26 March 2019

Budaya

Mendikbud: UNBK Hapus 99 Persen Kecurangan

KONFRONTASI -  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meyakini pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) telah berhasil menghilangkan hingga 99 persen kecurangan.

"Dengan UNBK ini, soal satu dengan yang lain tidak sama. Dan hampir empat tahun UNBK ini, menghilangkan 99 persen kecurangan," katanya di Yogyakarta, Senin (25/3).

Muhadjir mengatakan Ujian Nasional (UN) saat ini memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi karena UNBK berhasil menghilangkan kecurangan dalam ujian, yang dulu sistemik dan terstruktur.

Ini Lima Wilayah Indonesia Paling Tangguh yang Sangat Merepotkan Belanda di Era Penjajahan

KONFRONTASI -  Sejak masih sekolah kita sudah dicekoki dengan dengan mata pelajaran sejarah yang menjelaskan bahwa Indonesia dijajah selama 350 tahun lamanya. Apakah benar demikian faktanya?

Nyatanya, ada sejumlah wilayah di tanah air yang membuat penjajah Belanda kewalahan untuk menaklukkannya. Meski notabene peralatan perang yang digunakan para penjajah itu lebih canggih dari peralatan para pejuang kita.

Mana sajakah wilayah Indonesia yang membuat para penjajah itu kewalahan? Yuk simak.

Gerakan Jakarta Maghrib Mengaji Hidupkan Kembali Budaya Warga Betawi yang Sudah Hilang

KONFRONTASI -  Gerakan Jakarta Maghrib Mengaji (JMM) Jakarta Utama resmi dimulai, Kamis (21/3). Hadir dalam launching JMM di Masjid Arrahman Jl Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Walikota Jakarta Utara Syamsudin Lologau beserta tokoh-tokoh ulama.

La Ode Basir selaku pembina Forum Jakarta Maghrib Mengaji (FJMM) Jakut mengatakan bahwa FJMM ini hadir dengan maksud sebagai gerakan partisipasi aktif masyarakat yang turut serta mensukseskan program pemerintah DKI khususnya dalam upaya peningkatan karakter moral.

Sembilan Penulis Indonesia yang karyanya bisa sampai mendunia, inspiratif!

KONFRONTASI -  Karya mereka sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing dan mendapat beberapa penghargaan dari negara lain. Bangga dong ya? Indonesia banyak melahirkan orang-orang hebat, bahkan dikenal luas di dunia. Kalau di dunia otomotif ada Christian Lesmana, Wahyu Lusuma Danny, Mark Yoshua Wijaya, dan Didit Hediprasetyo, kalau di dunia tulis menulis juga banyak melahirkan sosok-sosok nggak keren.

Sekelumit Cerita dari Leiden 3: Setelah Sosrokartono dan Hussein Jayadiningrat [Laporan Khusus - Habis]

KONFRONTASI -   SEJAK awal Februari 2019, wartawan Pikiran Rakyat Yulistyne Kasumaningrum mendapatkan kesempatan mempelajari etnosains di Leiden Ethnosystem and Development (LEAD) Programme, Faculty of Science, Universitas Leiden, ­Be­landa.

Di bawah supervisi langsung dari guru besar sekaligus Direktur dari LEAD Progamme LJ Slikkerveer, ia mencoba memahami dan menggali lebih dalam mengenai konsep ­pem­bangunan berbasis pengetahuan dan budaya lokal yang dipelajari di salah satu kampus tertua tersebut.

Sekelumit Cerita dari Leiden 2: Kisah Mendunia Dua Ilmuwan Indonesia [Laporan Khusus]

KONFRONTASI -  ANDA tentu mengenal Raden Ajeng Kartini. Pejuang kesetaraan hak perempuan dari Jepara itu begitu populer di masya­rakat. Bahkan, hari lahirnya yang jatuh pada 21 April selalu diperingati dengan meriah.

Akan tetapi, boleh jadi Anda tak begitu mengenal sosok Sosrokartono. Ya, kakak kandung Kartini ini juga memiliki kisah hidup yang tak kalah hebatnya. Bahkan, mungkin lebih isti­mewa.

Ini Bukan Rasis: Perbedaan Orang Bule,Cina dan Indonesia

KONFRONTASI -  Met siang agan agan smuanya dari Sabang smpe Merauke.emoticon-Kiss
Sorry ane ketik dari hp jadi simple en berantakan but berisi. ini repost dari tmn ane yang tmnnya punya pengalaman bekerja di luar negeri.Pengalaman memang adalah guru yang terbaik.emoticon-Recommended Seller
Ini ditujukan utk org2 asli Indonesia yang masi membenci org2 keturunan Cina (pdhl sm2 berjuang cari makan di negeri ini hehee. . .)

Sekelumit Cerita dari Leiden 1: Etnosains Menghidupkan Pengetahuan Lama [Laporan Khusus]

KONFRONTASI -  SEJUMLAH kalimat yang dilontarkan budayawan Indonesia Jakob Sumardjo masih terekam jelas di ingatan. Ketika menyambanginya pada medio 2017, secara lugas ia mengatakan bahwa falsafah hidup masyarakat selalu bersifat aktual.

Maknanya, pandangan hidup itu dapat diterjemahkan dalam konteks kekinian, tidak ada istilah ketinggalan zaman.

”Polanya jelas, tinggal bagaimana kamu memahami pola itu kemudian meletakkannya dalam konteks kehidupan masa kini untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang  ada di masyarakat,” ujarnya kala itu.

TIDAK MUDAH MENJALANKAN ISLAM - Puisi

Juftazani

 

Nasib Slank Terkapar? Netizen Ramaikan #SlankMakanDuitRakyat pada Apel Rp18 Miliar

SEMARANG- Nama band rock Slank mengisi posisi pertama 'trending topic' Twitter dunia hari ini, Sabtu (16/3).

Pages