Skip to main content
x

Beredar, Aksi Mimbar Bebas Mahasiswa ''Konsolidasi Nasional'' Serukan Jokowi Close

KONFRONTASI- Beredar  di medsos video  seruan mimbar bebas oleh sejumlah  mahasiswa dan pemuda yang menghimbau aksi mahasiswa di masing masing kampus oleh kaum mahasiswa dalam gerakan nasional selamatkan Indonesia.

Para mahasiswa  itu Kamis 19 Agustus ini  mengutarakan bahwa pemerintah Jokowi-Maruf gagal total dan mendesak Jokowi  turun atau meresufel kabinet.

Mereka menyatakan sudah saatnya rakyat bergerak,''Jokowi close'', teriak mereka.

Para mahasiswa dan pemuda dalam video  itu menilai Jokowi-Maruf gagal dan menyatakan bahwa trilyunan anggaran mengatasi Covid  tidak dirasakan rakyat melainkan justru untuk kepentingan elite dan oligarki.

Sebelumnya, spanduk yang bertuliskan "Jokowi Close" bertebaran di jalanan, Spanduk tersebut  terpantau di pasang di beberapa titik di wilayah DKI Jakarta.

Merespon Beredarnya Spanduk tersebut Koordinator Gerakan Nasional Selamatkan Indonesia Riswan Siahaan  membenarkan Hal tersebut, Ia juga menyampaikan bahwa Upaya yang dilakukan tersebut adalah upaya menuju Konsolidasi Akbar yang  di gelar pada tanggal 19 Agustus 2021 

"Iya benar spanduk tersebut saya dan kawan - kawan yang memasang tadi malam, kami masang spanduk tersebut itu merupakan awal dari gerakan menuju konsolidasi Akbar Nanti nya,"Kata Riswan dalam release yang di terima melalui pesan WhatsApp, pada Selasa (17/08/2021) Malam.

Ia juga mengatakan bahwa pemasangan spanduk tersebut bagian dari penyampaian aspirasi mereka di masa pandemi, "ujarnya.

Spanduk bertulisan "Jokowi Close" terpasang di setiap simpang jalan raya Jakarta, spanduk ini sebagai salah bentuk ke kekecewaan rakyat Indonesia kepada pemerintah hari ini dan langkah awal perjuangan.

Riswan juga menambahkan bahwa Banyak persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah dari segi Ekonomi hingga penanggulangan covid 19 di Indonesia, Dimana-mana Rakyat Menjerit akan Kebutuhan Hidup dan Harga Barang yang semakin Mahal, Petani Banyak Yang Gagal Panen dan sering di mainkan oleh Impor pertanian, Para pekerja puluhan ribu di rumahkan akibat Sandiwara PPKM yang cenderung mengikuti arus Global yang tidak berpihak kepada Tenaga Kerja Indonesia,"Tambahnya.

Nelayan Engan turun ke Laut, Pedagang Kaki Lima Menjerit, warung-warung Kosong pembeli dan lebih Hebatnya Para Mafia Negeri ini telah Melakukan Korupsi Reformasi Berjamaah.

Kami akan melaksanakan Gerakan Nasional untuk agenda konsolidasi besar di 19 provinsi , ini bukti bahwa masyarakat pun sudah muak dipermainkan seperti ini apalagi dengan di perpanjang PPKM yang tidak pasti kapan dicabut,"Tutup nya.

EkBisNasionalPeristiwaPolitikRegional
Baca berikutnya: