25 February 2020

Uighur

Muslim Uighur Khawatir Corona Tutupi Isu Kamp Konsentrasi

KONFRONTASI -   Muslim dengan kerabat 'yang dipenjara di kamp konsentrasi China' mengatakan mereka hidup dalam ketakutan bahwa pemerintah China akan menyalahkan kematian orang yang mereka cintai di coronavirus.

Lebih dari satu juta warga Uighur dikatakan ditahan tanpa pengadilan atau dakwaan di pusat-pusat penahanan di Xinjiang, barat laut China dalam upaya yang dimaksudkan untuk 'mengekang populasi Muslim di negara itu'.

Allahu Akbar: China Disibukkan Virus, Uighur Kini Sibuk Baca Alquran

KONFRONTASI -   Founder organisasi kemanusiaan AMI foundation Azzam Izzul Haq mengungkapkan sebuah fakta di balik virus Conora di Wuhan China. Saat mereka disibukkan dengan virus mematikan, Muslim Uighur kini bebas membaca Alquran.

"Terkabar dari salah seorang penerima Mushaf Al Quran dengan terjemah bahasa Uighur bahwa ditengah 'ketegangan' virus ini, ia dan keluarganya malah punya 'ketenangan' untuk membaca Al Quran lagi. Karena 'sang pengawas' sedang terfokus mengawasi virus," kata Azzam pada Sabtu (25/1/2020).

Syahganda: Indonesia Mau Dibuat Seperti Uighur

KONFRONTASI-Peta politik Indonesia di era Presiden Joko Widodo telah berubah. Jika sebelumnya Indonesia merapat ke Amerika Serikat, kini lebih condong ke China.

Hal itu yang kemudian membuat Indonesia pasif dalam merespon kasus kemanusiaan yang menimpa etnis Uighur di Xinjiang China.

Takbir! Masyarakat Aceh Bela Muslim Uighur

KONFRONTASI -   Puluhan pengunjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat Aceh menggelar aksi turun ke jalan membela muslim Uighur yang dilaporkan tertindas di negaranya, Tiongkok.

Aksi dipusatkan di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh diikuti peserta unjuk rasa, selain kalangan muslim, juga seorang warga keturunan Tionghoa. 

Aksi mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Saat aksi berlangsung, polisi menutup satu persimpangan pada lalu lintas tersebut. Tidak terjadi kemacetan akibat unjuk rasa elemen masyarakat Aceh tersebut.

Temui Dubes China, Mahfud Tanyakan Perihal Muslim Uighur

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan situasi muslim Uighur di Xinjiang, China mengusik sebagian orang Islam di Indonesia. 

Domonstran Hong Kong Turun ke Jalan Dukung Uighur, Bentrokan Kembali Pecah

KONFRONTASI-Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa di Hong Kong kembali terjadi pada Minggu usai demonstrasi dengan agenda mendukung etnis Uighur China.

Pihak kepolisian sempat menyemprotkan cairan merica untuk memecah kerumunan demonstran tersebut di awal, sebelum kemudian membuat barisan untuk berhadapan dengan orang-orang yang melemparkan botol kaca dan batu.

China Murka atas Keputusan AS Sahkan UU Terkait Uighur

KONFRONTASI-China memperingatkan bahwa RUU DPR Amerika Serikat (AS) mengenai minoritas Muslim Uighur akan berdampak pada kerja sama bilateral. Hal ini menimbulkan keraguan lebih lanjut pada kesepakatan jangka pendek untuk mengakhiri perang dagang antara Beijing dan Washington.

"Apakah Anda pikir jika Amerika mengambil tindakan untuk melukai kepentingan China, kami tidak akan mengambil tindakan apa pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying kepada wartawan ketika ditanya apakah RUU Uighur akan mempengaruhi negosiasi perdagangan.

Pemimpin Uighur Desak Berbagai Negara Hentikan Hubungan Dagang dengan China

KONFRONTASI-Pemimpin Uighur di pengasingan, Dolkun Isa, mendesak berbagai negara memutus hubungan dagang dengan China. Menurut dia, hubungan bisnis seperti biasa sudah berakhir. 

Dolkun Isa merupakan ketua Kongres Uighur Dunia (WUC) yang berbasis di Munich. Dia berbicara setelah laporan dokumen rahasia pemerintah China yang bocor menunjukkan bukti kamp-kamp tahanan massal untuk Uighur di wilayah Xinjiang. 

Mengapa Banyak Negara Berbalik Dukung Cina Atas Uighur?

KONFRONTASI -   Arab Saudi, Rusia, dan 35 negara lainnya menulis surat ke PBB mendukung kebijakan Cina di Xinjiang. Surat tersebut terlihat sangat bertolak belakang dengan kritik negara-negara Barat terhadap kamp penahanan minoritas Uighur. 

Cina dituduh menahan dan mempersekusi jutaan masyarakat minoritas muslim Uighur di Xinjiang. Sebanyak 22 duta besar menandatangani surat ke Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB mengkritik kebijakan China tersebut. 

China dan Perlakuan Terhadap Muslim Uighur

KONFRONTASI-Setidaknya 1,5 juta warga Uighur dan minoritas muslim lainnya diperkirakan ditahan di "kamp reedukasi" di Daerah Otonomi Xinjiang Cina, di ujung barat laut negara itu. Laporan menunjukkan bahwa banyak dari orang-orang ini menghilang begitu saja dari rumah mereka.

Cina menggambarkan kamp-kamp reedukasi ini sebagai "pusat pelatihan kejuruan" atau "sekolah berasrama," sambil mempertahankan program tersebut sebagai perjuangan melawan "ekstremisme Islam." Pengamat HAM mengatakan hal itu adalah bentuk "pembersihan etnis."

Pages