30 January 2020

Telegram

Pendiri Instagram Serukan Hapus Whatsapp dari Ponsel, Alasannya?

KONFRONTASI-Pendiri Telegram Pavel Durov meminta para pengguna menghapus (uninstall) aplikasi WhatsApp di ponsel.

Alasannya, WhatsApp telah gagal melindungi pengguna. Sebab aplikasi terebut kerap dijebol oleh aplikasi jahat (malware) seperti Trojan misalnya. Trojan ini digunakan untuk memata-matai isi ponsel pengguna.

“Anda harus menghapus WhatsApp dari ponsel. Kecuali jika Anda tak keberatan ketika foto dan pesan yang Anda kirim terpapar ke publik suatu hari nanti,” tulis Durov pada channel Telegram miliknya.

Awas, Telegram Juga Rentan Disusupi Spyware

KONFRONTASI-Beberapa waktu lalu pengguna WhatsApp dihebohkan oleh penyusupan spyware Pegasus. Setidaknya ada 1.400 pengguna di seluruh dunia yang menjadi korban kejahatan tersebut.

Pasca kejadian itu, mungkin banyak pengguna yang beralih menggunakan aplikasi kirim pesan lain yang dianggap lebih aman, seperti Telegram dan Signal. Sayangnya, enkripsi tak bisa menjadi jaminan keamanan dari sebuah aplikasi.

Riset Symantec: Whatsapp dan Telegram Rentan Disusupi

KONFRONTASI-Dokumen dan foto yang dibagikan via aplikasi pengiriman pesan WhatsApp dan Telegram bisa diekspos dan dimanipulasi oleh orang-orang yang berniat jahat, menurut hasil penelitian baru oleh tim di perusahaan keamanan, Symantec.

Kelemahan keamanan, dijuluki Media File Jacking, memengaruhi WhatsApp Android secara default, juga Telegram untuk Android jika fitur tertentu diaktifkan, jelas Yair Amit, Wakil Presiden dan CTO Keamanan OS Modern di Symantec.

ISIS Ancam Bunuh Kate Middleton Lewat Makanan

Konfrontasi - ISIS telah merancang pembunuhan Kate Middleton, Duchess of Cambridge, dengan cara meracun makanan yang biasa dia beli di supermarket.

Ancaman ISIS terhadap Kate dimuat di layanan pesan Telegram dan disebarkan kepada para pendukung fanatik ISIS, seperti dilansir dari Daily Mail, Minggu, 13 Januari 2019.

Apple Akhirnya Loloskan Pembaruan Telegram

KONFRONTASI-Gara-gara diminta Rusia untuk menghapus Telegram dari  App Store, Apple sempat mengalami kendala untuk memperbarui aplikasi berbagi pesan tersebut.

Pendiri Telegram Pavel Durov mengeluhkan Apple gagal mengedarkan pembaruan aplikasi itu secara global, seperti dilansir dari laman Phone Arena. Dia berterima kasih pada Apple dan Tim Cook karena “mengizinkan mengirimkan versi terbaru ke jutaan pengguna”.

Apple Akhirnya Loloskan Pembaruan Telegram

KONFRONTASI-Gara-gara diminta Rusia untuk menghapus Telegram dari  App Store, Apple sempat mengalami kendala untuk memperbarui aplikasi berbagi pesan tersebut.

Pendiri Telegram Pavel Durov mengeluhkan Apple gagal mengedarkan pembaruan aplikasi itu secara global, seperti dilansir dari laman Phone Arena. Dia berterima kasih pada Apple dan Tim Cook karena “mengizinkan mengirimkan versi terbaru ke jutaan pengguna”.

Russia's telecommunication regulator urges Apple to help block Telegram

KONFRONTASI - Russian authorities have asked Apple to help the country’s telecommunication regulator Roskomnadzor block the popular messaging application Telegram.

Roskomnadzor said Monday it had requested that Apple make changes to its services so that two main features of Telegram, namely its push notifications and downloads, would not be accessible in Russia.

Rusia Putuskan Blokir Telegram

KONFRONTASI-Pengadilan Moskow memutuskan untuk memblokir aplikasi pengiriman pesan Telegram di Rusia, setelah mereka menolak memberikan akses ke percakapan pribadi kepada badan keamanan, AFP melaporkan, Jumat (13/4).

Pengamat telekomunikasi Roskomnadzor, yang melayangkan kasus itu, sebelumnya meminta agar Telegram diblokir segera setelah vonisnya diumumkan.

Pendiri Telegram, Pavel Durov, sudah lama mengatakan dia akan menolak setiap upaya dari badan keamanan negaranya, Rusia, untuk mendapat akses backdoor ke aplikasi tersebut.

Pengguna Aktif Telegram Tembus 200 Juta

KONFRONTASI - Saat ini Pavel Durov memang sedang menikmati masa keemasannya. Betapa tidak, aplikasi chatting Telegram diklaim telah memiliki 200 juta pengguna aktif.

Dalam blog resmi perusahaan, Durov mengata kan bahwa pencapaian tersebut dilakukan tanpa promosi alias organik. Dia juga mengapresiasi seluruh pengguna Telegram atas pencapaian terse but. Dalam pernyataannya, Durov secara tidak langsung juga menyindir Facebook terkait kasus kebocoran data pengguna yang diguna kan konsultan politik Trump dalam pemilihan Presiden AS pada 2016.

Telegram Miliki 200 Juta Pengguna Aktif Bulanan

KONFRONTASI- Perusahaan di belakang aplikasi layanan messenger Telegram mengumumkan bahwa dalam 30 hari terakhir, Telegram digunakan oleh tidak kurang dari 200 juta orang.

"Kami percaya bahwa manusia adalah makhluk yang cerdas dan penuh kebajikan yang pantas dipercaya; dipercaya dengan kebebasan untuk berbagi pikiran mereka, kebebasan untuk berkomunikasi secara pribadi, kebebasan untuk membuat alat," ujar Telegram, seperti dilansir Phone Arena.

Pages