24 October 2018

Terorisme

Dukung ISIS, WNI Dihukum 18 Bulan Penjara di Malaysia

KONFRONTASI-Pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis 18 bulan penjara terhadap Mohd Al-Arsyi bin Mus Budiono, warga Indonesia yang menjadi tenaga kerja di Malaysia, setelah dinyatakan bersalah terkait dakwaan teror.

Dalam sidang putusan di pengadilan tinggi Kuala Lumpur, hakim Mohd Nazlan Mohd Ghazali menyebut bahwa TKI yang menjadi buruh konstruksi itu terbukti bersalah untuk pemilikan foto-foto dan video terkait terorisme, khususnya ISIS.

BNPT Minta Pemda Proaktif Cegah Terorisme

KONFRONTASI-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan, pemerintah daerah (pemda) memiliki peran vital untuk menanggulangi terorisme.

Karena itu, pemda harus proaktif dengan berbagai dinamika radikalisme dan terorisme yang ada di wilayahnya masing-masing.

“BNPT sangat berkepentingan dengan pemda dalam penanggulangan terorisme. Kenapa? Sebab, berbicara terorisme, tidak hanya penegakan hukum, tetapi pencegahan juga sangat penting,” ujar Suhardi, Rabu (17/10).

Peran Pemerintah Daerah Sangat Vital Dalam Penanggulangan Terorisme

KONFRONTASI - Pemerintah Daerah (Pemda) dari tingkat provinsi, kabupaten, kota, bahkan sampai ke desa, memiliki peran vital dalam penanggulangan terorisme. Karena itu, Pemda proaktif dan tidak cuek dengan berbagai dinamika radikalisme dan terorisme yang ada di wilayahnya masing-masing.

Polisi Diraja Malaysia Amankan Delapan Terduga Tetoris

KONFRONTASI-Bagian Khusus Kontra Terorisme Polisi Diraja Malaysia (PDRM) pada akhir September telah menangkap delapan orang yang dicurigai sebagai bagian dari kelompok teroris yang memegang ideologi salafi jihadi.

"Delapan orang terdiri tujuh warga negara asing dan satu warga lokal ditangkap dalam operasi di Perlis, Kuala Lumpur dan Johor," ujar Kepala PDRM, Irjen Tan Sri Dato` Sri Mohamad Fuzi Bin Harun kepada media, Sabtu.

Korban Kekerasan Seksual dan Terorisme Tak Lagi Dijamin BPJS

KONFRONTASI -  Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tak akan lagi memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang diakibatkan tindakan penganiayaan dan korban terorisme.

Hal ini terungkap dalam revisi Peraturan Presiden tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang baru-baru ini diteken Presiden Joko Widodo.

Lihat juga: Jokowi Instruksikan BPJS Kesehatan Perbaiki Sistem Keuangan

Densus 88 Geledah Tiga Tempat di Cirebon

KONFRONTASI-Kepala Desa Babakan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Yeni Setiati mengatakan, di lingkungannya ada tiga tempat digeledah Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri terkait penembakan terhadap anggota Patroli Jalan Raya (PJR) di jalan tol.

"Kalau di Babakan Gebang ada tiga titik penggeledahan, yaitu di rumah mertua Untung dan tempat potong rambut milik Untung serta kediaman Rizal," kata Yeni di Cirebon, Rabu (5/9).

Densus 88 Tangkap Penembak Polisi di Tol Cipali

KONFRONTASI-Penembak dua polisi di Tol Cipali, Jawa Barat ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Tegal, Jawa Tengah, Senin pagi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan, dua pelaku ditembak saat penangkapan karena melawan dengan senjata api jenis revolver hasil merampas anggota Polisi.

Pesan Malala, bocah humanis Pakistan: Kirimlah Buku, Bukan Senjata

ISLAMABAD- Gadis humanis dari Pakistan yang ditembak kepalanya karena mengkampanyekan pendidikan untuk anak perempuan, Malala Yousafzai berpesan kepada pemimpin dunia di PBB untuk mengirimkan buku, bukan senjata. 

"Daripada mengirimkan senjata, mengirimkan tank ke Afganistan, dan semua negara yang menderita karena terorisme, kirimkan buku," ujar Malala saat berbicara di PBB, Kamis (26/9) waktu New York seperti dilansir Emirates247

Diduga Terlibat Terorisme, Ratusan Orang Ditangkap Densus 88

KONFRONTASI-Ratusan terduga teroris yang ditangkap Detasemen 88 Antiteror terindikasi kuat terkait dengan jaringan terorisme, kata Kepala Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto.

BNPT: Pencegahan Terorisme di Daerah Perbatasan Butuh Pendekatan Khusus

KONFRONTASI - Daerah perbatasan merupakan kawasan yang paling ideal digunakan pelaku terorisme keluar masuk suatu negara secara ilegal. Apalagi kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau. Kondisi itulah yang membuat pencegahan terorisme di kawasan perbatasan butuh pendekatan khusus.

Pages