TNI

Soal Kepemilikan Senjata, Menhan Ryamizard Bela Mantan Danjen Kopassus Soenarko

KONFRONTASI- Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengutarakan senjata yang dimiliki mantan Danjen Kopassus bukan hasil penyelundupan. “Bukan penyelundupan ya, senjata sudah ada itu,” kata Ryamizard saat ditemui wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kata Ryamizard, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu membantah mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko telah menyeludupkan senjata berjenis M16. Menurut dia, senjata M16 kepemilikan Soenarko memang telah ada sebelumnya.

Jokowi Tambah 100 Jabatan Pati TNI

KONFRONTASI - Saat buka puasa bersama TNI-Polri yang digelar di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (16/5), Presiden Joko Widodo menyampaikan kabar baik untuk prajurit TNI yang memiliki pangkat tinggi alias Perwira Tinggi (Pati). Ia menyebut akan ada penambahan bagi jenderal-jenderal TNI.

Rencana itupun diakui masih dalam pembahasan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Jumhur Hidayat : Terimakasih POLRI-TNI

Kita menyaksikan baratus-ratus atau mungkin beribu-ribu anggota Brimob telah didatangkan ke Jakarta. Mereka akan bergabung dengan ribuan anggota Brimob dan kesatuan kepolisian lainnya yang mungkin jumlahnya bisa mendekati seratusan ribu anggota. Pengkonsentrasian anggota kepolisian ini diketahui khalayak sebagai antisipasi atas adanya rencana people power untuk memprotes atau melawan Pemilu curang 2019.

TNI akan Ambil Alih Tugas KPU, Itu Hoax!

KONFRONTASI-Sebuah laman mengunggah informasi tentang TNI yang sudah siap mengambil alih tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) apabila ada kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu 2019. Dalam informasi yang disebarkan tersebut juga disebutkan tentang tanggapan KPU menepis anggapan negatif tentang input hasil pemungutan suara.

Klaim    :  TNI siap mengambil alih tugas KPU bila ada kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu 2019.

Marsekal Hadi Tjahjanto: Siapa yang Ganggu NKRI Berhadapan dengan TNI, NKRI Harga Mati!

KONFRONTASI  -   TNI siap "pasang badan" untuk melindungi Indonesia dari potensi ancaman yang dapat mengganggu keutuhan maupun stabilitas negara. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dengan tegas mengatakan, pihak-pihak yang berani mengganggu Indonesia akan berhadapan dengan TNI. Pernyataan itu disampaikan Hadi dengan didampingi para kepala staf angkatan, hingga sejumlah prajuritnya.

Gerakan People Power Tidak akan Terjadi Kalau Aparat Negara Netral

KONFRONTASI- Gerakan people power (kekuatan rakyat) digelorakan pada Pemilu 2019 hanya bisa dicegah dengan aparat negara yang berlaku netral baik itu TNI-POLRI-BIN-ASN-KPU dan Bawaslu. Para penyelenggara negara harus bersikap amanah dalam melaksanakan pemilu/pilpres 2019.

Peneliti senior/dosen senior Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad mengatakan, people power muncul karena adanya ketidakpercayaan masyarakat luas terhadap netralitas aparat itu sendiri.

Pilpres 2019: TNI-POLRI-BIN-ASN dan KPU-Bawaslu Harus Amanah dan Netral

KONFRONTASI- Netralitas TNI-POLRI-BIN-ASN dan KPU-Bawaslu menjadi dambaan rakyat danmasyarakat sudah terbelah, pecah ke dalam dua kubu yakni kubu status quo dan kubu perubahan. Kalau TNI-POLRI-BIN-ASN dan KPU-Bawaslu tidak netral, maka aksi people power bisa terjadi. Jangan sampai  penyelenggara negara tidak amanah karena Pople Power bisa terjadi.

POLRI/BIN/TNI Dihimbau Netral & Mawas Diri, Dunia Internasional Sebut Polri Tidak Netral di Pilpres: Tagar #INAelectionObserverSOS Trending Topic Dunia

KONFRONTASI- Tagar #INAelectionObserverSOS memuncaki trending topic dunia pada Rabu siang (20/3). Tagar ini berusaha menarik perhatian dunia internasional untuk menyoroti kepolisian (POLRI RI) yang dianggap tidak netral di pemilihan presiden Indonesia.

Amankan Trans Papua TNI Tambah Pasukan, Perang Gerilya Berlanjut

KONFRONTASI -  TNI mengirim 600 pasukan tambahan untuk mengamankan pembangunan jalan Trans Papua dari Wamena sampai Mumugu, lantaran ada potensi ancaman dari Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menjelaskan bahwa pasukan tambahan tiba di Timika pada Sabtu (9/3). Namun, mereka belum bisa digerakkan ke lokasi pembangunan jalan Trans Papua. ”Melihat pasang surut situasi,” ungkap dia saat diwawancarai Jawa Pos.

Pages