14 December 2018

Ulama

Wakil Ketua MPR: Ulama Bisa Berperan Melalui Parlemen

Konfrontasi - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid didampingi Pimpinan Fraksi PKS MPR Soenmanjaya Rukmandis menerima peserta program Pendidikan Kaderisasi Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor. Pertemuan berlangsung di Ruang GBHN Gedung Nusantara Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (2/11/2018) petang.

Dalam pertemuan itu, Hidayat menjelaskan tentang peran ulama dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui peran serta di lembaga perwakilan seperti MPR dan DPR. Keberadaan NKRI sebagai harga mati, salah satunya adalah karena peran parlemen. Misalnya Pasal 1 ayat 1 dari UUD NRI Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.

Hidayat menceritakan usia Indonesia setelah merdeka tidak lama. Sebab, pada 15 Nopember 1946, Belanda hanya mengakui negara Indonesia adalah Jawa, Sumatera, dan Madura. Pada September 1948, sudah berdiri negara Republik Soviet Indonesia dengan ibukota Madiun. Lalu, pada 27 Desember 1949 melalui Konperensi Meja Bundar, Belanda mengakui Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan UUD RIS dan 16 negara bagian (salah satu negara bagian adalah Republik Indonesia dengan ibukota di Yogyakarta).

Pada waktu itu parlemen berperan mengembalikan Indonesia menjadi NKRI. Ini tidak lepas dari peran ulama. Saat sidang DPR RIS, tampil seorang santri, tokoh ulama, dan ketua fraksi partai Masyumi DPR RIS yaitu M. Natsir.

Prabowo: Sedikit-sedikit Ulama Dibilang Radikal, Anti-Pancasila - #PrabowoSandi

KONFRONTASI -  Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyebut kondisi Indonesia saat ini tidaklah kondusif. Menurut dia, saling curiga dan saling tuduh seringkali terjadi memicu kegaduhan di tengah masyarakat. 

Serius, Ulama dan Agamawan Terlibat Pilpres 2019?

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Karakter politik demokrasi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari agama. Sekuat apapun upaya pemisahan politik dengan agama, akhirnya sia-sia belaka. Sentimen keagamaan, baik ide maupun agamawan, dalam kajian komunikasi politik begitu menarik. Ide dan kalangan agamawan menjadi daya dukung dan penarik suara dari bawah.

Ketika PKI Menekan Ulama Meminjam Tangan Negara

Oleh: Prof. Dr. Ing. H  Fahmi Amhar

Saya lahir ketika Orde Baru sedang mulai berkuasa,
yang saya tahu, saat itu PKI, anggota, keluarga dan pengikutnya,
sedang dikejar-kejar dari lubang semut sampai lubang buaya.
Tetangga saya di-pulau-Buru-kan sepuluh tahun lamanya.
Padahal di tahun 1960an, dia hanya orang-orang sederhana,
yang karena takut pada PKI lalu ikut menjadi penggembira acaranya.

Sandi Uno, Ulama dan Tugas Sang Cendikiawan

Oleh:   Dr. Syahganda Nainggolan

 


Beberapa hari ini kita diributkan pelabelan ulama pada diri Sandi Uno. Hal itu terkait dengan pernyataan Dr. Hidayat Nurwahid (HNW), bahwa merujuk Surah Al Fathiir 28 dan Assyura 197, di mana disebutkan bahwa ulama adalah orang yang berilmu dan sekaligus takut pada Allah, maka Sandi Uno termasuk seorang ulama.

Ma'ruf Amin Pertanyakan Alasan Sandi Dilabeli Ulama

KONFRONTASI -   Bakal cawapres pendamping Jokowi, KH Ma'ruf Amin mempertanyakan alasan kompetitornya di Pilpres 2019, Sandiaga Uno dilabeli ulama.

"Mereka menganggap ulama itu apa, gitu lo. Jadi kalau mereka ulama, tanya saja dasarnya ulama apa," kata Ma'ruf di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Ma'ruf enggan membeberkan penjelasan soal ulama. Dia hanya kembali mempertanyakan gelar ulama ke Sandiaga.

"Saya nggak mau komenlah. Yang memberi label itu alasannya apa?," ucap Ma'ruf.

Ini Langkah Sesudah Gelar Ijtima Ulama II/GNPF Tentukan Sikap ke Prabowo - Sandiaga

KONFRONTASI- Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) segera menggelar Ijtima Ulama II dalam waktu dekat. Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan Ijtima Ulama II akan membahas dukungan GNPF untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di pemilihan presiden (pilpres).Arah gerakan ini mendukung agenda pergantian presiden 2019. Sesudah itu apa lagi? Langkah berikutnya adalah turun ke bawah, menemui rakyat untuk minta tolong mendukung pergantian presiden agar konkrit dan nyata.

Habib Rizieq Serukan Ijtima Ulama II

KONFRONTASI - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) meminta para ulama dan umat Islam, khususnya seluruh jajaran pengurus FPI, GNPF Ulama, serta PA 212 untuk tetap tenang dan bersabar.

“Serta tetap istiqomah dalam satu komando ulama,” ujarnya melalui akun Twitter @RizieqSyihabFPI, Jumat (10/8).

Demi menjaga kemaslahatan agama, bangsa, dan negara, HRS meminta kepada habaib dan ulama untuk kembali melakukan ijtihad politik melalui Ijtima Ulama II.

Ulama Mempesona, Ulama Dambaan Umat

Oleh : Bagas Kurniawan
'Aliwa Institute

Sikap ulama memang memberikan contoh, suritauladan, mendidik umat agar taat kepada seluruh hukum-hukum Al-Qur'an. Membuat umat merasa 'puas' ketika ia menyampaikan lantunan ayat suci demi tegaknya Islam sebagai agama yang sempurna. Ulama adalah 'waratstul anbiya' pewaris para Nabi. Pewaris dari seluruh risalah yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw.

Ijtima Ulama Dibiayai Kapolri, GNPF Ulama: Fitnah

KONFRONTASI-Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak berpartisipasi dalam kegiatan Ijtima Ulama yang diadakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Kabar bahwa Tito membiayai kegiatan itu tidaklah benar. Bahkan Disebut-sebut kegiatan tersebut disusupi kubu petahana (Jokowi) sebagai bagian dari agenda "memutihkan Jakarta", agenda mematikan pengaruh aksi 411, 212, dan aksi-aksi sejenisnya menjalar ke Pilpres. Agenda lainnya, memasangkan Prabowo dengan figur yang kemungkinan kalahnya besar di Pilpres

Pages