10 December 2019

Subsidi Listrik

24 Juta Pelanggan Terancam tak Dapat Subsidi Listrik 2020

KONFRONTASI -   Sebanyak 24,4 juta pelanggan 900 KV PLN terancam tidak lagi menerima tarif subsidi pada 2020 menyusul hasil rapat panitia kerja dengan pemerintah terkait penyusunan subsidi energi untuk RAPBN 2020. Dalam rapat panitia kerja di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9), panja Banggar dan pemerintah menyetujui besaran subsidi energi sebesar Rp 124,9 triliun untuk RAPBN 2020.

Pemerintah mengkaji subsidi listrik untuk tahun 2020

KONFRONTASI -  Pemerintah berencana merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk subsidi listrik tahun anggaran 2020 mendatang.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu Suahasil Nazara mengatakan, sejak 2016 realisasi subsidi listrik selalu melampaui pagu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Ini tentu untuk keperluan masyarakat sehingga tentu dibayarkan oleh pemerintah. Namun di sisi lain, ada risiko keuangan negara,” ujar dia di hadapan anggota Rapat Badan Anggaran DPR RI, Selasa (25/6).

Subsidi Listrik Dicabut, Pemerintah Dinilai Hilangkan Hak Dasar Rakyat

KONFRONTASI  -   Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir menilai, pencabutan subsidi listrik 900 VA oleh Pemerintah sama saja dengan menghilangkan hak dasar rakyat yang dijamin konstitusi.

"Mestinya ada survei rakyatnya berapa kemampuan dia bayar. Sebab, ada hak asasi rakyat yang dihormati, hak untuk hidup dia tidak boleh mati untuk penuhi hidup," kata mantan Ketua Komisi VI DPR itu di Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Subsidi Listrik untuk 2,44 Juta RT Dihapus Secara Paksa, ESDM Masih Cari Solusi

KONFRONTASI -   Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan saat ini pihaknya sedang mengkaji untuk menemukan solusi finansial agar 2,44 juta rumah tangga miskin pengguna listrik 900 VA tetap mendapatkan haknya untuk menerima subsidi listrik.

Meskipun diketahui sebelumnya Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR telah berupaya mengusulkan anggaran melalui APBN-P 2017, namun upaya itu gagal karena dihapus dalam pembahasan Banggar bersama Kementerian Keuanggan.

Pencabutan Subsidi Listrik 900 VA, Upaya PLN Rampok Uang 19 Juta Rakyat Indonesia

KONFRONTASI -  Analis ekonomi politik Abdulrachim Kresno menyayangkan kebijakan pencabutan subsidi 900 volt ampere sebanyak 19 juta rumah tangga, yang dianggap sudah tak miskin lagi. Padahal data 19 juta sendiri perlu diverifikasi lagi untuk dipastikan validitasnya.

Selama ini, klaim pihak PT PLN dan Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral menganggap, mereka ini tidak termasuk dalam daftar masyarakat miskin yang dibuat oleh Kementerian Sosial.

PKS Bilang Dicabutnya Subsidi Listrik 900 VA adalah Keputusan Buruk

KONFRONTASI - Pencabutan subsidi listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) yang saat ini dipakai oleh 18 juta pelanggan dinilai tergesa-gesa dan memberatkan rakyat.

Begitu kata Wakil Ketua Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/6). Menurutnya, pencabutan subsidi ini akan membebani rakyat karena data pemerintah dan PLN juga tidak meyakinkan.

Mulai 1 Juli 2017, 83% Subsidi Pelanggan 900 VA Dicabut 450 VA Tetap

KONFRONTASI - Setelah mencabut subsidi listrik terhadap 19 juta pelanggan rumah tangga golongan 900 Volt Ampere (VA), dan akan diberlakukan tarif adjustment pada 1 Juli nanti, pemerintah memutuskan untuk tidak mencabut subsidi golongan lainnya yakni 450 VA.

“Pemerintah tidak ada rencana untuk mencabut subsidi listrik 450 VA. Kami tidak ada rencana itu,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsama Sommeng ditulis Jumat (16/6).

Jokowi Cabut Subsidi Listrik, Jurang Kaya-Miskin Makin Lebar

KONFRONTASI -  Peneliti Ekonomi Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmy Radhi meminta pemerintah menghentikan pencabutan subsidi energi, terutama subsidi listrik dari raykat miskin. Dia melihat akibat pecabutan subsidi energi sejak 2014 lalu telah menyebabkan perekonomian masyarakat kecil menjadi semakin memburuk.

Cuma 26 % Warga Miskin yang Menikmati Subsidi Listrik

KONFRONTASI -   Pemerintah mulai serius melakukan pengolahan data sejak pemberlakuan program pemberian subsidi listrik tepat sasaran 900 VA.

Salah satunya, melakukan pencocokan data antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Hingga akhir 2016, PLN mencatat 46 juta rumah tangga (RT) yang mendapatkan subsidi listrik.

Namun, TNP2K menilai, angka tersebut tidak masuk akal.

Sebab, jumlah itu hampir mencapai 75 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Mewujudkan Subsidi Listrik Yang Berkeadilan Sosial

Oleh: Ferdinand Hutahaean
Direktur  Eksekutif EWI

Permasalahan subsidi dinegara ini sepertinya tidak ada ujungnya meski sudah bertahun-tahun masalah ini terjadi. *Terlalu banyak penyimpangan sasaran penerima subsidi yang terjadi. Bahasa terangnya, siapa yang semakin boros maka dia semakin banyak menerima subsidi.* Sebuah ironi dalam pemberian subsidi yang terus terjadi.

Pages