WHO

Status Darurat Kesehatan Dunia dari WHO, Menyusul Bertambahnya Korban Virus Corona

KONFRONTASI -   Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus akhirnya menetapkan status penyebaran virus Corona sebagai darurat kesehatan dunia.

Dikutip dari Reuters, ini dilakukan menyusul sebanyak 13 negara sudah dinyatakan terpapar virus Corona, Kamis (30/1/2020) waktu setempat.

Sementara itu, Pemerintah China pun melaporkan bahwa korban jiwa melonjak lagi menjadi 213 orang dan jumlah infeksi hampir 10.000.

Akhirnya, WHO umumkan kondisi darurat global penyebaran virus corona!

KONFRONTASI -    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan pada hari Kamis (30/1/2020) bahwa wabah virus corona sebagai keadaan darurat global. Beberapa alasan utamanya adalah virus ini telah memakan korban jiwa sebanyak 170 orang dan kasusnya telah menyebar ke 18 negara.

Penularannya Cepat, WHO Minta Dunia Siaga 1 Hadapi Virus dari China

KONFRONTASI -   Dokter-Dokter di Seluruh Dunia berada dalam siaga tinggi untuk akibar serangan jenis virus corona baru dan mematikan melanda China, di tengah kekhawatiran ribuan orang telah terinfeksi.

Seperti dilansir dari The SUn, Kepala NHS telah memperingatkan bahwa Virus, yang menyebabkan demam dan kesulitan bernafas, bisa mencapai Inggris ketika menyebar ke Asia.

Penyebaran Korona Meluas, WHO Gelar Pertemuan Darurat

KONFRONTASI-Penyebaran pneumonia Wuhan yang semakin luas, membuat organisasi kesehatan dunia WHO melakukan pertemuan darurat. Pertemuan tersebut untuk menentukan, apakah virus corona itu bisa dinyatakan sebagai ancaman darurat kesehatan publik.

Dilansir dari VOA, WHO mengatakan, pneumonia Wuhan itu kemungkinan akan meluas di China dan negara lain. WHO pun mendesak negara-negara menjalankan usaha pencegahan penyebaran virus ini.

Dunia Diminta Siaga 1 Hadapi Penyebaran Virus Korona dari China

KONFRONTASI-Dokter-Dokter di Seluruh Dunia berada dalam siaga tinggi untuk akibar serangan jenis virus corona baru dan mematikan melanda China, di tengah kekhawatiran ribuan orang telah terinfeksi.

Seperti dilansir dari The SUn, Kepala NHS telah memperingatkan bahwa Virus, yang menyebabkan demam dan kesulitan bernafas, bisa mencapai Inggris ketika menyebar ke Asia.

Waspadai Penyebaran Virus Korona dari China

KONFRONTASI-Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO), Selasa, memperingatkan bahwa virus Korona yang melanda China memiliki potensi untuk menyebar.

Sejauh ini, ada penularan "terbatas" virus tersebut dari manusia-ke-manusia, yang telah terjadi di China, sebagian besar adalah kelompok kecil dalam keluarga.

Seorang perempuan China dikarantina di Thailand karena mengalami radang misterius, kata pihak berwenang pada Senin (13/1). Kasus itu merupakan yang pertama kalinya terdeteksi di luar China.

Willy Aditya: WHO Apresiasi BPJS Indonesia

KONFRONTASI -   Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengapresiasi komitmen Indonesia dalam membangun sistem pengamanan kesehatan melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Hal ini disampaikan Dirjen WHO Thedros Adhanom Ghebrayesus kepada delegasi DPR RI yang diwakili Anggota DPR RI Willy Aditya di sela-sela Sidang Parlemen Dunia (IPU) ke-141 di Beograd, Serbia, Rabu (16/10/2019) lalu.

WHO: Suicide kills one person every 40 seconds

KONFRONTASI-Across the world, one person takes their own life every 40 seconds, and more people die by suicide every year than in war, the World Health Organization (WHO) said on Monday.

Hanging, poisoning and shooting are the most common suicide methods, the WHO said as it urged governments to adopt suicide prevention plans to help people cope with stress and to reduce access to suicide means.

“Suicide is a global public health issue. All ages, sexes and regions of the world are affected (and) each loss is one too many,” the WHO’s report said.

Dua Kasus Ebola Terjadi di Uganda

KONFRONTASI-Dua kasus Ebola kembali dibenarkan ditemukan di Uganda setelah seorang bocah laki-laki umur lima tahun meninggal akibat penyakit tersebut, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada Rabu.

"Pasien belia... meninggal tadi malam. Terdapat dua lagi contoh ... hasil pemeriksaannya positif, oleh sebab itu kami membenarkan ada tiga kasus," cuti badan tersebut di Twitter, mengutip Menteri Kesehatan Uganda.

Kasus-kasus Ebola itu merupakan yang pertama melintasi perbatasan setelah wabah di negara Republik Demokratik Kongo.[mr/tar]

Pages