7 April 2020

SBY

Andi Arief: SBY Bertanya Kepada Airlangga, Mengapa Omnibus Law Terkesan Misterius?

KONFRONTASI -   Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis malam (5/3).

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menyebutkan, salah satu bahasan dalam pertemuan itu adalah soal RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Dikatakan Andi Arief, SBY dalam pertemuan itu bertanya kepada Airlangga mengapa RUU Ciptaker seperti aturan yang sangat misterius.

RR: SBY Boleh Baper, Tapi Jangan Hilangkan Fakta

KONFRONTASI- Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa kasus PT. Asuransi Jiwasraya bukan masalah besar di zamannya memang benar. Kerugian yang sempat dialami perusahaan plat merah itu bahkan membaik di era SBY. Begitu tegas ekonom senior DR. Rizal Ramli (RR) saat berbincang dengan redaksi, Selasa (28/1).

Rizal Ramli: Mas SBY Boleh Baper, Tapi Jangan Dong Hilangkan Fakta (Skandal Century)

KONFRONTASI- Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa kasus PT. Asuransi Jiwasraya bukan masalah besar di zamannya memang benar. Kerugian yang sempat dialami perusahaan plat merah itu bahkan membaik di era SBY.

Begitulah ungkapan ekonom senior DR. Rizal Ramli saat berbincang dengan redaksi, Selasa (28/1).

SBY Dirundung Skandal Centurygate, Jokowi Dirundung Jiwasrayagate

KONFRONTASI- Mantan Presiden SB Yudhoyono ( SBY)  merasa sedih dan kecewa dengan kasus korupsi Jiwasraya yang hancur digarong oleh orang dalam dan oknum kleptokrat.  Nampaknya SBY benar dalam satu hal, yaitu Kasus Jiwasraya (Jiwasrayagate) yang di zaman SBY bukan masalah besar.  Di Era SBY itu, Jiwasraya memang membaik, tetapi justru di zaman Presiden Jokowi ( JKW-1) 2014-2019  Jiwasraya rusak berat dan dirampok, digarong. 

SBY: Jokowi Tak Ingin Negeri Ini Menyimpan Banyak Bom Waktu

KONFRONTASI -   Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku yakin bahwa Presiden Jokowi ingin kasus penyimpangan-penyimpangan di Jiwasraya bisa diungkap semuanya.

“Sehingga yang bersalah diberikan sanksi yang adil,” ujar SBY dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (27/1).

SBY juga memastikan Jokowi tidak ingin ada permasalahan serius terbiarkan dan terus berlangsung. Sehingga negeri ini menyimpan banyak ‘bom waktu’.

Dipersalahkan Terkait Jiwasraya, SBY: Salahkan Saja Terus Masa Lalu

KONFRONTASI- Kisruh Jiwasraya kian panjang. Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa banyak yang ingin melempar masalah ini kepada jaman kepemimpinannya.

Staf pribadi SBY, Ossy Dermawan, menceritakan reaksi SBY saat mendengar tamu-tamunya menyampaikan dugaan kasus Jiwasraya yang menarik-narik masa lalu.

"Kamis (26/12) SBY menerima sejumlah tamu. Ada yang menyampaikan bahwa sepertinya kasus Jiwasraya mau ditarik mundur ke tahun 2006," tulis Ossy dalam cuitannya di Twitter, Jumat (27/12).

Ditertawakan, Pernyataan Jokowi yang Persalahkan Era Sebelumnya Terkait Masalah Jiwasraya

KONFRONTASI-Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait PT Asuransi Jiwasraya memantik reaksi dari Partai Demokrat.

Pasalnya, Jokowi mengatakan bahwa masalah di perusahaan asuransi plat merah itu terjadi 10 tahun lalu atau sebelum ia menjabat presiden.

Mengetahui pernyataan Jokowi itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun tertawa.

Demikian disampaikan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean kepada wartawan di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).

SBY Ingatkan Jokowi Soal Pengangguran Picu Arab Spring

KONFRONTASI -   -- Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Jokowi soal pengalaman Arab Spring atau gelombang revolusi dan unjuk rasa yang terjadi di dunia Arab pada 2011 lalu. Ia juga mengingatkan Jokowi soal gerakan protes sosial di 30 negara tahun ini.

Peringatan ia berikan saat Pidato Refleksi Akhir Tahun pada Rabu (11/12). Ia mengatakan gerakan tersebut muncul akibat kesulitan ekonomi dan banyaknya pengangguran. Peringatan ia berikan karena saat ini angka pengangguran masih banyak.

Kader Demokrat Tak Ada yang Jadi Menteri, SBY Siapkan Pidato Politik

KONFRONTASI- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tak menyertakan Partai Demokrat (PD) di dalam Kabinet Indonesia Maju. Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menyampaikan sikap partai dalam pidato politiknya.

Sekjen PD Hinca Panjaitan mengatakan Demokrat menghormati keputusan politik Jokowi yang tidak menyertakan partainya dalam jajaran kabinet. Ia menyebut hal itu merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai presiden.

Jokowi Bertemu Prabowo-SBY, Ini Respon PKS

KONFRONTASI-Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan PKS menghormati pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (10/10) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Jumat (11/10).

"Komunikasi politik itu wajar saja, apakah kemudian berujung koalisi di pemerintahan? Itu juga sah-sah saja jika benar terjadi sebagai sebuah pilihan politik, PKS menghormati," kata Jazuli di Jakarta, Sabtu.

Pages