22 November 2019

sofyan wanandi

Sofyan Wanandi Sebut Sejumlah Menteri Bakal Tinggalkan Jokowi, Kenapa?

KONFRONTASI – Sofjan Wanandi, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, membocorkan rencana sejumlah menteri yang bakal mundur dan meninggalkan Presiden Joko Widodo di jelang tahun terakhir pemerintahan.

"(Saat ini) belum waktunya. Mereka bisa (mundur), tapi saya pikir tidak akan banyak," ujar Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

Rente dari Impor Pangan dan fenomena Republik Pisang

KONFRONTASI – Para ekonom mengingatkan,  Indonesia terancam berubah jadi Republik Pisang (Banana Republic), dan  jatuh ke tangan elite bercokol yang hanya mementingkan bisnis dan politik kelompoknya semata. Membludaknya impor pangan belakangan ini, membuat  kaum petani makin miskin dan kalah bersaing di pasar domestik. Sedangkan para elite penguasa/pengusaha bersikap kolusi-pat gulipat mencari rente ekonomi untuk  kepentingan politik  dan bisnis .

Kwik Kian Gie Kecam Keras Sofjan Wanandi. Kalau Sudah Republik Pisang yang Paling Cocok jadi Presiden Sofjan Wanandi

KONFRONTASI- - Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie mengecam pernyataan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi.

Kwik, dalam akun facebooknya membela Menko Maritim Rizal Ramli yang dikritik Sofyan Wanandi sebelumnya.

Konglomerat Politik Nasional: Sofyan Wanandi dan CSIS Guru Politik Etnis Cina?

Oleh: Eddy Junaidi*

Undang-Undang Politik, Undang-Undang Pemilu, dan Undang-Undang Pilkada, serta sederet produk turunannya telah berhasil “dipaksakan” oleh Amerika Serikat (AS) melalui NDI (National Demoratic Institute) pimpinan Jimmy Carter yang merancang sistem politik sangat liberal di Indonesia, bahkan lebih liberal dari ibu demokrasi, negara AS sendiri.

Apa Itu Republik Pisang?

KONFRONTASI-Istilah “Republik Pisang (banana Republic)” mencuat dan mendadak heboh setelah mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Kwik Kian Gie, menanggapi pernyataan Kepala Staf Wakil Presiden, Sofjan Wanandi.

Sofjan mengatakan bahwa Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli melawan kebijakan Jokowi terkait dengan proyek 35.000 megawatt listrik. Sofjan juga meminta agar Rizal Ramli ditertibkan, sebab bila tidak ditertibkan maka Indonesia akan menjadi Banana Republic.

Pernyataan Sofyan Wanandi Jauh Panggang dari Api

KONFRONTASI-Uang akan bergerak ke ranah yang bisa membuatnya berkembang biak. Begitulah hukum besi di dunia investasi. Tak perduli di negara itu ada konflik antara Menko dan Wapresnya, sepanjang bisa menghasilkan laba, investor akan menggelontorkan uangnya.

Sofyan Wanandi Dinilai Hanya Bikin Gaduh

Gerakan Sofyan Wanandi yang Ingin Memecah Belah, JK Harus Mulai Waspada

KONFRONTASI -  Di lingkar kekuasaan, sejak zaman kerajaan kuno hingga praktek demokrasi di era modern, selalu saja ada pihak-pihak yang memecahbelah. Tujuannya juga selalu sama; mempertahankan kuasa atau melanggengkan sektor eknomi yang selama ini sudah digenggamnya.

"Maka dalam babak-babak sejarah di bagian manapun, sosok pemecahbelah selalu tercatat. Dan biasanya, pemecahbelah lahir atau muncul dari irisan salah satu pihak yang diadudomba. Maka kita kenal misalnya Sengkuni atau Dorna," kata Direktur Eksekutif Segitiga Institute, Muhammad Sukron, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 9/9).

Sukron menilai, di era pemerintahan Jokowi-JK ini juga ada sosok yang mulai terlihat jelas mau memecahbelah pemerintahan. Sosok itu misalnya Sofjan Wanandi, yang mau membenturkan Jokowi dengan Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, dengan mengatakan bahwa gebrakan Rizal yang mau mengevaluasi proyek listrik 35.000 Megawatt itu bertentanga dengan policy presiden.

"Ada maka retoris di balik ucapan Sofjan. Seakan-akan Rizal mau melawan Jokowi, dan publik digiring untuk lebih memilih percaya Jokowi ketimbang Rizal. Padahal gebrakan Rizal adalah manifestasi kebijakan Jokowi itu sendiri, yang mau memenuhi janji kampanye untuk mensejahterakan rakyat, bukan terus memanjakan pengusaha kelas atas," tegas Sukron, yang juga mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Sukron pun menilai, manuver Sofjan ini membahayakan JK, yang selama ini dikenal sebagai teman dekat dan koleganya. Bila dibiarkan maka publik akan menilai pandangan Sofjan adalah pandangan JK, yang merupakan pandangan dari sisi pengusaha yang selalu mementingkan urusan bisnis yang jauh dari prinsip-prinsip keadilan.

"Maka kali ini, JK harus waspada dan mulai menjaga jarak dengan Sofjan, bila tak mau pakaiannya ikut terlihat kotor. Sebab sebenarnya, Jokowi dan JK tak ada masalah," demikian Sukron.    (Juft/Rmol)

- See more at: http://www.konfrontasi.com/content/politik/gerakan-sofyan-wanandi-yang-i...

Terkait Upaya Sofyan Wanandi Mengadudomba Jokowi vs Rizal Ramli, Jusuf Kalla Didesak Pecat Sofyan Wanandi, sang ''Hopengnya''

KONFRONTASI- Wapres Jusuf Kalla  didesak tertibkan atau bahkan pecat Sofyan Wanandi, sang ''hopengnya'', yang ngotot minta Presiden Jokowi tertibkan Menko Rizal Ramli (RR). Padahal kalau program listrik 35.000MW dipaksakan, PLN bisa bangkrut. ''JK kita desak tertibkan itu Sofyan Wanandi,kalau perlu pecat dia,  yang hanya berorientasi bisnis dengan risiko PLN bangkrut, negara dicekik swasta. Manusia macam apa itu Sofyan, yang mengaku pengusaha nasionalis kalau membiarkan PLN rugi atau bangkrut?

Ini Cara Sofjan Wanandi Mengadu Domba Jokowi vs Rizal Ramli

KONFRONTASI- Kemarin, Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli melakukan rapat koordinasi membahas proyek listrik 35.000 megawatt (MW). Hasilnya, proyek tersebut menurut Rizal tidak akan tercapai.

Staf Ahli Wakil Presiden (Wapres), Sofjan Wanandi (pedagang keturunan Cina Padang), melawan soal hasil rapat koordinasi Rizal Ramli kemarin. Apalagi dalam rapat tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said tidak hadir. Konon, Sudirman dikabarkan memang orangnya JK, sehingga sering tak hadir rapat.

Pages