9 April 2020

teater koma

Ketika Astronom dan Alien Menjalin Cinta

KONFRONTASI-Teater Koma kali ini membawa cerita yang berbau futuristik ke panggung teater, berkisah tentang percintaan antara astronom dan alien karya Nano Riantiarno. Pementasan bertajuk "Gemintang" itu merupakan produksi Teater Koma ke-153 yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.  

Penulis naskah dan sutradara Nano Riantiarno mengatakan Arjuna - Sumbadra adalah kisah cinta di negeri tanpa cinta, di mana masih ada individu yang melakukan korupsi, mengambil hak orang lain.

Cornelia Agatha Tertantang Perankan Pelacur

KONFRONTASI-Aktris Cornelia Agatha kembali terlibat dalam pementasan Teater Koma. Kali ini pemeran Sarah dalam sinetron "Si Doel Anak Sekolahan" itu melakonkan Yeyen dalam "Opera Ikan Asin".

"Saya memerankan seorang pelacur dan pencuci gelas. Yang menarik di sini bukan sisi sensualitas, tapi kepahitan hidupnya yang harus saya perankan. Karakternya cukup berat," ujar Cornelia dalam temu media di Jakarta, Kamis.

39 Tahun Teater Koma

Konfrontasi - Hari ini Teater Koma berusia 39 tahun. Bukan usia yang muda dan mudah bagi kelompok teater yang terus berusaha menghadirkan lakon dari panggung ke panggung.

Teater Koma kerap mengkritik kondisi sosial politik di Tanah Air dalam pentasnya, membuat mereka harus menghadapi pencekalan oleh pihak berwenang pada masa Orde Baru.

Beberapa pertunjukan mereka pernah dilarang, termasuk di antaranya "Suksesi", "Sampek Engtay", "Opera Kecoe", dan "Maaf.Maaf.Maaf".

Teater Koma dalam Pagelaran “Inspektur Jendral” karya Gogol

KONFRONTASI- Teater Koma berhasil menggelar pementasan teater produksi ke-142 nya dengan judul “Inspektur Jendral” yang berlangsung dari 6 November hinggal 15 November 2015. Lakon karya Nikolai Gogol yang disutradarai oleh N. Riantiarno ini diselenggarakan di di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta Pusat. Ini merupakan hari terakhir pementasan pamungkas “Inspektur Jendral” yang dipenuhi para penonton yang hadir di GKJ, Minggu (15/11). Tiketpun terjual habis jauh hari sebelum hari terakhir pementasan.

Ini Alasan Teater Koma Pentaskan Adaptasi Kisah Klasik

KONFRONTASI-Teater Koma kerap mementaskan pertunjukan yang diadaptasi dari kisah-kisah klasik seperti legenda Tiongkok "Sampek Engtay" dan "Opera Ular Putih" hingga produksi terbaru "Inspektur Jendral" yang diambil dari naskah Rusia yang pertama dipublikasikan pada 1836. 
 

"Sampek Engtay" Teater Koma Tayang Ke-101 Kali

Konfrontasi - Teater Koma akan memainkan lakon terkenal mereka "Sampek Engtay (Bukan Cinta Biasa)" untuk yang ke-101 kalinya dalam rangkaian acara pembukaan Indonesia Convention Exhibition di Tangerang.

"'Sampek Engtay' pertama kali tahun 1988. Pertunjukan di BSD nanti yang ke-101. Lakon kami paling banyak main di Indonesia," kata Pimpinan Produksi Teater Koma Ratna Riantiarno saat jumpa pers di Tangerang, Selasa (28/7).

Republik Cangik (ala PDIP ?) Bakal Dipentaskan Teater Koma

KONFRONTASI-Teater Koma akan mementaskan lakon "Republik Cangik" di Gedung Kesenian Jakarta pada 13-22 November 2014.

"Republik Cangik" berkisah tentang Cangik, punakawan perempuan dari Kerajaan Mandura yang bertugas memilih pemimpin Negeri Suranesia.

Dia harus memilih enam kandidat pengganti Maharaja Surasena yang telah mangkat yakni Santanu Garu, Dundung Bikung, Graito Bakari, Burama-Rama, Binanti Yugama, dan Jaka Wisesa.

Penulis naskah dan sutradara pementasan Nano Riantiarno mengatakan lewat produksi ke-136 Teater Koma ingin mengajak penonton berpikir.