saham

Seruan Boikot Saham, Hanya Dalam 2 Hari Indosat "Rugi" Rp 2,44 Triliun, kata Analis

Analisa Oleh: Mohamad Radytio N
(Fakultas Ekonomi & Bisnis UI)

Perusahaan Telekomunikasi Indosat yang telah Go Public dan kemudian melantai di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan tajam di periode 2 hari terakhir pasca seruan massif #BoikotIndosat yang bergema di sosial media.

Bursa Saham Euro Menghijau di Awal Sesi

KONFRONTASI -  Pasar saham Eropa bergerak lebih tinggi pada awal perdaganan Jumat (2/6/2017). Investor fokus pada data dan mencerna berita bahwa AS menarik diri dari kesepakatan perubahan iklim di Paris.

Indeks acuan Eropa Stoxx 600 0,3 persen lebih tinggi dengan sebagian besar sektor bergerak ke wilayah positif. FTSE 100 Inggris mencapai rekor tertinggi saat pasar dibuka Jumat pagi.

Pembelian Saham Bank Banten Macet

KONFRONTASI -  Proses akuisisi saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) oleh PT Banten Global Development (BGD) terhenti. Proses akuisisi saham tahap III dengan objek saham Bank Banten milik PT Recapital Sekuritas Indonesia dan pemegang saham lainnya tersebut, seharusnya sudah tuntas pada Februari 2017.

Aksi Ambil Untung Seret IHSG ke Zona Degradasi

KONFRONTASI-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin, ditutup melemah sebesar 42,43 poin seiring dengan aksi ambil untung oleh investor memanfaatkan penguatan sebelumnya pada akhir pekan lalu (Jumat, 19/5).

IHSG BEI turun 42,43 poin atau 0,73 persen menjadi 5.749,44 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 9,55 poin (0,98 persen) menjadi 960,84 poin.

"Pada awal perdagangan hari ini (22/5), IHSG menguat melanjutkan euforia dari sentimen investment grade yang diberikan oleh Standard & Poor's (S&P). Namun, menjelang penutupan pergerakan IHSG berbalik arah menjadi menurun didorong aksi ambil untung," kata Analis NH Korindo Securities Bima Setiaji di Jakarta.

Ia menambahkan, pelaku pasar saham, terutama domestik melakukan aksi ambil untung terhadap saham-saham berkapitalisasi besar yang pada perdagangan akhir pekan lalu (Jumat, 19/5) mengalami kenaikan hingga tiga persen.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa pelemahan IHSG itu diproyeksikan hanya sementara, sentimen S&P masih akan terasa untuk jangka menengah dan panjang bagi pasar saham domestik.

"Saham-saham lapis kedua dengan valuasi harga saham yang masih murah akan sangat mungkin diakumulasi investor dan mendorong IHSG melanjutkan kenaikan," katanya.

Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan, aksi beli oleh investor asing yang kembali berlanjut menahan tekanan IHSG lebih dalam. Berdasarkan catatan BEI, investor asng mencatatkan beli bersih sebesar Rp675,472 miliar pada Senin.

"Pola gerak IHSG masih menunjukkan tren penguatan dalam jangka menengah dan panjang. Koreksi yang terjadi dinilai wajar sehingga masih dapat dimanfaatkan untuk doakumulasi," katanya.

Bursa London Menguat, Anglo American Panen Untung

KONFRONTASI-Saham-saham Inggris ditutup lebih tinggi pada Senin (15/5), dengan indeks acuan FTSE-100 di London menguat 0,26 persen atau 18,98 poin menjadi 7.454,37 poin.

Anglo American, perusahaan pertambangan multinasional, melonjak 3,22 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar atas saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham Glencore dan Standard Chartered yang masing-masing naik 3,16 persen dan 2,86 persen.

Bursa AS: S&P dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

KONFRONTASI-Indeks S&P 500 dan Nasdaq di Wall Street ditutup di rekor tertinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena sentimen pasar terangkat oleh melonjaknya harga minyak.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 85,33 poin atau 0,41 persen menjadi berakhir di 20.981,94 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 ditutup naik 11,42 poin atau 0,48 persen menjadi 2.402,32 poin, dan indeks komposit Nasdaq bertambah 28,44 poin atau 0,46 persen menjadi 6.149,67 poin.

IHSG Menguat 24,48 Poin di Akhir Sesi

KONFRONTASI-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, ditutup menguat sebesar 24,48 poin merespon data cadangan devisa Indonesia periode April 2017 yang meningkat.

IHSG BEI ditutup naik 24,48 poin atau 0,43 persen menjadi 5.707,86 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 3,0 poin (0,31 persen) menjadi 948,96 poin.

IHSG Tergerus 28,44 POin di Akhir Sesi

KONFRONTASI-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, ditutup melemah sebesar 28,44 poin atau 0,50 persen menjadi 5.647,36 poin.

Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 4,23 poin (0,45 persen) menjadi 936,55 poin.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa pergerakan IHSG cenderung terlihat tertekan sejak perdagangan sesi kedua setelah sempat bertahan di area positif pada sesi awal perdagangan.

IHSG Berpotensi Menguat, Ini Saham-saham yang Layak Dicermati

KONFRONTASI-Pada perdagangan hari ini, Jumat (28/4), IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.643–5.751 dengan potensi menguat.

Mengutip riset Indosurya Securities, pada Rabu rekor baru telah kembali digapai oleh IHSG, hal ini didukung oleh capital inflow yang masih terus berlangsung sehingga potensi kenaikan masih terlihat cukup besar.

Kondisi ini menjadi peluang jika terjadi momentum koreksi wajar, masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi beli dengan timeframe investasi jangka menengah-panjang.

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan Kamis (27/4/2017). IHSG ditutup melemah 0,34% atau 19,50 poin ke level 5.707,03, setelah dibuka turun 0,32% atau 18,30 poin di posisi 5.708,23.

Pelemahan IHSG pada perdagangan ini sekaligus mengakhiri reli yang dibukukan selama tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. IHSG bahkan Rabu mampu memperbarui rekornya setelah ditutup di level 5.726,53, level penutupan tertinggi baru sepanjang masa.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG telah bergerak di kisaran 5.697,79–5.718,89. Dari 541 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 142 saham menguat, 191 saham melemah, dan 208 saham stagnan.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir negatif, dipimpin oleh sektor finansial (-1,06%) dan industri dasar (-0,45%). Adapun, sektor tambang dan konsumer masing-masing naik 0,78% dan 0,24%.

IHSG Tergerus 19,50 Poin di Akhir Sesi

KONFRONTASI-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, ditutup melemah sebesar 19,50 poin atau 0,34 persen menjadi 5.707,02 poin, terimbas pelemahan bursa saham di kawasan Asia.

Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 4,68 poin (0,49 persen) menjadi 946,09 poin.

"IHSG bergerak melemah pada perdagangan hari ini (27/4) terimbas sentimen bursa saham di kawasan Asia, situasi itu membuat investor cenderung melakukan aksi ambil untung," ujar Analis NH Korindo Securities Indonesia, Bima Setiaji di Jakarta.

Ia menambahkan, investor juga sedang mencerna dampak dari pengumuman rencana pajak oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kebijakan itu menjadi salah satu yang ditunggu investor.

"Apabila berhasil, dampak positifnya akan sangat signifikan bagi pasar saham global, termasuk IHSG," katanya.
 

Pages