21 July 2019

WHO

Dua Kasus Ebola Terjadi di Uganda

KONFRONTASI-Dua kasus Ebola kembali dibenarkan ditemukan di Uganda setelah seorang bocah laki-laki umur lima tahun meninggal akibat penyakit tersebut, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada Rabu.

"Pasien belia... meninggal tadi malam. Terdapat dua lagi contoh ... hasil pemeriksaannya positif, oleh sebab itu kami membenarkan ada tiga kasus," cuti badan tersebut di Twitter, mengutip Menteri Kesehatan Uganda.

Kasus-kasus Ebola itu merupakan yang pertama melintasi perbatasan setelah wabah di negara Republik Demokratik Kongo.[mr/tar]

Otoritas WHO Sebut, Kasus Campak Melonjak Tiga Kali Lipat di Seluruh Dunia

KONFRONTASI -   Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengungkapkan kasus campak di seluruh dunia naik tiga kali lipat dalam kuartal I/2019.

Rakyat Yaman Butuh Bantuan Kemanusiaan

KONFRONTASI - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 24 juta orang di Yaman, yang dicabik perang, tetap memerlukan bantuan kemanusiaan.

"Yaman menghadapi krisis kemanusiaan paling buruk di dunia, situasinya bertambah buruk dari tahun ke tahun," tulis WHO di akun Twitter pada Kamis, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam (17/1).

Alkohol Picu 5 Persen Kematian Global

KONFRONTASI-Minum terlalu banyak alkohol menyebabkan kematian tiga juta orang di seluruh dunia pada tahun 2016, demikian sebuah laporan dan penemuan terbaru. Angka ini berarti bahwa minum berlebihan bertanggung jawab atas lebih dari 5 persen dari semua kematian global.

Laporan status global tentang alkohol dan kesehatan 2018 diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 21 September lalu.

Lebih dari seperempat kematian terjadi sebagai akibat dari cedera, menjadikannya penyebab utama kematian.

Ini diikuti oleh 21 persen kematian akibat gangguan pencernaan dan 19 persen karena penyakit kardiovaskular. Sisa dari daftar termasuk penyakit menular, kanker, gangguan mental, dan lain-lainnya.

Temuan ini juga mengidentifikasi demografi kunci berdasarkan jenis kelamin, usia, kebangsaan dan banyak lagi.

Lebih dari 75 persen kematian terdiri dari peminum pria, membuat mereka menjadi mayoritas yang jelas. Secara keseluruhan, diperkirakan 237 juta pria dan 46 juta wanita di seluruh dunia menghadapi gangguan terkait alkohol.

Kematian terkonsentrasi di sekitar kelompok usia yang lebih muda karena lebih dari 13 persen kematian melibatkan mereka yang berusia 20-an.

Para penulis juga mencatat minum episodik berat sangat tinggi di kalangan peminum yang lebih muda yaitu mereka yang remaja (15-19 tahun) dan mereka yang dewasa muda (20-24 tahun).

Kecanduan Game Masuk Kategori Penyakit Mental

KONFRONTASI-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kecanduan bermain game atau "gaming disorder" menjadi salah satu penyakit mental dan dimasukkan dalam Klasifikasi Penyakit Internasional edisi 11.

Gaming disorder terjadi pada orang-orang yang lebih memprioritaskan game dibanding minat hidup serta aktivitas harian lainnya. Mereka juga sulit mengontrol waktu saat bermain game.

WHO Masih Terus Berjibaku Melawan Ebola di Kongo

KONFRONTASI-Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Selasa (12/6) memperingatkan semua pihak tidak menyatakan kemenangan terhadap penyebaran wabah Ebola di Kongo, meski banyak tanda menunjukkan bahwa virus tersebut sudah dikendalikan.

California Izinkan Warganya Bercocok Tanam Ganja

Konfrontasi - Otoritas Negara Bagian California mengeluarkan izin usaha untuk perdagangan ganja legal. Namun, izin tersebut masih bersifat sementara atau temporer. Mereka menyebut, tahap pertama akan dimulai pada bulan Januari 2018.

Lisensi pertama diberikan kepada Pure CA, yang melakoni bisnis dengan merek Moxie, sebuah perusahaan yang dikenal dengan produksi ekstrak ganjanya.

"Saya sangat antusias," ungkap CEO Moxie, Jordan Lams, melansir TIME, Jumat (15/12/2017).

"California tidak memiliki aturan untuk pasar ganja legal. Jadi, inilah masa transisi yang tepat," tambahnya, mengacu pada legalisasi budidaya dan penjualan ganja tahun 2018.

Sebanyak 20 izin usaha akan diuji selama 120 hari di California, Amerika Serikat. Pemerintah lokal mengatakan bahwa ini merupakan batu loncatan untuk kegiatan jual beli ganja legal di negara bagian itu.

"Kami berencana untuk menerbitkan lebih banyak lagi sebelum 1 Januari," kata regulator negara bagian  Lori Ajax.

Di masa depan, California akan 'terbiasa' dengan ganja, seperti alkohol. Namun, hanya orang berusia 21 tahun ke atas yang berhak memiliki sampai satu ons ganja dan menanam -- maksimal -- enam pohon ganja di rumah.

Pada bulan Januari, penjualan ganja di California akan digabungkan dengan dunia medis, di mana keduanya akan berada di bawah payung hukum yang lebih kuat.

Pemerintah negara bagian dan daerah bergegas mengembangkan peraturan untuk industri baru tersebut. Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump belum memberi kepastian mengenai campur tangan mereka dalam membuat izin usaha.

Peru, Chile, Argentina dan Kolombia sudah melegalkan ganja untuk keperluan medis. Sementara Uruguay telah melegalkan penanaman dan penjualan ganja untuk keperluan apa pun.

Paus Larang Penjualan Rokok di Vatikan

Konfrontasi - Paus Fransiskus melarang penjualan rokok di Vatikan sebagai upaya untuk menunjukkan contoh hidup sehat.

“Bapa Suci telah memutuskan bahwa Vatikan akan mengurangi penjualan rokok kepada pegawai mulai 2018,” kata Vatikan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (9/11/2017).

Jenderal Gatot: Pertama Kali WHO Percayakan Internasional Conferrence kepada TNI

KONFRONTASI - Untuk pertama kalinya World Health Organization (WHO) memadukan kegiatan militer dan sipil, guna membicarakan upaya mewujudkan ketahanan kesehatan global dalam rangka kerja sama antar negara dan pertama kali di dunia WHO mempercayakan pelaksanaan Internasional Conferrence And Table Top Exercise On Global Health Security kepada TNI.  
 

Depresi, Faktor Utama Alasan 800 Juta Orang Bunuh Diri

Konfrontasi - Depresi adalah salah satu gangguan mental yang sering terjadi di seluruh dunia. Depresi juga merupakan penyebab utama bunuh diri yang mengambil ratusan ribu nyawa setiap tahunnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) Eka Viora, mengatakan prevalensi depresi dari hasil penelitian terhadap 17 negara adalah 1 dari 20 populasi. 

Pages