18 October 2019

Swedia

Greta Thunberg Dianugerahi Right Livelihood, Penghargaan Nobel Alternatif Swedia

GRETA Thunberg menyampaikan pidatonya di awal KTT iklim di Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Climate Summit) di New York, Senin, 23 September 2019.*/REUTERS

 

KONFRONTASI -   Remaja asal Swedia dan pegiat iklim Greta Thunberg dianugerahi Penghargaan Right Livelihood, yang disebut sebagai Penghargaan Nobel alternatif Swedia. Thunberg merupakan salah satu dari empat pemenang yang dianugerahi penghargaan yang sama.

Swedia Kecam Keras Rencana Netanyahu Caplok Tepi Barat

KONFRONTASI- Menteri Luar Negeri Swedia, Ann Linde mengecam keras pernyataan yang dibuat oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sebelumnya, Netanyahu bersumpah akan mencaplok sebagian Tepi Barat, jika kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Israel.

"Solusi dua negara harus menjadi prasyarat untuk solusi bagi masalah Israel-Palestina. Uni Eropa dan komunitas internasional mengatakan, keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertentangan dengan hukum internasional," ucap Linde, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (11/9).

Anton Sapaan Akrab Muallaf Asal Swedia Ini, Ingin Mempelajari Islam Lebih Dalam Lagi

KONFRONTASI -   Hafal 30Juz Ayat Al-Quran, Anton sapaan akrab muallaf asal swedia ini, Berniat akan memperdalam Islam lebih lagi di Pesantren Muallaf Annaba Center Indonesia

Gambar mungkin berisi: teks

Penuhi Komitmen Keselamatan, Volvo Akan Pasang Kamera Sensor Antipengemudi Mabuk

Konfrontasi - Produsen mobil asal Swedia, Volvo, akan lebih mengutamakan fitur keamanan dalam produknya. Salah satunya kamera sensor anti mengemudi dalam keadaan mabuk.

Kamera sensor tersebut rencananya akan dipasang oleh Volvo dalam produknya pada awal 2020. Nantinya sensor tersebut berfungsi untuk mencegah jika pengemudi dalam keadaan mabuk, keleahan, dan gangguan lainnya demi menghindari kecelakaan di jalan.

Sweden's Moderates ready to form government without other center-right parties

KONFRONTASI-Sweden’s Moderates party could form a government alone or with other willing partners in its center-right, four-party Alliance, party leader Ulf Kristersson said on Friday. Sweden’s Moderates party could form a government alone or with other willing partners in its center-right, four-party Alliance, party leader Ulf Kristersson said on Friday.

The Moderates leader has been tasked by the speaker to try and form a new government after last month’s elections resulted in a deadlocked parliament.

FIFA Denda Swedia dan Kroasia

KONFRONTASI - Asosiasi sepak bola Swedia (SvFF) dan Kroasia (HNS) masing-masing didenda 50.000 franc Swiss FIFA pada Jumat, karena sejumlah pemain mereka melangggar peraturan-peraturan pemasaran dan media badan sepak bola dunia itu terkait perlengkapan bermain.

Swedia, yang telah pulang ke negaranya dari Piala Dunia setelah tersingkir, didenda karena pelanggaran serupa saat mereka dikalahkan Inggris di perempat final.

SvFF mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima sanksi terkait kelengkapan dan kaus kaki.

Swedia vs Inggris: Hati-hati, Swedia Membosankan Tapi Sangat Mematikan !

KONFRONTASI -   Swedia akan menghadapi Inggris dalam babak perempat final Piala Dunia 2018 di Stadion Samara Arena, Sabtu (7/7/2018) pukul 21.00 WIB. Kedua tim akan saling jegal untuk mencapai semi-final untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama.

Pemain Swedia Jimmy Durmaz Diperlakukan Rasis dan Diancam Dibunuh

KONFRONTASI-Pemain Swedia, Jimmy Durmaz, mendapatkan perlakuan rasisme hingga ancaman pembunuhan melalui media sosial, karena membuat pelanggaran yang berbuah tendangan bebas untuk Jerman, pada pertandingan Grup F, Sabtu kemarin.

Skandal Seks Guncang Akademi Nobel Swedia

KONFRONTASI-Akademi Swedia, lembaga penanggung jawab pemilihan penerima hadiah Nobel Sastra, menyatakan tidak akan mengumumkan pemenang pada tahun ini karena skandal seks, yang membuat beberapa anggota dewan akademi mengundurkan diri.

"Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan penurunan kepercayaan umum terhadap Akademi," demikian pernyataan tertulis Akademi Swedia, Jumat (4/5), layaknya dikutip Reuters.

Pembatalan hadiah bergengsi itu belum pernah terjadi selama beberapa dasawarsa belakangan. Akademi Swedia mengakui bahwa nama baik mereka hancur karena dugaan skandal suami salah satu anggota direksinya.

Bahkan, Akademi Swedia juga mengakui bahwa beberapa nama pemenang sudah bocor.

Akademi Swedia, yang anggotanya terdiri dari elit sastra dari negara yang sama, mengaku akan memberikan dua hadiah pada 2019, untuk mengganti pembatalan pada tahun ini.

"Kami menilai penting untuk meluangkan waktu demi mengembalikan kepercayaan publik kepada Akademi sebelum pemenang hadiah nobel berikutnya diumumkan," kata Anders Olsson, yang untuk sementara ini menjabat sebagai Sekretaris Akademi.

Skandal seksual yang diduga dilakukan suami dari salah satu anggota dewan adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Akademi Swedia, lembaga yang dibentuk Raja Gustav III pada 1786.

Meski sudah sering menjadi subjek kontroversi pada masa lalu -- seperti yang terjadi pada 2016 saat memilih penulis lagu Bob Dylan sebagai penerima hadiah -- perdebatan biasanya hanya fokus pada kelayakan penerima dibanding Akademi Swedia-nya sendiri.

Skandal itu dimulai dari dugaan pelecehan seksual terhadap 18 perempuan tokoh budaya dan fotografer Jean-Claude Arnault, yang merupakan suami dari anggota dewan akademi, Katarina Frostenson.

Akademi Swedia memberikan dukungan finansial terhadap lembaga budaya yang dikelola Arnault dan Frostenson.

Pada awalnya, tiga anggota dewan akademi mengundurkan dari karena tidak puas terhadap penyelidikan dugaan pelecehan seksual itu. Frostenson dan kepala akademi mengikuti langkah yang sama bersama enam anggota lain.

Saat skandal itu masih hangat dibicarakan publik, pihak akademi juga menyatakan bahwa beberapa nama pemenang juga telah bocor di tangan para penjudi.

Arnault sendiri membantah dua tudingan terkait pelecehan seksual dan pembocoran nama.

Protes Aksi Zionis Israel, Pemuda Yahudi Jalan Kaki dari Swedia ke Palestina

Konfrontasi - Pemuda 25 tahun asal dari Swedia melakukan perjalanan dari negaranya ke Palestina, untuk menyerukan kesadaran masyarakat terkait pelanggaran HAM di wilayah yang diduduki Israel .

Benjamin Ladraa, aktivis dari Swedia tersebut mengatakan, dirinya tergerak setelah berkunjung ke Palestina selama tiga minggu pada April tahun 2017.

Pages