumusnya
Lantas apa urusannya denganmu?

 

Puisi Apocalypso 24

Juftazani

 

 

Geger!
Apocalypso sudah lama membiting negeri ini
Sejak Ken Arok dan Daendels menari-nari di atas perut lapar rakyat
Belatung dan singa meloncat-loncat kegirangan
Menatap kesengsaraan rakyat yang menggelepar-gelepar
Menunggu saatnya sekarat

 

 

Puisi Apocalypso 23

Juftazani

 

"Apakah yang dimaksud dengan kiamat (apocalypse) itu?"

 

 

Apocalypse satu kata bahasa Yunani
Apocalupsis: membuka, menyingkapkan, menyingkirkan tutup.
Orang Arab mengatakan “Futuh”
Orang Kristen yang percaya pada Kitab Wahyu
Sebut “Apokaliptik Yohanes”
Allah mewahyukan soal akhir zaman kepada Rasul Yohanes

 

 

Puisi Apocalypso 22

Juftazani

 

 

Pupus sudah segala asa
Gemuruh Keputus-asaan menggelora di seantero dunia
Gelombang corona menghempaskan segalanya
Sirna semua angan-angan
Hancur seluruh cita-cita mulia atau yang hina
Remuk semua harapan
Apocalypso awal sudah di depan mata?

 

Gerombolan-gerombolan besar beragam bangsa
Pontang-panting menyelamatkan diri
Serangan maut corona mengintervensi
Ribuan manusia pergi
Secepat itukah mereka hilang tak kembali?

 

 

Puisi Apocalypso 21

Selamat Tinggal Menara Eiffel dan Patung Liberty

 

Juftazani

 

I venture to maintain that the gratest challenge that has
surreptitiously arisenIn our age is the challenge of knowledge, indeed,
not as against ignorance;But knowledge as conceived and disseminated
throughout the world by western civilization”
~Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas~ *

...

1

Ngulik Sejarah; Gaya Militer Turki Utsmani dalam Perang Pangeran Diponegoro

KONFRONTASI -   Dalam sejarah bangsa Indonesia pernah terjadi perang yang cukup ganas, yakni Perang Jawa. Di mana mampu merepotkan Belanda yang menjajah bangsa Indonesia. Perang Jawa berlangsung 1825-1830. Di mana dipimpin oleh Raden Mas Ontowirjo atau disebut Pangeran Diponegoro. Perang Jawa tersebut berlangsung di sebagian Pulau Jawa. Di mana dari Yogyakarta di pantai selatan hingga perbatasan Banyumas dibagian barat dan Magelang di utara.

 

Memakai struktur militer Turki

 

Pages