Budaya

Tafakur

Oleh:  Tatang

 

Tafakurku hanya di temani burung hantu
Berzikir diikuti burung kedasih tiada henti
Takbirku mengiringi kelelawar mencari makan diwaktu malam
Tasbihku seiring jangkrik
Tahmidku di ramaikan suara katak di kolam tiada diam

 

Suasana beribadah di rumah membuncah
Seluruh alam semesta menyaksikan peristiwa perenungan hamba

 

Semua mengabdi sesuai titah-Nya
Kodrat yang membedakan dalam perjalanan hidup dialam fana

 

Puisi Lelaki Kepada Istrinya

oleh : Arif W

 

 

Adik, cukup dengan melihat engkau tersenyum, beban di pundakku terasa ringan.
Situasi membuat kita harus pandai beradaptasi
Badai wabah ini betul-betul dahsyat
Tapi kita harus tetap kuat

 

Tak ada yang perlu di sesali
Karena hidup memang cokro manggilingan
Kadang di atas,
Dan sekarang kita tengah diuji dalam putaran yang lain
Nikmati saja semuanya

 

Merantau Minang, Merantau Jawa (Purworejo): Sebuah Pilihan atau Keharusan, Ini Kata Mereka!

KONFRONTASI - Setiap orang pastilah memiliki cita-cita dan keinginan menjadi hidup lebih baik. Banyak cara yang dilakukan untuk menggapai itu semua, baik menjadi pengusaha, menjadi pekerja juga mengadu nasib ke “nageri” orang. Tidak sedikit pula masyarakat Purworejo yang meninggalkan kampung halamanya untuk mengadu nasib di “negeri” orang dengan harapan mendapatkan hidup yang lebih layak.

Komunitas Purworejo (perantauan)

KONFRONTASI -  Menu ini berisi alamat-alamat Komunitas Keluarga Purworejo di Perantaun.
Karena banyak keluarga Purworejo yang mempunyai Persatuan/komunitas, alangkah baiknya jika anda bergabung dalam komunitas Purworejo di sekita Anda. Semoga nanti dapat mengobati rasa kangen pada kampung halaman dengan berkumpul bersama orang-orang satu daerah.

Maestro Tari Legong dari Bali Ini Pernah Ditolak Masuk Taj Mahal

KONFRONTASI -    Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Ayu Bulantrisna Djelantik tak lelah mengabdikan diri melestarikan tari tradisional asal Bali, tari Legong. Meskipun dirinya merupakan seorang dokter dan doktor, wanita yang akrab disapa Biang ini memilih mempertahankan sebuah tradisi dengan konsisten melestarikan seni tari Legong. "Dua tahun lalu ketika saya mengajar tari, usia saya sekitar 70 tahun, dan saya mengajari orang-orang yang usianya 30-45 tahun, usianya dua kali di bawah saya, tetapi saya lebih fit dari mereka.

Pages